Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Tujuan Pengelolaan lingkungan hidup adalah mutlak dilakukan karena lingkungan sangat mempengaruhi kehidupan Manusia. Kehidupan manusia di muka bumi ini tidak terlepas dari sebuah peran serta lingkungan.

Sebagaimana manusia merupakan bagian dari suatu lingkungan. Bersama-sama dengan sebuah tumbuhan, hewan,serta mikroorganisme yang telah menjadi satu musim rantai makanan yang tidak akan terpisah.

Untuk itulah demikian, manusia harus memanfaatkan suatu sumber daya alam secara tepat, agar lingkungan tetap lestari dan sehat. Maka ada tujuan pengelolaan lingkungan hidup yang diterapkan.

A. Pengertian Dari Lingkungan

Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang terdapat di sekitar manusia. Serta yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung.

Lingkungan bisa dibedakan menjadi sebuah lingkungan biotik (benda yang hidup). Misalnya sebuah manusia, hewan,serta tumbuhan dan lingkungan  abiotik (benda mati).

Seringkali lingkungan ini yang terdiri dari sesama manusia disebut juga sebagai lingkungan sosial. Lingkungan sosial inilah yang membentuk sistem pergaulan yang sangat besar peranannya.

B.Lingkungan Yang Hidup

Secara lebih khusus, kita sering menggunakan suatu istilah lingkungan hidup. Untuk menyebutkan segala sesuatu yang berpengaruh terhadap suatu kelangsungan hidup segenap makhluk hidup di bumi.

Adapun berdasarkan  dalam sebuah UU No. 23 Tahun 1997. Lingkungan hidup adalah suatu kesatuan dari ruang dengan semua benda. Serta dan kesatuan dari makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia.

Kerusakan Terhadap Lingkungan Hidup

Berdasarkan suatu faktor penyebabnya, bentuk suatu kerusakan lingkungan hidup dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu sebagai berikut:

1.Kerusakan Dalam Lingkungan Hidup Akibat Peristiwa Alam.

Berbagai bentuk jenis bencana alam yang akhir-akhir ini banyak melanda Indonesia. Yang telah menimbulkan dampak rusaknya lingkungan hidup. Dahsyatnya suatu gelombang tsunami yang memporandakan bumi.

Serambi Mekah serta Nias, serta gempa kekuatan 5 skala Ritcher yang meratakan kawasan DIY dan sekitarnya. Merupakan contoh suatu fenomena alam yang dalam sekejap mampu merubah bentuk muka bumi.

2.Kerusakan Lingkungan Hidup Karena Faktor Manusia.

Manusia sebagai suatu penguasa lingkungan hidup di bumi berperan besar dalam menentukan kelestarian lingkungan hidup. Manusia sebagai suatu makhluk ciptaan Tuhan yang berakal budi.

Mampu merubah sebuah wajah dunia dari pola kehidupan sederhana sampai ke bentuk kehidupan modern seperti sekarang ini. Namun sayang sekali seringkali apa yang dilakukan manusia tidak diimbangi pemikiran.

Serta akan masa depan kehidupan generasi berikutnya. Banyak sebuah kemajuan yang diraih oleh manusia membawa dampak buruk terhadap kelangsungan lingkungan hidup.

Dampak Dari Pembangunan Terhadap Struktur Tanah

Aspek lingkungan adalah suatu dimensi khusus yang sebenarnya berfungsi sebagai alat penjaga dan penyelaras pola pembangunan. Terutama dari peran suatu lingkungan yang mensejahterakan.

Serta dan melindungi kehidupan manusia. Setidaknya dalam pembangunan yang berkelanjutan mensyaratkan sebuah 3 aspek pembangunan. Yaitu, aspek ekonomi, sosial budaya,serta lingkungan.

Tanah ini secara umum merupakan suatu benda alami heterogen. Yang terdiri atas sebuah komponen-komponen padat, cair, gas, serta mempunyai sifat serta perilaku yang dinamik.

Tanah merupakan suatu akumulasi tubuh alam yang bebas yang menduduki sebagian besar permukaan bumi. Serta dan mempunyai sifat-sifat sebagai akibat dari pengaruh iklim dan organisme.

Yang bekerja pada suatu batuan induk pada relief tertentu dan dalam jangka waktu tertentu. Dari berbagai unsur yang terkandung didalamnya, tanah merupakan suatu unsur yang penting dalam Geografi.

Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Tujuan dari pengelolaan lingkungan hidup adalah untuk menjaga kelestarian tempat tinggal dan lingkungan sekitar. Gerakan lingkungan hidup di negara Indonesia telah dimulai pada tahun 1960-an.

Sebuah tonggak sejarah dalam gerakan ini ialah diselenggerakannya Seminar Pengelolaan Lingkungan Hidup. Serta dan dari Pembangunan Nasional oleh Universitas Padjadjaran dalam bulan Mei 1972.

Sebulan sebelum diadakan Konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup di Stokholm. Tonggak sejarah lain adalah diangkatnya suatu seorang Menteri Negara Lingkungan Hidup pada tahun 1987.

Dengan pengangkatan ini Lingkungan Hidup merupakan bagian resmi dari kebijakan pemerintah. Dengan masuknya suatu lingkungan hidup sebagai bagian kebijakan pemerintah pembangunan ekonomi.

Diisyaratkan untuk berwawasan dalam lingkungan. Serta dengan tujuan untuk menghasilkan pembangunan berkelanjutan, yaitu pembangunan yang berkesinambungan. Serta tujuan pengelolaan lingkungan hidup.

Yang tidak mengalami suatu keambrukan karena rusaknya lingkungan hidup. Pembangunan yang telah menyebabkan kerusakan suatu lingkungan yang parah dan luas yang mengancam berlanjutnya pembangunan.

Kerusakan suatu lingkungan hidup dan dampaknya yang parah. Menunjukkan bahwa sistem dalam pengelolaan lingkungan hidup kita telah gagal membuat pembangunan kita berwawasan lingkungan.

Lingkungan adalah suatu berasal dari sebuah kata lingkung yaitu sekeliling sekitar. Lingkungan adalah suatu bulatan yang sudah melingkupi atau melingkari, sekalian yang terlingkung dalam sebuah daerah sekitarnya.

Menurut dalam ensiklopedia Umum (1977) lingkungan adalah alam sekitar termasuk orang-orangnya dalam hidup pergaulan. Yang mempengaruhi sebuah  manusia sebagai anggota masyarakat dalam kehidupan.

Lingkungan Hidup Manusia

Secara lebih khusus, kita sering sekali menggunakan istilah lingkungan hidup untuk menyebutkan segala sesuatu yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup segenap makhluk hidup yang di bumi.

Adapun berdasarkan dari suatu UU No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah suatu kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia.

Unsur-unsur dari sebuah lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

  1. Unsur yang hayati (biotik), yaitu suatu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, serta jasad renik.
  2. Unsur dari suatu Sosial Budaya, yaitu sebuah lingkungan sosial dan budaya yang dibuat manusia yang merupakan suatu sistem nilai, gagasan,serta keyakinan dalam perilaku sebagai makhluk sosial. Kehidupan masyarakat dapat mencapai suatu keteraturan.
  3. Unsur Fisik (Abiotik), yaitu suatu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari benda-benda tidak hidup, seperti tanah, air, udara, iklim,serta lain-lain.
  4. Dampak dari hilangnya suatu unsur fisik yang baik di muka bumi adalah terjadinya bencana kekeringan, banyak hewan dan tumbuhan yang mati, perubahan musim yang tidak bisa teratur, munculnya berbagai jenis penyakit, serta lain-lain.

Kerusakan Pada Lingkungan Hidup

Berdasarkan faktor penyebabnya itu, bentuk dari kerusakan lingkungan hidup dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

1.Kerusakan Suatu Lingkungan Hidup Akibat Peristiwa Alam.

Berbagai bentuk suatu bencana alam yang akhir-akhir ini banyak melanda Indonesia telah menimbulkan dampak rusaknya lingkungan hidup. Dahsyatnya suatu gelombang tsunami yang memporak-porandakan bumi.

Serta gempa sekitar 5 skala Ritcher yang meratakan kawasan DIY dan sekitarnya, merupakan contoh fenomena alam yang dalam sekejap mampu merubah bentuk semua muka bumi.

2.Kerusakan Lingkungan Hidup Sebab Faktor Manusia.

Manusia sebagai suatu penguasa lingkungan hidup di bumi berperan besar dalam menentukan kelestarian lingkungan hidup. Manusia juga sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang berakal budi mampu merubah.

Namun sayang sekali, seringkali apa yang dilakukan oleh manusia tidak diimbangi dengan pemikiran akan masa depan kehidupan generasi berikutnya.

Banyak sekali kemajuan yang diraih oleh seorang manusia membawa dampak buruk terhadap kelangsungan lingkungan hidup. Contohnya yaitu:

  1. Penebangan suatu hutan secara liar (penggundulan suatu hutan).
  2. Perburuan yang liar.
  3. Merusak hutan bakau yang di lindungi.
  4. Penimbunan sebuah rawa-rawa untuk pemukiman.
  5. Pembuangan suatu sampah di sembarang tempat.
  6. Bangunan liar di daerah pinggir aliran sungai (DAS).
  7. Pemanfaatan sebuah sumber daya alam secara berlebihan di luar batas.

Itulah ulasan mengenai sebuah Tujuan pengelolaan lingkungan hidup. Semoga dapat bermanfaat dan berguna untuk anda semuanya. Serta menjadi pembelajaran bagi anda. Sekian dan Terima Kasih.