Ingin Memulai Bisnis? Baca Rincian Usaha Ternak Ayam Kampung

Usaha Ternak Ayam – Usaha ternak ayam kampung bisa dijadikan bisnis sampingan, rumahan, skala besar maupun kecil kecilan. Peluang usaha ini dapat dilakukan oleh seorang ibu rumahtangga, mahasiswa, pelajar, karyawan, pengangguran dll.

Bisnis budidaya hewan unggas ini termasuk salah satu hewan ternak yang menguntungkan dalam waktu singkat. Karena jangka waktu panen yang sebentar.
Lalu? Apa dong manfaat dari ternak ayam kampung? Ialah manfaatnya, ayam kampung bisa diambil daging dan telur untuk kebutuhan pangan.
Didalam desa, masyarakat mereka melakukan usaha ternak ayam kampung menjadi bisnis sampingan. Tempat mereka beternak ayam kampung secara kecil-kecilan ialah di samping rumah.
Perawatannya bukan secara intensif tetapi ayam-ayam tersebut dibiarkan mencari makanan mereka sendiri, jadi tidaklah perlu kita mengeluarkan biaya yang banyak.
Walaupun tidak melakukan ternak ayam kampung secara intensif. Tapi tetap butuhkan modal berupa pakan dan kandang.
Dimalam hari kita butuh kandang, karena ayam masuk ke kandang masing-masing. Sedangkan di pagi hari diberi makanan bisa berupa makanan sisa dari kita. Jadi, tidak perlu membuang sisa makanan kita, serta kita bisa menghemat pembelian pakan ayam kampung.

Kelebihan Usaha Beternak Ayam Kampung

Di desa, usaha ternak ayam kampung dapat membantu meringankan masalah ekonomi warga masyarakat di desa. Saat mereka memerlukan uang, ternak ayam kampung dapat membantunya yang biasanya mereka menjual ternak ayam kampung mereka.
Kelebihan ayam kampung adalah ia cepat beradaptasi dengan tempat tinggal.
Kelebihan lainnya yakni perawatan dan pemeliharaaan ayam kampung sangatlah mudah. Mungkin ini yang membuat warga masyarakat di desa memilih usaha ternak ayam kampung.
Pangsa pasar usaha ternak ayam kampung sangat besar. Orang menyukainya karena rasanya lebih lezat dan nikmat dari ayam jenis lain.
Ayam kampung memiliki daging kaya akan kandungan protein dimana kandungan ini berfungsi membantu menyehatkan badan manusia. Lain dari itu, daging ayam kampung berbentuk padat berisi serta bertekstur kenyal tapi tak memiliki banyak lemak.
Ini mungkin alasan yang membuat ayam kampung selalu dicari dimanapun. Macam restoran yang menyajikan kuliner ayam goreng kampung, ayam bakar dsb.
Permintaan daging dan telur ayam kampung kian kemari kian meningkat drastis. Usaha ternak ayam kampung sukses dan laris dengan keuntungan yang sangat besar.
Mungkin hal inilah yang membuat orang-orang menyadari peluang yang besar pada usaha ternak ayam kampung ini, baik secara intensif maupun semi intensif.

Cara Beternak Ayam Kampung

Ayam kampung amatlah banyak jenis dan ragamnya. Ayam-ayam tersebut diternak secara intensif, semi intensif, modern dan umbaran.
Berikut ini berbagai cara dan sistem beternak ayam kampung, antara lain:

Sistem tradisional

Cara ini sering digunakan penduduk desa dalam ternak ayam kampung.
Cara ini ialah dimana ayam dilepas bebas agar dapat mencari makanan sendiri dengan bebas. Disebut juga teknik umbaran.
Pemberian pakan tak dilakukan setiap hari. Kalau ada sisa makanan barulah diberikan. Biaya pakan nyaris nol.

Semi Intensif

Sebuah cara beternak ayam kampung skala usaha menengah. Modal usaha yang dibutuhkan tidaklah besar dan juga tidak kecil.

Intensif

Namun cara ternak ayam kampung tidak cocok dijalankan secara intensif. Karena beberapa faktor yakni ayam kampung terbiasa untuk hidup bebas dan biaya pakan cukup menguras kantong, jika kita memakai cara intensif. Faktor tersebut ialah karena masa ternak ayam kampung lebih panjang.
Itu tiga cara beternak ayam kampung yang perlu kalian tahu sebelum mencoba memulai usaha ternak ayam. Masing masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya.


Hambatan Bisnis Beternak Ayam Kampung

Sama seperti usaha ternak ayam ras pedaging, ayam ras petelur, dsb. Kendala bisnis budidaya ayam kampung seringkali terletak pada adanya penyakit yang seringkali menyerang ayam.

Misalnya penyakit flu burung, tetelo dsb. Karena penyakit tersebut bisa mengancam kesuksesan usaha ternak ayam kampung dimanapun.

Beberapa tahun lalu, penyakit flu burung terjadi dimana-mana. Hal ini sebabkan ribuan ayam dan semua jenis ayam mati, dan jika ini terjadi lagi maka bisa membuat usaha ternak ayam kampung ini bangkrut.

Sehingga terpaksa menutup usahanya sementara waktu. Dan ketika wabah flu burung sudah terhenti maka usaha beternak ayam kampung kembali menggeliat dan menjanjikan.

Hambatan lain selain ancaman penyakit pada ayam, ialah adanya isu mengenai berita ayam tiren yang diperjual belikan dalam perdagangan dimanapun.

Hal tersebut tentu akan membuat ayam kampung kurang diminati banyak orang. Yang berakibat pada penurunan omset usaha.

Hambatan lain selain isu tersebut, pada usaha ternak ayam kampung beredar berita kabar mengenai adanya ayam kampung yang diberikan pengawet (formalin) dan ikut diperjual belikan.

Hal itu tentu sempat saja membuat orang kurang berminat untuk mengkonsumsi ayam kampung.

Memberi solusi hambatan diatas, yang terpenting ialah kalian harus memastikan setiap waktu pada kondisi ayam harus selalu sehat.


Cara Memasarkan Ayam Kampung 

Memasarkan usaha ternak ayam kampung seperti memasarkan usaha lainnya, dapat dilakukan dengan mudah.
Dibawah ini adahal cara-cara dalam memasarkan ayam kampung yang perlu kalian pahami dengan benar, antara lain:

Promosi

Menggunakan cara ini adalah cara efektif memasarkan usaha ternak ayam kampung ini. Kalian dapat memulai memasarkannya kepada lingkungan yang ada didekat kalian.
Misalkan saudara, kakak, adek, dsb. Minta mereka untuk membantu dalam mempromosikan usaha ternak ayam kampung kalian.

Kerjasama dengan Berbagai Pihak

Selain menggunakan cara diatas, ada lagi cara lainnya yakni Kalian bisa kerja sama dengan pengusaha ternak ayam kampung lainnya atau bisa juga dengan dinas ternak setempat, ataupun pengepul ayam kampung didesa, dsb.

Iklan Offline dan Online

Anda pun bisa melakukan promosi usaha ternak ayam kampung kalian melalui media cetak lokal daerah dan nasional. Atau bisa juga untuk memperluas pangsa, Kalian bisa memasarkan usaha ternak ayam kampung di media sosial atau sebagainya.
Cara ini terbukti ampuh untuk menjaring banyak konsumen secara mudah dan menguntungkan tanpa modal.

Rincian Biaya Modal Usaha Ternak Ayam Kampung

Kemudian, sebelum benar-benar memulai usaha ternak ayam kampung, berapa sih modal yang dibutuhkan untuk memulainya? Karena ini merupakan hal terpenting dalam memulai sebuah bisnis. Mari kita simak.
Berikut ini rincian biaya modal usaha ternak ayam kampung dari awal sampai buka, antara lain:

Kandang Ayam Kampung

Kandang ternak ayam kampung, usahakan membuatnya berada jauh dari pemukiman warga. Supaya usaha ternak ayam kampung ini tidak mengganggu masyarakat sekitar.
Jangan lupa memastikan kandang selalu dalam keadaan bersih, agar ayam kampung tumbuh dan berkembang baik serta sehat terhindar dari penyakit.
Ukuran kandangnya untuk 500 ekor bibit sekitar kurang lebih 100 meter persegi.
Sedangkan biaya untuk kandang sendiri yang seluas kurang lebih 100 meter persegi yang ditambah biaya sewa, itu artinya sekitar 2 juta biaya yang dikeluarkan.

Bibit Ayam

Pilihlah bibit ayam kampung pedaging yang sehat. Mulai usaha ternak ayam kampung bagi pemula bisa dimulai dengan 500 ekor bibit ayam.
Dimana harga satuan ekor bibit ayam kurang lebih sekitar Rp 8000 untuk satu ekor. Maka jika di totalkan, modal yang akan dikeluarkan untuk usaha ternak ayam kampung ini sekitar Rp 4.000.000.

Biaya Pakan

Biaya untuk pakan ayam kampung sebesar Rp 5 juta

Obat dan Vitamin

Keperluan biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli vitamin dan obat yakni sekitar kurang lebih Rp 200.000.

Alat dan Perlengkapan Usaha

Untuk peralatan dan perlengkapan usaha beternak ayam kampung meliputi:
  1. Perlengkapan untuk makan dan minum, harga sekitar Rp 500.000
  2. Pemanas untuk ayam kampung harga sekitar Rp 1.000.000
  3. Terpal bagi peternakan ayam kampung harga sebesar Rp 400.000
  4. Biaya lain-lain

Untuk biaya lain-lain yang tak terduga diperkirakan sebesar Rp 1 juta. Jadi, biaya total operasional untuk usaha ternak ayam kampung kira-kira sekitar Rp 11.000.000.

Keuntungan Usaha Ternak Ayam Kampung

Jika dalam 2 bulan ternak ayam kampung telah dipanen, misalkan terdapat resiko kematian ayam sebanyak 100 ekor maka yang benar-benar bisa dipanen ialah 400 ekor.
Dimana, jika harga ayam kampung sebesar Rp 100.000 perekor. Kalau kita hitung, untung dari usaha ternak ayam kampung ialah sebesar kurang lebih Rp 40.000.000 (Rp 100.000 x 400).
Dengan mengurangi biaya operasional, maka untung bersih diperoleh sekitar kurang lebih sampai 29 juta dalam jangka waktu dua bulan.
Bagaimana anda tertarik membuka usaha ternak ayam kampung yang sangat menjanjikan dan menguntungkan ini?

Demikian, informasi artikel usaha ternak ayam serta rincian usahanya. Semoga dapat bermanfaat.

Baca : Usaha Ternak Ayam, Usaha Ternak Ayam Bangkok, Bisnis Ternak Ayam, Usaha Ayam Pedaging, Budidaya Ayam Pedaging, Merawat Ayam Potong