Resep Botok Tahu Tempe Tanpa Kelapa Praktis Nggak Perlu Ribet !

botok tanpa kelapa

Resep Botok Tahu Tempe Tanpa Kelapa – Botok adalah jenis masakan rumah tradisional, yang umumnya menggunakan bahan – bahan seperti tahu, tempe, ikan teri, udang, kelapa parut, beluntas, simbukan, jamur, dll yang dibungkus dengan daun pisang.

Ibu biasanya menjadi penggemar setia dari apa yang disebut masakan meriah dan bungkus daun pisang.

Itu hanya pendapat saya sendiri, saya tidak tahu lagi tentang orang-orang di lingkungan Anda.

Pada artikel Resep Botok Tahu Tempe Tanpa Kelapa ini Akan saya bagikan Resep Botok Tahu Tempe Tanpa Kelapa yang dapat anda lakukan di Rumah sendiri. Penasaran bagaimana Resep Botok Tahu Tempe Tanpa Kelapa ? Simak Resep Botok Tahu Tempe Tanpa Kelapa berikut ini

Resep Botok Tahu Tempe Tanpa Kelapa

botok tanpa kelapa

Bahan untuk Resep Botok Tahu Tempe Tanpa Kelapa

  • 2 Papan tempe, potong dadu.
  • Tahu secukupnya dengan kulit.
  • 1 Genggam petai Cina atau Lamtoro.
  • Kacang panjang, potong kecil-kecil.
  • 4 Cabai hijau besar, diiris miring.
  • 2 Cabai merah, iris menyamping.
  • 7 Siung bawang merah, iris.
  • 5 Siung bawang putih, iris.
  • 2 Daun salam.
  • 1 Ikat daun melinjo, potong kasar.
  • Santan cair.
  • Gula aren.
  • Gula.
  • Garam.

Langkah dan Cara Membuat Resep Botok Tahu Tempe Tanpa Kelapa

  1. Tumis irisan sampai matang, lalu tambahkan air, tunggu hingga mendidih
  2. Masukkan tempe, tahu, kacang panjang, petai cina, daun salam dan daun melinjo.
  3. Tambahkan gula jawa, gula, garam, dan santan cair.
  4. Cicipi dan siap untuk dinikmati.

Cukup mudah bukan Resep Botok Tahu Tempe Tanpa Kelapa nya. Bisa anda buat sekarang juga di rumah anda sendiri. Buatkan untuk keluarga anda atau orang tua anda.

Botok

Botok adalah makanan Jawa yang dibuat dari bubur kelapa / kue yang telah diekstraksi. Mula-mula botok dibuat dari ampas kelapa yang dimasak, agar ampas kelapa yang masih bergizi tidak dibuang.

Oleh karena itu ampas kelapa kemudian dibumbui dengan cabai, garam, lada dan daun salam, dibungkus dengan daun pisang, yang kemudian dikukus dalam uap panas. Bothok saat ini dimodifikasi juga dengan petai Cina, tahu, ikan teri, udang atau bahkan larva tawon / lebah (dikenal sebagai tawon bothok).

Tempe

Tempe adalah makanan yang dibuat dari fermentasi biji kedelai atau beberapa bahan lain yang menggunakan beberapa jenis jamur Rhizopus, seperti Rhizopus oligosporus, Rh. oryzae, Rh. stolonifer (cetakan roti), atau Rh. arrhizus. Persiapan fermentasi ini umumnya dikenal sebagai “ragi tempe”.

Secara umum, tempe berwarna putih karena pertumbuhan miselia cetakan yang menempel pada biji kedelai untuk membentuk tekstur padat.

Degradasi komponen kedelai dalam fermentasi membuat tempe memiliki rasa dan aroma yang khas. Berbeda dengan tahu, tempe rasanya agak masam.

Tempe banyak dikonsumsi di Indonesia, tetapi sekarang sudah mendunia. Banyak vegetarian di seluruh dunia menggunakan tempe sebagai pengganti daging. Akibatnya, tempe kini diproduksi di banyak tempat di dunia, tidak hanya di Indonesia.

Manfaat Tempe

manfaat tempe

Siapa yang tidak kenal tempe? Di Indonesia, seluruh dunia suka memakan makanan dari kedelai ini. Masih penasaran, apa kandungan nutrisi dalam tempe sehingga banyak orang ingin mengkonsumsinya? 

Kandungan dalam Tempe

Tempe dan tahu memiliki berbagai manfaat yang baik untuk tubuh manusia. Meskipun harganya tidak mahal, banyak orang mampu membelinya. Padahal kandungan nutrisi dalam tempe ini cukup banyak, termasuk :

  1. Tempe mengandung serat makanan.
  2. Tempe mengandung karbohidrat.
  3. Mengandung kalsium.
  4. Tempe mengandung zat besi.
  5. Tempe mengandung vitamin B.
  6. Mengandung protein nabati.
  7. Tempe mengandung fosfor.
  8. Tempe mengandung keratin.

Bahkan, dapat dikatakan bahwa tempe sangat baik untuk sumber protein nabati, dibandingkan dengan protein hewani seperti daging sapi dan sebagainya.

Menurut penelitian, kandungan protein tempe lebih tinggi dari protein hewani. Penelitian terbaru juga menyebutkan kandungan gizi tempe ini sama dengan kandungan gizi yogurt, yang dibuat dari susu fermentasi.

Manfaat Tempe untuk Anak – anak

  1. Membuat anak sehat karena tempe mengandung antioksidan dan antibiotik di dalamnya dapat menyembuhkan infeksi dan penyakit keturunan lainnya.
  2. Tempe mudah dicerna dan mengandung enzim pencernaan yang diproduksi oleh ragi atau jamur Rhizopus oligoporus ketika difermentasi, baik untuk pencernaan anak-anak.
  3. Bantu anak-anak mendapatkan gangguan perut kembung karena ketika tempe diproses kadar stakiosa dan raffinosa.
  4. Tingkatkan sistem kekebalan anak.
  5. Mencerdaskan anak-anak.
  6. Meningkatkan fungsi otak.
  7. Tingkatkan waktu otak anak.
  8. Mengandung protein tinggi yang baik untuk jantung.

Manfaat Tempe untuk Orang Dewasa

  1. Tempe mengandung sumber protein bebas lemak yang cocok untuk mereka yang sedang diet. Kandungan protein terdiri dari 18 jenis protein dan asam amino.
  2. Tempe dapat meningkatkan level HDL. Kadar kolesterol baik dalam darah ini terbukti mampu mengurangi kolesterol jahat dan menekan serta mengeluarkannya dari tubuh.
  3. Dapat mencegah beberapa penyakit degeneratif tempe dapat membuat jantung tetap sehat karena dapat meningkatkan kadar kolesterol baik dalam tubuh.
  4. Tempe mengandung serat yang dapat mengikat racun dan kolesterol yang menyebabkan kanker.
  5. Tempe mengandung serat yang juga bisa meningkatkan kandungan pencernaan dalam tubuh.
  6. Mengandung kandungan serat dan protein yang terbukti mampu mencegah naiknya kadar gula darah yang baik untuk penderita diabetes.
  7. Tempe dapat mencegah kekurangan darah atau anemia karena kandungan mineral yang tinggi dan penyerapan darah yang mudah.
  8. Tempe dapat menjaga tulang kuat dan mencegah osteoporosis tempe dapat menangkal keberadaan radikal bebas karena antioksidan dan antibakteri yang dikandungnya.
  9. Memiliki antidotum penangkal racun atau anti keracunan logam berat, sehingga bisa mengatasi gejala keracunan.
  10. Mengandung ion positif yang baik seperti telur dan nutrisi hewani lainnya seperti susu tempe baik untuk dikonsumsi oleh semua umur karena berbagai bahan yang dijelaskan di atas.

Dampak Buruk Terlalu Banyak Mengkonsumsi Kedelai

bahaya terlalu banyak kedelai

Tahu dan tempe adalah salah satu makanan yang menjadi favorit sebagian besar orang di Indonesia. Selain memiliki rasa yang enak, makanan ini dianggap sebagai salah satu makanan tersehat yang kaya akan protein nabati yang dibutuhkan oleh tubuh.

Sayangnya, jika kita mengonsumsi makanan yang terbuat dari kedelai seperti tahu dan tempe ini secara berlebihan, ada risiko terkena masalah kesehatan.

Dari sebuah penelitian, diketahui bahwa kedelai kaya akan isoflavon yang disebut fitoestrogen yang sangat tinggi yang, jika dikonsumsi berlebihan, dapat memiliki efek hormon estrogen khusus pada tubuh manusia, baik pria maupun wanita.

Pakar kesehatan mengatakan jika ada banyak orang yang mengonsumsi terlalu banyak makanan dari bahan kedelai dan berakhir dengan masalah kesehatan hipotiroid.

Hipotiroidisme terjadi ketika manusia dewasa mengkonsumsi sebanyak 30 gram kedelai selama 30 hari berturut-turut.

Masalah kesehatan lain yang bisa didapat jika konsumsi kedelai yang berlebihan adalah munculnya alergi.

Selain itu, ada juga risiko mendapatkan masalah dengan organ reproduksi mengingat kandungan isoflavon dalam kedelai sebenarnya dapat mengurangi jumlah sperma.

Sebuah penelitian menunjukkan fakta mengejutkan bahwa tikus yang banyak mengkonsumsi kedelai cenderung menderita gangguan dalam produksi sperma. Selain bisa berdampak negatif, konsumsi kedelai secara teratur diduga mengurangi risiko kanker payudara dan kanker ovarium.

Namun, ada beberapa penelitian lain yang menunjukkan jika konsumsi kedelai yang berlebihan justru dapat memicu kekambuhan kanker.

Memang, hasil penelitian ini dianggap kontroversial karena kandungan kedelai yang dikonsumsi oleh tikus cenderung lebih tinggi jika dibandingkan dengan rasio yang dikonsumsi manusia setiap hari. Namun, ada baiknya kita juga berjaga-jaga, kan?

Tips Memilih Tempe yang Berkualitas

  1. Tempe berkualitas adalah tempe yang masih baru dan segar. Tempe berkualitas memiliki kedelai yang padat dan padat. Anda dapat memilih tempe seperti ini untuk diproses.
  2. Pilih tempe segar dan baru. Tempe segar dan baru dapat dilihat dari suhu. Jika suhu tempe masih hangat dan aroma kedelai masih berbau, maka tandanya adalah tempe masih baru dan segar.
  3. Pilih tempe yang memiliki serat putih, tidak hitam atau tidak gelap.
  4. Tempe yang berbau dan berlendir adalah tempe yang basi dan tidak berkualitas. Karena itu, hindari memilih tempe dengan kondisi seperti itu.
  5. Pilih dan beli tempe putih. Jangan memilih tempe kuning, karena tempe mungkin mengandung pewarna.

Sekian informasi Resep Botok Tahu Tempe Tanpa Kelapa dari saya. Bagaimana? Mudah bukan? silahkan anda praktekkan Resep Botok Tahu Tempe Tanpa Kelapa tadi di rumah ya.

Mungkin anda juga harus Baca Resep Botok Tahu Tempe Tradisional. Semoga seluruh keluarga suka. Maaf bila dalam artikel ini masih kurang dan banyak salah, karena saya masih belajar.