Cara Budidaya Ikan Gurame Dijamin Berhasil

Cara budidaya ikan gurame akhir-akhir ini memang sedang dicari-cari. Dikarenakan budidaya ikan gurame bisa menjadi pilihan yang tepat dalam memulai usaha. Permintaan terhadap ikan air tawar hampir tak pernah surut. Karena memang kebutuhan ikan air tawar adalah untuk konsumsi harian, sehingga selalu laris di pasaran.

Sebelum kita mengetahui bagaimana cara budidaya ikan gurame lebih baik jika kita mengetahui ukuran benih dan harga dari benih tersebut.

Ukuran dan Harga Benih dari Ikan Gurame

Ukuran benih usaha budidaya ikan gurame cukup bervariatif. Semakin besar ukuran dari ikan gurame tersebut, maka harganya pun lebih mahal. Maka disarankan untuk membeli benih yang berukuran lebih dari 2 cm, bukan mengambil dalam bentuk benih telur ikan.

Dikarenakan jika kita ternak gurame dari yang berbentuk telur, perawatannya jauh lebih sulit. Karena butuh penjagaan lebih untuk menjaga telurnya menetas dengan baik.

Harga benih Ikan Gurame, sesuai dengan ukuran masing-masing benih dari ikan gurame tersebut :

  • Ikan Gurane yang berukuran 2-3cm seharga Rp 135 per ekor
  • Ikan Gurane yang berukuran 3-4 cm seharga Rp 150
  • Ikan Gurane yang berukuran 3-5 cm seharga Rp 175
  • Ikan Gurane yang berukuran 4-6 cm seharga Rp 200
  • Ikan Gurane yang berukuran 5-7 cm seharga Rp 300
  • Ikan Gurane yang berukuran jempol tangan orang dewasa seharga Rp 500.

Budidaya ikan gurame memang memiliki hasil yang cukup menjanjikan. Akan tetapi, yang perlu diketahui adalah bagaimana cara budidaya ternak ikan tawar ini dan menerapkan tips nya dengan benar guna memperolah hasil yang optimal.

Jenis Kolam Budidaya Ikan Gurame

  • Kolam Semen

    Jenis kolam budidaya ikan gurame yang pertama yaitu kolam berbahan dasar semen. Karena ini merupakan jenis kolam yang tidak alami.

  • Kolam Tanah

    Yang pertama dilakukan yaitu harus menggali kolam sesuai dimensinya. Kemudian taburkan gamping dolomite (kapur) untuk membunuh organisme atau penyakit pada kolam dari tanah yang sudah digali.

  • Kolam Terpal

    Kolam terpal bisa menjadi alternatif budidaya ikan gurame di lahan yang sulit air untuk menampung air hujan. Untuk perawatan jenis kolam ini juga tergolong praktis dikarenakan kolam jenis terpal ini dapat dengan mudah dibongkar dan lahan juga bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya.

 

Cara Budidaya Ikan Gurame

cara budidaya ikan gurame

Setelah memilih jenis kolam dan juga memiliki kolam untuk budidaya ikan gurame. Kemudian, mengolahnya sampai akhirnya siap untuk ditebarkan benih, maka benih yang sudah kamu pilih siap untuk mulai dibudidayakan.

Pada hari pemindahan ke kolam dan pada hari pertama dimasukkan ke kolam, ikan gurame tidak perlu diberi makan pellet. Sehingga ikan akan berpuasa selama dua hari.

Setelah dua hari ikan gurame baru diberi pakan yang terdiri dari pellet 4 kilogram, ditambah 2 tutup botol cairan pemacu pertumbuhan ikan, 1 tutup botol penutrisi ikan (Spf), 3 tetes tebu, dan 1 liter air. Alternatif pakan ikan gurame yaitu pakan organik berupa bekatul yang mana dapat diperoleh dari mesin giling sekam, ampas tahu, daun papaya, gedebok pisang, dan kotoran sapi atau ayam kering.

Pada saat musim pancaroba, sebaiknya budidaya ikan gurame tersebut diberikan pakan tambahan tidak hanya berupa pakan pellet. Pakan tambahan dapat berupa dedaunan. Seperti daun papaya, kangkung, dan daun lumbu.

Hal ini perlu diperhatikan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi sehingga dapat terhindar dari penyakit. Jika pakan yang kita berikan mengambang di kolam maka tandanya ikan sudah kenyang atau pemberian pakan harian dapat dikatakan cukup.

Perhatikan pemberian pakan yang cukup, juga perhatikan kualitas dan tingkat keasaman air. Agar tidak terjadi panen dini, bisa diberikan garam ikan untuk mencegah kerugian.

Masa budidaya ikan gurame sekitar 10 sampai 12 bulan dengan bobot rata-ratanya 800 gram hingga 1 kilogram per ekor. Harga jual ikan gurame konsumsi dengan ukuran yang sedang sekitar Rp 20 ribu-an per kilogram, gurame soang ukuran besar sekitar Rp 45 ribu per kilogram, dan untuk kualitas super seharga Rp 60 ribu per kilogram.

Jika dalam satu kolam menampung sekitar 1000 ekor, maka yang dapat dihasilkan bisa mencapai sebesar Rp 60 juta sekali panen.

Sekian ulasan kami tentang cara budidaya ikan gurame, semoga dapat bermanfaat dan selamat mencoba.

 

Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal dengan Kiat-Kiat nya

Cara budidaya ikan Nila di Kolam Terpal tidaklah sesulit yang dibayangkan. Ikan nila masih merupakan kerabat dengan ikan mujair. Kedua ikan tersebut memiliki sifat yang mirip. Yaitu mudah untuk berkembang biak dan juga memiliki kemampuan beradaptasi yang baik. Ikan Nila banyak ditemukan di alam bebas pada perairan air tawar antara lain seperti sungai, danau, rawa, dan danau. Suhu yang optimal bagi pertumbuhan ikan Nila sekitar 25-30 derajat celcius dengan pH pada air sekitar 7-8.

Selain itu budidaya ikan nila di kolam terpal dapat menjadi pilihan yang efektif dan efisien dalam proses budidaya ikan nila. Terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam cara budidaya ikan nila di kolam terpal  antaralain yaitu pemilihan benih, tips memelihara ikan nila, pemberian pakan.  Berikut adalah cara budidaya ikan nila di kolam terpal.

Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal

 

 

1. Memilih benih untuk Budidaya Ikan Nila

cara budidaya ikan nila di kolam terpal

Pemilihan benih ikan nila merupakan faktor penting yang akan menentukan tingkat keberhasilan ternak ikan nila. Untuk hasil yang optimal maka sebaiknya menggunakan benih ikan berjenis kelamin jantan. Dikarenakan pertumbuhan pada ikan nila jantan 40% lebih cepat dari pada ikan nila yang berjenis kelamin betina.

Ternak ikan nila yang berjenis monosex (berkelamin semua) lebih produktif dibanding dengan yang campuran. Karena ikan nila mempunyai karakteristik mudah memijah (melakukan perkawinan). Sehingga jika ikan nila dilakukan secara campuran, energi ikan akan habis untuk memijah dan pertumbuhan bobot ikan menjadi sedikit terhambat.

Saat ini sudah banyak yang menyediakan bibit dari ikan nila jenis monosex. Jika sulit untuk mendapatkannya, bibit ikan nila monosex bisa dibuat sendiri. Dengan mengikuti panduan dan cara yang terpercaya.

2. Pemilihan Kolam Terpal

Budidaya ikan nila dapat menggunakan berbagai jenis antaralain yaitu kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, jaring terapung hingga tambak air payau. Dari beberapa jenis kolam tersebut, yang paling efisien yaitu kolam terpal.

Caranya dengan menggunakan kolam terpal yang bisa disesuaikan dengan lahan di belakang ataupun depan rumah.

Cara budidaya nila di kolam terpal memiliki kelebihan yaitu:

Tahan lama

Karena memakai bahan terpal premium dengan kualitas teratas, maka kolam terpal ini bisa dipakai sampai bertahun-tahun tanpa diganti. Apalagi dengan begitu, biaya perawatan kolam pun bisa dipangkas untuk digunakan pada hal lain.

Lebih bersih

Tempat pembuangan air pada kolam terpal ini sudah dipusatkan pada satu abgian, sehingga lebih bersih dan lebih mudah dalam pembuangan dan penggantian air. Apalagi dengan begitu kualitas air dalam kolam ikan ini semakin terjaga dengan baik.

Minim Kanibalisme ikan

Maksudnya adalah ikan bisa saja menjadi saling memakan dan melukai karena keadaan dalam kolam yang kurang baik. Tapi tidak jika menggunakan kolam terpal produksi terbaik ini. Nihilnya sudut mati pada kolam membuat ikan bergerak leluasa dalam kolam dan bisa meningkatkan kemungkinan keberhasilan panen.

Oksigen terjaga

Perkembangan ikan dalam kolam bisa didapatkan bila adanya cukup oksigen dalam kolam, hal ini bisa diberikan oleh kolam terpal ini.

3.Tips Cara Memelihara Ikan Nila di Kolam Terpal 

Beberapa tips memelihara ikan nila:

  1. Gunakan air tawar yang jernih, bukan air laut. Pilihlah air dari PAM atau bisa juga dari dumur bor yang terjamin kualitasnya.
  2. Pastikan letak pembuangan air pada kolam terpal yang sudah dibeli. Hal ini penting karena sebagai saluran pembersihan air kolam terpal.
  3. Saat membersihkan kolam terpal, gunakanlah bahan alami untuk menghilangkan bahan kimia yang bisa saja menempel pada kolam tersebut. Jangan sampai bahan kimia yang berbahaya masih menempel pada kolam terpal dan memengaruhi pertumbuhan ikan.
  4. Setelah membersihkan kolam terpal, keringkan dulu di bawah sinar matahari langsung untuk membersihkannya secara utuh. Diamkan selama satu hari penuh sebelum digunakan kembali.
  5. Letakkan kolam terpal dekat dengan tempat penampungan air atau bisa juga sumber langsung air.
  6. Pastikan ukuran kolam terpal saat membelinya dan saat pemasangan. Jangan sampai terjadi perbedaan karena akan memengaruhi banyaknya benih ikan yang sudah dibeli sebelumnya.

4. Pemberian Pakan

Pengelolaan pakan sangat perlu diperhatikan pada ikan nila. Biaya pakan termasuk menguras biaya dalam budidaya ikan nila. Maka dari itu dapat memberikan dua jenis pakan yaitu pakan buatan pabrik dan pakan alternatif. Bahan pembuatan pakan alternatif antara lain bisa dengan daun talas, Kangkung, dan dedak bekatul yang bisa didapatkan dari hasil mesin giling sekam.

Pemberian pakan berupa pelet dengan kadar protein 20-30%. Ternak pada ikan nila membutuhkan pakan sebanyak 3% setiap harinya dari berat tubuhnya . Pemberian pakan pada ikan nila bisa dilakukan pada pagi juga sore hari.

Sekian ulasan kami tentang cara budidaya ikan nila di kolam terpal. Semoga dapat bermanfaat dan selamat mencoba!.

 

Cara Menggemukan Sapi Kurus Efektif dan Efisien !

Cara menggemukan sapi kurus memang banyak dicari-cari oleh para peternak sapi. Dikarenakan sapi yang gemuk dan berbobot lebih besar memiliki nilai tambahnya. Sapi potong atau pedaging memang baiknya berbobot yang lebih besar dan ideal. Untuk menunjang nilai tambah dan juga penjualan ternak tersebut.

Untuk sapi potong atau pedaging biasanya proses penggemukan sapi kurus membutuhkan waktu sekitar 4-6 bulan lamanya. Sapi merupakan salah satu hewan yang paket komplit. Dimana dapat dimanfaatkan banyak sekali dari tubuhnya. Baik dari tenaga nya, daging nya, sampai kotorannya pun masih bisa dimanfaatkan maupun diolah yang menghasilkan.  Untuk lebih lengkap nya dapat membaca cara penggemukan sapi dengan Mudah !.

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas bagaimana cara menggemukan sapi kurus agar bobotnya bertambah dan ideal. Yang mana dapat mempunyai nilai tambah ternak tersebut.

Cara Menggemukan Sapi Kurus

cara menggemukan sapi kurus

  1. Kandang untuk penggemukan sapi/ Manajemen Kandang

Setelah mengetahui cara penggemukan sapi dengan beberapa tips maka yang perlu kita ketahui lebih lanjut adalah manajemen kandang sapi yang efektif seperti apa. Fungsi kandang sapi potong sebagai tempat berlindung dari panas dan hujan serta membatasi ruang gerak sapi agar terjadi penimbunan daging dan lemak. Pesyaratan kandang sapi potong meliputi sebagai berikut:

•  Lokasi jauh dari pemukiman
• Kandang harus lebih tinggi dari jalan untuk mencegah adanya genangan air
• Didalamnya terdapat tempat pembuangan limbah, dan ventilasi yang cukup
• Sumber air mudah didapat di sekitar kandang
• Karakter dari konstruksi kandang sapi potong tersbut harus kuat dan kokoh

Tipe kandang sapi potong yang efektif adalah kandang ganda. Dalam kandang tersebut terdapat 2 baris sapi yang saling berhadapan, kemudian dibuat gang diantaranya supaya memudahkan pemberian pakan dengan jarak kurang lebih 1,5 meter.

2. Resum Pakan Ternak

Pakan ternak sapi merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam usaha ternak sapi. Dikarenakan pakan ternak sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan yang akan dialami oleh sapi tersebut.

Kebanyakan para peternak sapi memberikan rumput sebagai pakan ternak nya. Akan tetapi alangkah baiknya jika diimbangi dengan pakan ternak sapi fermentasi. Juga pakan ternak sapi yang merupakan pakan ternak sapi konsentrat. Karena kebutuhan pakan sapi juga sangat membantu hewan ternak yaitu sapi untuk menambah nutrisi dan gizi yang dibutuhkan.

Dalam memilih bahan pakan ternak sapi, ada beberapa hal yang harus diketahui:

• Pakan mudah didapatkan.
• Mengandung zat gizi yang tinggi.
• Tersedia setiap waktu, harga ekonomis (jika beli).
• Dapat diganikan dengan pakan alternatif, asalkan kandungan gizi yang sama.
• Memastikan tidak beracun, tidak di palsukan, dan tidak rusak.

Hijauan merupakan makanan pokok untuk ternak yang terdiri dari dedaunan, rumput, atau kacang kacangan. Setiap hari rata-rata seekor sapi membutuhkan 10% hingga 12% pakan berupa hijau-hijauan juga pakan tambahan dari 1-2% dari bobot sapi tersebut.

Pemberian pakan hijau-hijauan diberikan sebanyak 3 kali sehari. Hal yang perlu diperhatikan selain pakannya, ternak sapi juga membutuhkan suplemen sebagai penunjang pertambahan berat badannya. Suplemen yang baik bagi ternak sapi yaitu suplemen yang bebahan dasar organik atau suplemen organik cair. Juga usahakan suplemen tersebut mengandung lima jenis bakteri yang baik.

3. Cara Menggemukan Sapi Kurus dengan Cara Kereman

Cara Menggemukan Sapi Kurus  Dengan Kereman :

  • Sapi berada di kandang
  • Pakan dan air minum untuk ternak sapi tidak ada batasannya
  • Pakan berupa hijauan juga konsentrat
  • Sapi tidak boleh dipekerjakan
  • Pemberian obat cacing dan supplement secara rutin guna meningkatkan nafsu makan serta daya tahan tubuh
  • Lama proses penggemukan ini dilakukan selama kurang lebih 100 hari.

4. Pencegahan dan Pengobatan Sapi dari Penyakit

Tindakan pencegahan penyakit pada ternak sapi :

  • Menjaga kebersihan peralatan dan kandangnya, serta memandikan sapi secara rutin.
  • Melakukan karantina pada sapi yang sakit dan pada segera di obati agar tidak menular kepada ternak yang lainnya.
  • Menjaga lantai kandang selalu kering.
  • Mengontrol kesehatan sapi dan vaksinasi secara rutin.

Sekian ulasan kami terkait cara menggemukan sapi kurus, semoga dapat bermanfaat. Selamat mencoba !

 

Cara Membuat Kolam Terpal Di atas Tanah Dengan Mudah

Sebelum kita mengetahui cara membuat kolam terpal di atas tanah, Anda harus menyiapkan bahan utamanya yaitu terpal dan kerangka yang digunakan untuk menguatkan kolam. Ukuran dan ketebalan terpal akan beragam, bergantung pada merek terpal yang Anda gunakan. Kolam terpal memang dinilai lebih ekonomis dan praktis untuk digunakan, terlebih untuk para pembudidaya ikan air tawar yang baru mulai mencoba budidaya.

Ukuran terpal yang dibutuhkan bergantung pada luas kolam yang ingin Anda buat. Ketebalan terpal yang dimiliki juga berbeda-beda dan biasanya dibedakan dengan kode A2, A3, A5, A6, A7, A9, dan A12. Sementara, bahan kerangka yang digunakan bisa terbuat dari bambu atau kayu, pipa, atau batu bata.

Membudidayakan ikan dalam kolam terpal sebenarnya mudah, jika Anda mengetahui caranya dengan benar. Kolam terpal juga dapat digunakan untuk berbagai macam budidaya ikan, salah satu nya dapat digunakan untuk budidaya ikan lele. Referensi lebih lanjut bisa membaca  cara budidaya ikan lele untuk pemula dijamin berhasil !.

Dengan cara pembuatan ini, kami berharap teman-teman pemula yang ingin mulai berbisnis budidaya ikan dapat mencoba cara ini untuk persiapan budidaya ikan. Dari beberapa persiapan yang ada. Jangan ragu untuk memulai ya kawan-kawan.  Tidak ada salahnya untuk memulai. Hasil tidak akan mengkhiati usaha. Dibawah ini terdapat beberapa jenis kolam terpal ternyata. Yuk kita simak !

Jenis Kolam Terpal

Ada tiga jenis kolam terpal yang bisa Anda buat, yaitu kolam di atas tanah, kolam terpal di dalam tanah, dan kolam terpal masuk sebagian di dalam tanah. Teknik pembuatan masing-masing kolam berbeda-beda.

Cara Membuat Kolam Terpal di Atas Tanah

cara membuat kolam terpal di atas tanah

Berikut ini adalah cara membuat kolam terpal di atas tanah :

  1. Lahan yang digunakan untuk membangun kolam terpal harus diratakan terlebih dahulu. Bersihkan tanah dari benda-benda tajam yang bisa merobek terpal seperti kayu, pecahan batu, dan kaca.
  2. Tentukan titik-titik tiang kolam dan kemudian tancapkan pasak dari bambu dengan menggunakan batu.
  3. Rentangkan tali rafia untuk memudahkan Anda membuat kerangka kolam terpal.
  4. Pasang kerangka kolam sesuai dengan cara melingkari pasak yang sudah Anda buat. Setiap bagian ujung kolam kemudian dipaku agar kerangka kolam menjadi lebih kuat.
  5. Buat saluran pembuangan air di salah satu sisi bagian kolam. Pasang dan padatkan sekeliling pipa dengan menggunakan tanah.
  6. Simpan terpal yang akan digunakan di dekat salah satu sisi kolam, bagian biru terpal diletakkan pada bagian atas. Rentangkan terpal hingga ke sisi kolam yang lainnya.
  7. Rapikan terpal yang sudah dibentangkan ke semua sisi kolam. Sisi dan ujung kolam dirapikan dengan cara melipat terpal dan dipaku agar terpal tidak bergeser kemana-mana.
  8. Isi kolam dengan air agar bentuk terpal bisa disesuaikan dengan kerangka yang sudah dibuat.
  9. Rapikan sisi kolam lainnya dengan menancapkan paku pada kerangka kolam.
  10. Lubangi terpal yang menutupi saluran air dengan menggunakan pisau membentuk tanda plus secara hati-hati agar terpal tidak robek.
  11. Pasang pipa saluran yang sudah dibuat.
  12. Kolam sudah bisa diisi dengan air untuk diberi perlakuan terlebih dahulu sebelum mulai dimasuki benih ikan.

Sekian ulasan kami tentang cara membuat kolam terpal di atas tanah. Selain  itu juga terdapat penjelasan tentang 3 jenis kolam terpal yang berbeda. Juga terdapat penjelasan tentang jenis dari bahan bahan  ketebalan terpal dengan kode yang berbeda beda. Semoga ulasan kami dapat membantu dan bermanfaat bagi anda yang ingin  mencoba untuk mulai membudidayakan ikan. Selamat mencoba !

Cara Membuat Pakan Lele dari Dedak dan Ikan Asin Gampang Banget !

Pakan merupakan bagian terpenting dalam budidaya ikan lele. Cara membuat pakan lele dari dedak dan ikan asin memang termasuk  efektif dan efisien untuk memenuhi kebutuhan pakan lele. Akan tetapi, alangkah lebih baiknya jika kita mengetahui apa itu dedak dan nutrisi didalamnya yang dibutuhkan ikan lele tersebut.

Apa itu Dedak ?

cara membuat pakan lele dari dedak dan ikan asin

 

 

 

Dedak adalah limbah yang didapatkan hasil dari mesin giling sekam pengolahan padi menjadi beras dengan kualitas yang beragam tergantung pada varietas padinya. Dedak padi yaitu bagian dari kulit ari beras pada proses pemutihan beras.

Produksi dedak padi di Indonesia tergolong cukup tinggi sebanyak 4 ton setiap tahunnya dan di setiap kuwintal padi bisa memperoleh mencapai kurang lebih 18 sampai 20 gram.

Yang mana dedak padi mempunyai kandungan serat kasar yang terbilang tinggi yaitu sebanyak 13.5 % dengan energi kurang lebih berkisar antara 1640-1890 kkal/kg.

Akan tetapi dibalik kelebihannya, pakan yang terbuat dari dedak memiliki asam amino yang tergolong rendah juga dengan kandungan mineral dan vitaminnya.

Cara Membuat Pakan Lele dari Dedak dan Ikan Asin

Pakan ikan lele dari dedak, atau cara membuat pakan lele dari dedak termasuk cara alternatif untuk peternak untuk menunjang pertumbuhan ikan lele. Dikhususkan dalam cara ternak ikan lele dengan cara organik.

Berikut adalah langkah-langkah nya, yuk langsung kita simak caranya :

1. Persiapan Cara Membuat Pakan Lele dari Dedak dan Ikan Asin

Ini adalah bahan-bahan yang perlu untuk disiapkan antar lain yaitu :

  • Pelet 2.5 kilogram
  • Dedak 5 kilogram
  • Garam 5 sendok makan
  • Ikan asin 0.25 kilogram
  • Air 5 liter
  • Minyak goreng secukupnya.

2. Persiapan Wadah

Persiapkan wadah yang nantinya akan digunakan menaruh dedak dan bahan-bahan lainnya. Wadah yang dapat digunakan untuk menaruh dedak kasar atau halus yaitu ember besar untuk mencampur semua bahan yang sudah disiapkan.

3. Persiapan Bahan Tambahan

Untuk menyiapkan bahan tambahan atau campuran  maka kalian bisa menyiapkan pelet digunakan untuk melembutkan tekstur dari dedak halus maupun kasar. Dianjurkan untuk menggunakan jenis pelet yang mengandung 20% protein. Dikarenakan untuk menunjang pertumbuhan lele yang mana protein sangat bekerja dalam tubuh ikan lele.

4. Tambahkan Garam

Tambahkan garam dalam campuran adonan yang sudah dipersiapkan. Manfaat dari penambahan garam berfungsi sebagai pengawet dan menjaga nutrisi di dalam bahan bahan pembuatan pakan ini. Agar nutrisinya tidak mengalami kerusakan dalam proses memasak nya. Selain itu, dengan adanya penambahan garam aroma pakannya juga terjaga.

5. Tambahkan Minyak Goreng Sayur

Kemudian tambahkan minyak goreng sayur ke dalam ember sebagai campuran adonan dari pakan  lele tersebut. Manfaat penambahan minyak goreng sayur yaitu menambah aroma agar lebih menyengat dan sedap. Namun penambahan minyak goreng ini dianjurkan secukupnya saja.

6. Aduk Semua Bahan

Setelah semua bahan dijadikan satu maka campur sampai merata. Kemudian tambahkan air secukupnya, aduk sampai merata dengan perlahan sampai adonan mengental.

7. Mengukus Adonan

Langkah selanjutnya yaitu memindahkan adonan yang sudah jadi ke dalam panci untuk proses pengukusan. Kemudian, kukus adonan selama kurang lebih 1 jam. Apabila warna dari adonan sudah berubah menjadi coklat tua dan aroma sudah tercium, maka adonan sudah dapat dikatakan matang. Kemudian angkat adonan dan diamkan.

8. Siapkan Wadah Penyimpanan dari Hasil Cara Membuat Pakan Lele dari Dedak dan Ikan Asin

Langkah terakhir  yaitu menempatkan adonan dari pakan lele yang sudah matang dimasukkan tempat atau wadah yang mempunyai beberapa lubang kecil agar air dari pakan tersebut bisa keluar atau menguap. Setelah itu diamkan sekitar 24 jam atau selama semalaman.

Semoga ulasan kami dapat membantu dan bermanfaat bagi anda yang ingin  mencoba secara mandiri untuk membuat pakan alternatif bagi ternak anda. Selamat mencoba !