Cara Membuat Pupuk Dari Daun Bambu yang Simpel
Bingung cara membuat pupuk dari daun bambu? pusing karena tidak dapat menemukan tutorial? Tenang, pada artikel kali ini saya akan mengajarkan tutorialnya. Jika Anda penasaran untuk mencobanya, saya akan memberikan panduan cara membuat pupuk dari daun bambu.
Pengertian Pohon Bambu
Bambu yaitu tanaman hutan yang bukan berkayu. Bambu banyak tumbuh di wilayah Indonesia mulai dataran rendah hingga dataran tinggi. Pohon bambu tumbuh di kawasan yang kering dan tidak tergenang air. Pohon bambu dikenal sebagai tumbuhan yang bisa digunakan buat apa saja, artinya pohon bambu merupakan bagian dari tubuhnya yang dapat digunakan oleh manusia.
Karena akar bisa dimanfaatkan untuk kerajinan, batang bisa dimanfaatkan untuk konstruksi dan rebung bisa digunakan menjadi bahan makanan. Dari sekian banyaknya manfaat yang diperoleh bambu, terdapat satu bagian dari bambu yang sering diremehkan, contohnya daunnya. Kita kerap melihat daun bambu berjatuhan serta berserakan dan terlihat seperti sampah. Banyak orang menganggapnya tidak bermanfaat.
Daun bambu tidak bisa dimakan atau digunakan untuk keperluan bangunan, tapi jangan salah, daun bambu bisa dimanfaatkan untuk pupuk tanaman. Kompos daun bambu terdiri dari daun bambu kering yang sudah busuk dan banyak dijumpai di daerah rumpun bambu. Unsur hara yang banyak terdapat dalam daun bambu yaitu fosfor (P) dan kalium (K), unsur hara makro primer yang diperlukan tanaman pada jumlah banyak.
Lantaran memiliki unsur hara P serta K pada daun bambu cukup besar, jadi sangat bagus digunakan untuk campuran kompos saat media tanam. Nutrisi penting lainnya yang berada pada daun bambu yaitu silika (Si). Bagi kamu yang kerap ke toko pertanian untuk membeli pupuk pasti sudah melihat pupuk silika yang tertentu dijual.
Asam silikat adalah salah satu unsur hara yang sangat penting untuk tanaman, meskipun tidak merupakan unsur hara esensial (unsur hara yang perannya tidak dapat tergantikan). Asam silikat tergolong dalam kategori nutrisi fungsional, nutrisi yang ditujukan untuk tanaman khusus contohnya padi dan tebu.
Beragam manfaat penting dari unsur hara ini yaitu bisa meningkatkan ketahanan tanaman dari hama dan penyakit, memperkuat batang tumbuhan, dan memperpanjang umur simpan tumbuhan sehingga tidak gampang busuk.
Cara Membuat Pupuk Dari Daun Bambu

- Cacah daun bambu dan bahan organik lainnya menjadi ukuran yang lebih kecil supaya lebih mudah diurai.
- Campur semua bahan kering yang telah dicacah menjadi satu, kemudian aduk sampai tercampur rata.
- Bikin tetes tebu menggunakan campuran 1 takaran tutup botol EM4 ke dalam larutan air gula.
- Lalu tambahkan dedak ke dalam campuran molase, kemudian aduk sampai merata.
- Tuang larutan molase secara merata pada campuran bahan kering. Pastikan semuanya mengenai larutan tetes tebu, kemudian tutup campuran tersebut menggunakan terpal supaya proses penguraian bahan organik menjadi pupuk berjalan baik. Diamkan sekitar 4 sampai 7 hari.
- Jangan lupa periksa kondisi campuran setiap hari. Ketika campuran di atas telah panas, campur adonan menggunakan cara membalikan adonan supaya tahap penguraian dapat merata serta tidak membusuk. Lakukan tahap di atas sekitar 7 sampai 14 hari.
- Kalau adonan telah gembur dan tidak panas, berarti tahap penguraian telah selesai dan pupuk siap dipakai. Kalau ingin lebih praktis dapat memakai mesin pencacah kompos dan chopper pencacah sampah ukuran mini.
Baca Juga : Cara Membuat Humus Daun Bambu yang Mudah dan Praktis
Nah, itu saja untuk tutorial cara membuat pupuk dari daun bambu pada artikel kali ini. Cukup mudah, bukan? Selamat mencobanya serta semoga berhasil, dan jika tutorial pada artikel ini bisa membantu kamu, jangan lupa untuk membagikan ilmu kamu kepada orang-orang di sekitar kamu agar mereka semua dapat mengambil manfaatnya. Sekian dari saya, terima kasih.
Apakah kamu tertarik ingin membaca artikel tentang : Cara Fermentasi Jerami Sistem Terbuka yang Mudah