Cara Membuat Geplak Bantul Yang Sedap

cara membuat geplak bantul

Cara membuat geplak Bantul -Geplak merupakan panganan khas dari daerah Bantul, dimana geplak ini dibuat dari adonnan gula aren, gula pasir, serta kelapa parut dan mengahsilkan rasa yang manis dan lezat. 

geplak ini sendiri ada yang bilang sebagai panganan khas warga Betawi dengan sedikit tambahan bahan lain seperti tepung beras serta daun jeruk.

Dalam artikel kali ini akan dibahas tentang apa resep serta bagaimana cara membuat geplak ini.

Berikut cara membuat geplak Bantul:

Bahan :

  • 1 kg tepung beras (kwalitas baik).
  • 350 gram kelapa parut.
  • 750 gram gula pasir.
  • 450 ml air matang atau air galon.
  • Garam secukupnya.

Cara Membuat Geplak Bantul:

  1. Pertama, siapkan wajan kemudian sangrai tepung beras sampai tepung benar-benar mengering.
  2. Selanjutnya masukkan pula kelapa parut kedalam tepung beras yang disangrai tadi sambil diaduk rata kemudian angkat dan sisihkan.
  3. Setelah itu, siapkan panci kemudian rebus air bersama gula pasir sampai mendidih lalu diamkan sejenak dengan menggunakan api kecil.
  4. Tuangkan adonan tepung beras dan kelapa parut kedalam larutan gula lalu sambil diaduk cepat sampai adonan mengental dan angkat.
  5. Terakhir, siapkan cetakan kemudian bentuk adonan sesuai dengan bentuk aslinya atau bisa dibentuk sesuai selera. kemudian dinginkan agar adonan mengeras.

Sejarah Geplak

 

Dari jaman dulu hingga jaman sekarang, Geplak terkenal sebagai jajanan tradisional khas dari kota Yogyakarta. Walaupun sebenarnya makanan ini berasal dari Bantul.

Ternyata, di Betawi juga ada geplak. Namun di Betawi, bahannya menggunakan gula tebu.

Warnanya putih keabu-abuan saja. Makanan ini hanya muncul di acara pernikahan adat Betawi tradisional.

Geplak Bantul sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda. Pada saat masa penjajahan Belanda, Bantul terkenal sebagai kota penghasil gula tebu terbaik di Pulau Jawa.

Terdapat 6 pabrik gula pada saat itu. Sekarang, hanya tinggal pabrik gula Madukismo. tidak hanya sebagai penghasil gula tebu.

Tak hanya itu, Kota bantul juga penghasil gula kelapa. Lokasi geografis Bantul di daerah Pantai Selatan membuat pohon kelapa tumbuh subuh.

Gula Tebu hanya untuk kolonial Belanda sementara masyarakat pribumi hanya menggunakan gula kelapa.

Pada saat paceklik masyarakat Bantul kesulitan mendapat bahan pangan. Maka terciptalah Geplak.

Rasa manis gula aren dan campuran tepung beras parutan kelapa lumayan bisa mengganjal perut yang kelaparan.

Oleh sebab itu ciri khas Geplak Bantul adalah rasa gula kelapa. Akan tetapi, Disini aku pun belum mengerti asal usul nama Geplak sampai saat ini.

Akan tetapi pada saat ini, sudah banyak sekali penjual yang memakai gula tebu. Menurut mereka, gula tebu dapat membuat warna Geplak lebih menonjol.

Gula kelapa hanya digunakan untuk membuat Geplak coklat. Ada banyak varian rasa, antara lain, coklat, vanila, pandan, strawberry dan durian.

Harganya tergolong murah. Antara Rp 10.000 – Rp 25.000. Tergantung dari kemasan dan merk.

Ada yang dikemas mika dengan berbagai ukuran. Ada juga yang dikemas dalam besek (kotak yang terbuat dari sesetan bambu).

Geplak baru tanpa menggunakan bahan pengawet dapat tahan 1 minggu dalam suhu ruang yang dingin. kalau Anda membeli jangan ragu/sungkan untuk mencium Geplak terlebih dahulu.

Geplak baru kombinasi aroma kelapa dan gulanya harum. Jika ada aroma minyak atau agak tengik lebih baik jangan dibeli.

Macam-Macam Geplak :

 

Ketika kita berwisata di kota Yogyakarta terutama daerah Bantul pasti kita sering menemui sebuah jajanan atau kue untuk oleh-oleh yang berwarna-warni, dan jika dimakan rasanya sangat dominan dengan rasa manis.

Kue ini memiliki nama Geplak yang dibuat menggunakan adonan parutan kelapa dan gula yang sudah sangat populer di masyarakat.

Dan kabarnya saat ini juga tidak hanya tersedia di kota Yogyakarta saja, akan tetapi sudah tersebar luas di seluruh nusantara.

Kabarnya kue Geplak khas Bantul ini sudah ada sejak jaman kolonial Belanda, karena pada masa itu daerah ini sebagai salah satu sentra penghasil gula tebu.

Akan tetapi apabila ditinjau dari letak geografisnya, Bantul terletak di pesisir selatan yang juga sebagai daerah penghasil buah kelapa sehingga oleh sebab itu secara otomatis juga penghasil gula kelapa.

Tidak hanya Geplak khas Bantul Yogyakarta, nyatanya juga ada kue sejenis lain dari Betawi yang diberi nama Geplak Betawi atau Geplak Bakar yang pastinya juga mempunyai rasa yang sangat khas.

Berdasarkan dari sebuah sumber, terdapat geplak betawi yang dibuat khusus untuk berbagai keperluan acara/kegiatan seperti hantaran pengantin Betawi, hidangan keluarga Betawi, da juga perayaan hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Namun sayangnya kue khas dari Betawi ini kabarnya sekarang sulit untuk dijumpai dipasaran dan hanya ada dibeberapa tempat saja, itupun juga terbatas.

Menariknya lagi tak hanya kedua jenis Geplak diatas, dalam perkembangannya Geplak yang pada umumnya dibuat menggunakan parutan kelapa setengah tua.

di sekitar daerah Getasan Kaupaten Semarang terdapat daerah yang mengembangkan kue ini dengan cara membuat Geplak yang cara membuatnya menggunakan buah Waluh atau Labu.

Geplak Waluh ini diciptakan oleh Nanik bersama suaminya yang bernama Slamet, karena mereka melihat berlimpahnya ketersediaan buah Labu didaerah sekitar tempat mereka tinggal.
Kabarnya Geplak Waluh juga sudah tersebar dibeberapa daerah untuk oleh-oleh, dan apabila anda sedang berlibur ke Kota Salatiga.

anda juga bisa mendapatkannya dibeberapa toko oleh-oleh dikota tersebut, atau berkunjung langsung ke tempat produksi Geplak Waluh di Getasan Kab.Semarang sekitar 10KM dari Salatiga.

Nah seperti itulah macam-macam kue Geplak manis yang dapat menambah aneka ragamnya  kue-kue khas tradisional Indonesia.

Mungkin saja di kemudian hari kue Geplak juga akan bertambah jenisnya dibeberapa daerah yang berbeda.
sehingga bagi kalian para penggemar kuliner menjadi semakin dimanjakan akan hadirnya beraneka ragam kue khas tradisional.

Jajanan Khas Kota Jogja:

jajanan khas kota jogja

1. Bakpia

Siapa tak mengenal bakpia? Camilan ini sudah melekat dan identik dengan Yogyakarta.

Bakpia adalah kue yang dibuat menggunkan adonan tepung terigu yang berisi kacang hijau dan dimasak dengan cara dipanggang.

Bakpia juga erat hubungannya dengan budaya Tionghoa. Dahulu, bakpia diisi dengan daging babi, namun karena pengaruh Islam di Jawa, isi bakpia kemudian diganti dengan kacang hijau yang telah dicincang dan diberi rasa manis dari gula.

Saat ini, bakpia sudah mengalami banyak perkembangan. Berbagai varian rasa pun mulai diciptakan guna menarik perhatian pembeli.

Anda bisa membeli bakpia dengan rasa durian, coklat, keju, kumbu hitam dan berbagai varian rasa lainnya.

2. Yangko

Ini dia kue moci khas Yogyakarta. Yangko memang mirip sekali dengan kue moci, jajanan yang terbuat dari tepung beras ketan ini memiliki tekstur yang kenyal, berisi kacang cincang dan rasanya manis legit persis kue moci.

Yangko memiliki penampilan yang sangat menarik, dengan bentuk kotak dan warna-warni cerah serta taburan tepung. Satu kotak yangko umumnya berisi 30 buah dengan rasa yang bervariasi.

Salah satu produsen yangko yang populer di kota Yogyakarta adalah Yangko Pak Prapto.

Yangko Pak Prapto juga disebut sebagai yangko generasi pertama karena telah ada sejak tahun 1921.

3. Gudeg Kering

Menyukai gudeg tapi khawatir basi saat ingin membawa pulang makanan ini? Tenang. Anda bisa membawa gudeg kering sebagai oleh-oleh untuk keluarga di rumah.

Gudeg sebenarnya ada dua jenis, gudeg basah dan gudeg kering. Untuk dibawa pulang ke kota asal, tentunya gudeg kering lebih cocok.

Gudeg kering tak banyak berbeda dari gudeg basah, hanya saja proses memasaknya membutuhkan waktu yang lebih lama dan rasanya yang cenderung lebih manis dari gudeg basah.

Gudeg kering bisa bertahan sampai 3 hari, untuk penyimpanan lebih baik diletakkan di lemari es.

Salah satu tempat yang menjual gudeg jenis ini adalah Gudeg Yu Djum yang terletak di Jalan Kaliurang 5, Yogyakarta.

Di sini, Anda bisa menyantap gudeg di tempat atau memesan paket untuk di bawa pulang.

Gudeg yang dibawa pulang biasanya dikemas dalam besek atau kendil, sesuai keinginan Anda.

4. Coklat Monggo

Tidak usah jauh-jauh pergi ne negara Belgia agar dapat merasakan sensasi nikmat coklat.

Di kota Yogyakarta, Anda dapat menikmati coklat Yogyakarta dengan cita rasa Belgia, namanya Coklat Monggo.

Coklat Monggo diolah menggunakan biji coklat pilihan yang diperoleh dari Jawa, Sumatera dan Sulawesi.

Pemilik Coklat Monggo ini adalah pria berkebangsaan Belgia, sehingga ia tahu benar bagaimana cara meracik coklat yang tepat dan menciptakan rasa yang nikmat khas coklat belgia.

Walaupun pemilik coklat monggo ini adalah orang asing, Coklat Monggo tetap membawa unsur budaya Jawa. Hal ini dapat dilihat dari namanya, ‘monggo’, yang dalam bahasa Jawa mempunyai arti yaitu ‘silakan’.

selain terlihat dari kemasan coklat yang menampilkan gambar wayang. Tidak hanya itu, Coklat Monggo juga sangat ramah lingkungan.

Kemasannya dibuat menggunakan kertas daur ulang bersertifikat yang aman untuk kemasan makanan.

5. Salak Pondoh

Keberadaan Gunung Merapi kelihatannya memberikan berkah tersendiri bagi warga Yogyakarta dan sekitarnya.

Tanah di beberapa daerah seperti Magelang, Sleman dan Muntilan sangat baik dan cocok untuk budidaya buah salak pondoh.

Salak pondoh mempunyai ciri khas daging yang kering berwarna putih dan mempunyai rasa yang manis segar. Sekali mencobanya, tak akan cukup satu buah salak pondoh.

Yang menarik dari salak pondoh yaitu, terdapat satu tempat agrowisata salak pondoh yang terletak di Kampung Gandung, Bangunkerto, Sleman.

Kawasan seluas 27 hektar ini mempunyai perkebunan salak dilengkapi dengan taman bermain anak, kolam pancing dan juga kolam renang.

Tidak hanya dapat membeli salak di kawasan agrowisata, Anda juga dapat dengan mudah menemukan salak pondoh ini di kios-kios buah di sepanjang jalan kota.

Sekian pembahasan mengenai Cara Membuat geplak bantul