Manfaat Minyak Cengkeh

Artikle ini memuat mengenai manfaat minyak cengkeh yang bisa jadi satu referensi dalam menunjang kesehatanmu dan sebagai ilmu pengetahuanmu. Cengkih yang memiliki nama Latin Syzygium aromaticum ini merupakan tanaman rempah asli Indonesia.

Sejak dahulu, masyarakat Indonesia sudah menggunakannya untuk beragam kebutuhan.

Ada yang menggunakan untuk campuran bumbu masakan, campuran rokok kretek, hingga campuran minuman herbal penambah energi.

Selain kuncup bunga cengkih kering, saat ini pun sudah banyak tersedia hasil olahannya berupa minyak cengkih.

Konon, minyak cengkih ini pun memiliki segudang manfaat yang luar biasa untuk kesehatan, lo.

Melansir dari berbagai sumber, berikut ini sejumlah manfaat minyak cengkeh untuk kesehatan yang luar biasa.

1. Minyak Cengkeh Mengandung Zat Antimikroba

Sebuah penelitian di tahun 2012 menunjukkan minyak cengkeh mampu membunuh bakteri jahat dengan efektif.

Hasil penelitian yang dikutip Liputan6 dari Healthline itu menyebutkan minyak cengkih mampu membunuh bakteri Staph pada kultur cair dan biofilm.

Agar hasilnya optimal, kamu bisa menggunakannya dalam bentuk uap yang ditambahkan ke dalam kultur cair.

2. Manfaat Minyak Cengkeh untuk Mengatasi Sakit Gigi

Salah satu manfaat minyak cengkeh yang paling populer yaitu sebagai obat pereda sakit gigi.

Hal ini dikarenakan adanya kandungan bahan aktif eugenol yang merupakan zat pereda nyeri alami.

Khasiatnya tidak hanya berguna untuk meredakan nyeri pada gigi, tetapi juga nyeri pada gusi atau sariawan.

Cara penggunaannya pun cukup mudah karena kamu hanya perlu mengoleskannya pada bagian gigi yang sakit.

Selain itu, kamu juga bisa membuat campuran air hangat dan minyak cengkih sebagai obat kumur alami.

3. Meringankan Sakit Kepala

cengkih untuk meringankan sakit kepala

Minyak cengkih juga memiliki kandungan flavonoid yang sangat baik dan bersifat antiinflamasi.

Khasiat utama dari zat flavonoid tersebut salah satunya yaitu untuk meringankan sakit kepala.

Kamu bisa langsung mengoleskan minyak cengkih pada area pelipis kepala, tengkuk, atau leher agar sakit kepala segera sirna.

Kandungan zat antiinflamasi yang tinggi dalam minyak cengkih juga berguna untuk mengatasi batuk, pilek, radang tenggorokan, hingga sinus.

4. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Selain mengandung zat antimikroba dan antiinflamasi, minyak cengkih juga memiliki kandungan zat antioksidan.

Zat antioksidan tersebut merupakan senjata utama untuk membasmi radikal bebas agar tak bersarang di tubuh.

Seperti kita ketahui, radikal bebas merupakan penyebab berbagai penyakit berbahaya seperti penyakit jantung hingga kanker.

5. Obat untuk Berbagai Masalah Kulit

Minyak cengkeh juga banyak ditemukan pada sejumlah produk kecantikan mulai dari sabun, losion, hingga parfum.

Hal tersebut bukanlah hal baru karena memang cengkih memiliki khasiat yang sangat baik untuk kecantikan.

Apalagi, minyak cengkih mengandung zat eugenol yang merupakan zat antibakteri.

Kamu pun bisa memanfaatkannya untuk mengatasi jerawat, pembengkakan kulit, hingga masalah bakteri pada kulit.

6. Mengontrol Kadar Gula Darah

Penelitian lain menyebutkan manfaat minyak cengkeh mampu mengontrol kadar gula darah dalam tubuh.

Senyawa bernama nigericin yang terkandung di dalam cengkeh adalah penyebabnya.

Dalam penelitian tersebut diketahui bahwa senyawa nigericin memiliki efek yang baik untuk mengatasi diabetes pada manusia dan juga tikus.

Pasalnya, nigericin mampu menyerap gula darah ke sel dengan lebih baik, meningkatkan sekresi insulin, hingga memperbaiki fungsi sel-sel penghasil insulin.

7. Manfaat Minyak Cengkeh untuk Mengobati Infeksi Jamur

Selain memiliki kandungan antimikroba, antiinflamasi, dan antioksidan, minyak cengkeh juga memiliki kandungan antijamur.

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Oral Microbiology and Immunology Journal menyebutkan minyak cengkih efektif membasmi penyakit yang diakibatkan jamur.

Penelitian yang dikutip oleh Sehatq itu menyebutkan, salah satu penyakit jamur yang bisa diobati yaitu kandidiasis yang disebabkan oleh jamur Candida albicans.

Selain itu, minyak cengkih juga efektif memberantas parasit usus yang menjadi penyebab diare serta gangguan pencernaan lainnya.

Jarak Tanam Cengkeh yang Benar

Artikel ini mengupas mengenai jarak tanam cengkeh dalam budidaya cengkeh yang baik dan benar yang bisa kamu jadikan sebagai tolak ukur keberhasilan tanaman anda.

Cengkeh adalah tangkai bunga kering beraroma dari keluarga pohon Myrtaceae. Pohon cengkeh merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh dengan ketinggian 10-20 m.

Cengkeh akan dipanen jika mencapai panjang 1,5-2 cm. Komoditas tanaman ini dari dulu hingga sekarang masih mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi.

Tahukah sahabat Cengkeh dapat digunakan sebagai bumbu, baik dalam bentuk utuh atau sebagai bubuk.

Minyak atsiri cengkeh memiliki fungsi anestesi dan antimikroba. Minyak cengkeh sering digunakan untuk menghilangkan bau mulut dan untuk meredakan sakit gigi.

Zat yang terkandung dalam cengkeh disebut eugenol, yang digunakan oleh dokter gigi untuk menenangkan saraf gigi.

Persiapan Lahan

Dalam mempersiapkan lahan, yang harus dilakukan adalah :

Pembersihan lahan (bekas tunggak atau akar kayu yang dapat menyebabkan rayap atau jamur akar) yang kemudian dilanjutkan dengan pengolahan tanah.

Pembuatan lubang tanam yang biasanya disiapkan sejak bulan Juli sampai dengan September dan ditutup pada bulan Oktober, tujuannya agar lubang dan tanah galiannya terkena panas yang cukup lama.

Ukuran (panjang, lebar, dan kedalaman) yang biasa digunakan dalam pembuatan lubang tanam yaitu: (i) 60 x 60 x 60 cm, (ii) 80 x 80 x 80 cm, dan (iii) 1 x 1 x 1 m.

Pada 2 minggu sampai 1 bulan sebelum tanam, tanah diberi pupuk kandang yang telah menjadi tanah atau kompos sebanyak 5-10 kg/pohon. Untuk mengatur kelebihan air perlu dibuat saluran drainase yang cukup.

Penanaman

Penanaman dilakukan ketika semua persiapan sudah mencapai hampir 90% dari media, alat dan bahan. seperti terasering telah baik, Tempat teduh alami atau buatan telah disiapkan, lubang tanam yang memenuhi syarat telah ditutup, dan jarak tanam yang telah ditentukan.

Jarak yang digunakan dalam penanaman cengkeh tidak sama tergantung pada ketinggian dan kemiringan lahan.

Jarak di tanah datar 8 m x 8 m = 156 pohon dan di tanah sedikit miring setidaknya 6 m x 6 m = 256 pohon, atau bisa bervariasi 8 m x 6 m = 200 pohon, 6 m x 7 m = 238 pohon, 7 m x 8 m = 178 pohon.

Jika ada gangguan yang dapat merugikan, jarak dapat dibuat lebih dekat, misalnya 4 m x 4 m = 625 pohon.

Penanaman cengkeh dilaksanakan pada awal musim hujan. Dalam penanaman dilakukan juga pola tanam campuran (polikultur) dengan sistem tanam pagar, yaitu memperkecil jarak tanam dalam baris (Timur-Barat) misalnya 12 m x 5 m atau 14 m x 6 m sehingga ruang yang tersedia untuk menanam atau sela-sela tanaman campuran.

Pemeliharaan

Setelah bibit cengkeh ditanam ke lapangan tahap selanjutnya adalah pemeliharaan. Pada tanaman cengkeh, pemeliharaan mrupakan periode yang panjang, yaitu selama tanaman yang diusahakan tersebut dianggap masih menguntungkan secara ekonomis.

Pengelolaan Lahan dan Tanaman

Penggemburan Tanah dan Sanitasi Kebun. Tanaman cengkeh yang berumur 1 – 5 tahun merupakan periode yang kritis, sekitar 10 – 30% tanaman yang telah ditanam di lapangan mengalami kematian atau perlu diganti/disulam karena berbagai sebab, seperti hama penyakit, kekeringan, kalah bersaing dengan gulma, atau penyebab lainnya.

Penggemburan tanah disekeliling tanaman di daerah sekitar perakaran di cangkul dangkal (± 10 cm) sekurang-kurangnya 2 kali setahun, pada awal dan akhir musim hujan sekaligus sebagai persiapan pemupukan.

Gulma atau alang-alang harus dibersihkan sampai akar-akarnya dengan cangkul/garpu atau dengan penyemprotan herbisisda.

Penyulaman

Waktu penyulaman sebaiknya dilakukan pada musim hujan, yaitu untuk menghindari kematian tanaman karena kekurangan air.

Bibit sulaman yang digunakan berasal dari sumber benih dan umur yang tidak jauh berbeda dengan tanaman yang telah ditanam.

Penyiraman

Pada awal pertumbuhan, tanaman cengkeh memerlukan kondisi tanah yang lembab, sehingga pada musim kemarau perlu adanya penyiraman. Setidak-tidaknya penyiraman dilakukan 2 – 3 kali sehari.

Penyiraman dilakukan pada sore hari setelah pukul 15.00 karena saat sore hari keadaannya sejuk dan tidak akan terjadi penguapan yang banyak sehingga air dapat diserap oleh akar dalam jumlah yang banyak.

Pada tanaman dewasa penyiraman kurang diperlukan lagi, kecuali pada kondisi iklim ekstrim kering.

Pemasangan Mulsa. Pemasangan mulsa dilakukan menjelang musim kemarau. Tujuannya untuk menjaga kelembaban tanah disekitar tanaman dan memberikan kondisi yang lebih baik bagi pertumbuhan akar.

Penyakit Tanaman Cengkeh

Penyakit Daun pada cengkeh. Penyakit yang sering menyerang daun antara lain : cendawan Glorosporium piperatum dan Cylindrocladium quinqeseptatum.

Penyakit ini banyak ditemukan ketika persemaian dan pertanaman, pada tempat-tempat yang terlampau gelap.

Ciri-ciri terdapat bercak kuning kecoklatan pada daun untuk kasus cendawan Glorosporium piperatum.

Sedangkan Cylindrocladium quinqeseptatum biasanya ditandai bercak-bercak merah atau merah kecoklatan yang dibagian tengahnya berwarna putih.

Untuk mengatasi dapat disemprot dengan Koperoxy-chloride 0,5%.

Pemanenan

Produk utama cengkeh adalah bunga, yang pada waktu dipanen kadar airnya berkisar antara 60 – 70%. Waktu yang paling baik untuk memetik cengkeh adalah sekitar 6 bulan setelah bakal bunga timbul, yaitu setelah satu atau dua bunga pada tandannya mekar dan warna bunga menjadi kuning kemerah-merahan dengan kepala bunga masih tertutup, berisi dan mengkilat.

Pemungutan bunga cengkeh dilakukan dengan cara memetik tangkai bunga dengan tangan, kemudian dimasukkan ke dalam kantong kain atau keranjang yang telah disiapkan, menggunakan tangga segitiga atau galah dari bamboo, serta tidak merusak daun disekitarnya saat pemetikan.

Waktu panen sangat berpengaruh terhadap rendemen dan mutu bunga cengkeh serta minyak atsirinya.

Setelah cengkeh dipanen, rontokkan cengkeh secara manual atau menggunakan mesin cengkeh agar lebih efisien.