Cara Mengolah Tanah Untuk Bercocok Tanam Tanaman Jagung

Cara Mengolah Tanah Untuk Bercocok Tanam

Cara Mengolah Tanah Untuk Bercocok Tanam – Seiring perkembangan zaman bidang Informasi dan Teknologi semakin canggih. Jika olahan hasil pertanian tidak kita olah dengan baik maka akan percuma.

Olahan hasil pertanian dapat kita olah menjadi lebih efektif lewat teknologi hasil pertanian Teknologi pengolahan hasil pertanian ( TPHP ) merupakan prosemakin cangihgram keahlian meliputi kemampuan mengenal komoditas hasil Pertanian.

Hal itu juga meliputi menerapkan dasar pengolahan dan pengawetan bahan hasil pertanian, mengolah bahan hasil pertanian menjadi produk olahan bahan makanan, memahami konsep pengendalian mutu bahan hasil pertanian). Serta pemahaman K3lh, sanitasi dan pengelolaan limbah.

Agar kamu lebih jelas lagi memahami teknologi pengolahan hasil pertanian, alangkah baiknya jika kamu membaca artikel di bawah ini. Berikut artikel tentang pengolahan hasil pertanian.

Cara Mengolah Tanah Untuk Bercocok Tanam Jagung

Pengolahan Lahan

Cara mengolah tanah untuk bercocok tanam yang pertama adalah pengolahan lahan.

Lahan merupakan syarat yang harus di perhatikan dalam budidaya tanaman jagung, hal ini menentukan dalam pertumbuhan dan perkembangan jagung yang akan kita tanam.

Pastikan tanah yang anda akan ditanami jagung harus benar-benar subur dan mengandung unsur hara yang banyakatau tidak tandus.

Jagung tergolong pada tanaman yang mudah ditanam,mereka bisa di tanam di bagian tanah andosol, latosol atau grumosol dan jenis tanah lainnya. pH yang cocok untuk jagung 5,6 – 7,5.

Pastikan beberapa tanah yang ada disekitar kita terpenuhi, dan jika anda baru membuka lahan maka proses pemupukan dan lahan harus kita lakukan terlebih dahulu.

Lihat dulu kesuburan tanah yang anda miliki jika di rasa memang kekurangan unsur hara dan tidak terdapat humus anda dapat menebarkan pupuk.

Sebaiknyaketika anda membuat bedengan tebarkan pupuk organik atau kandangpada lahan sebaran.

Pemupukan Lahan Kosong

Setelah proses pembajakan selesai sebaiknya melakukan langkah selanjutnya untuk persiapan lahan ini di lakukan. Penaburan pupuk kohe atau kotoran hewan bisa dari kohe kambing, sapi, ayam dan lain sebagainya.
 
Penaburan kohe dilakukan seminggu sebelum proses penanaman dan satu hari setelah proses pembajakan atau bisa bersamaan setelah proses pembajakan selesai di lakukan.
Proses ini penting di lakukan ini karena sebagian lahan akan mengalami penurunan kadar kesuburan akibat penanaman sebelumnya.
 
Dan juga pemakaian pupuk kimia membuat tanah akan menjadi rusak sehingga dengan melakukan penebaran kohe kembali diharapkan.
 
Kesuburan tanah akan kembali seperti semula, walaupun tidak baik seperti semula paling tidak bisa menambah sedikit unsur kesuburan tanah. Tanah bisa digunakan untuk menanam agar mendapatkan jagung bertongkol besar.

Menanam Jagung di Lahan

Saya anggap anda sudah mendapatkan bibit jagung yang unggul dan pengolahan lahan sudah dilakukan.

Kondisi yang paling tepat untuk menanam jagung pada kondisi tanah sedang lembab, tidak terlalu becek dan tidak terlalu kering.

Biasanya petani lokal menggunakan jarak tanam bibit satu dengan lainnya antara 100 cm x 40 cm dan berikan 2 biji pada satu lubang tanam. Untuk kedalaman lubang tanamnya anda bisa menggunakan ukuran 3 – 5 cm.

Berikan Pupuk ke Tanaman Jagung

Beberapa bagian yang pertama akan kita berikan pada tanaman jagung yaitu pupuk dasar. Biasanya pupuk dasar yang diberikan berjenis pupuk organik seperti pupuk kandang, pupuk kompos dan jenis pupuk organik lainnya.

Kemudian tanaman jagung anda akan menyerap beberapa unsur yang dibutuhkan untuk mereka perkembangan tanaman menjadi besar.

Unsur ini seperti fosfor, nitrogen dan kalium yang banyak dibutuhkan pada fase pertumbuhan dan nanti ketika pada masa pembuahan.

Syarat Tumbuh Tanaman Jagung

Setelah mengetahui cara mengolah tanah untuk bercocok tanam saya akan memberikan sedikit tambahan tentang syarat tumbuh tanaman jagung.

Syarat tumbuh tanaman jagung bertongkol besar dapat tumbuh di daerah beriklim sedang hingga subtropis/tropis basah dengan batas lintang 50°LU-45°LS. 

Untuk dapat tumbuh optimal dan menghasilkan produksi yang baik, penanaman dilakukan pada lokasi dan iklim yang cocok dengan syarat tumbuhnya. Faktor-faktor yang menjadi syarat tumbuh tanaman jagung antara lain;

Ketinggian Tempat

Ketinggian tempat berpengaruh dalam cara memperbesar tongkol jagung.Dapat dilakukan di dataran rendah atau dataran tinggi, baik di tegalan atau di sawah tadah hujan, maupun sawah irigasi. Tapi untuk dataran tinggi berkisar 1.000-1.800 m dpl.

Jenis Tanah

Cara mengolah tanah untuk bercocok tanam juga harus memperhatikan jenis tanahnya terlebih dahulu. Dapat hidup hampir disemua jenis tanah, kering berpasir atau tanah liat, dengan beberapa persyaratan.

Dapat tumbuh baik dalam keasaman tanah (pH) berkisar 5.5-7 pH dan yang paling baik adalah 6.8 pH.

Keasaman tanah ada hubungannya dengan ketersediaan unsur hara tanaman, walaupun agak toleran dengan unsur basa.

Penanaman untuk tanah yang memiliki pH kurang dari 5.5 mengakibatkan tanaman tidak optimal karena keracunan alumunium,mempunyai aerasi dan ketersediaan air dalam kondisi baik.

Kemiringan tanah yang seseai adalah 8%, dengan kemungkinan erosi tanah sangat kecil.

Sedangkan kemiringan 5-8%, perlu dilakukan pembuatan teras, sedangkan jika lebih dari 8% kurang sesuai untuk tanaman jagung.

Curah Hujan dan Kebutuhan Air

Curah hujan yang diperlukan untuk tanaman jagung mulai 250-10.000mm. Sedangkan tanaman jagung yang tidak beririgasi memerlukan curah hujan ideal sekitar 85-200 mm/bulan selama proses pertumbuhan.

Tanaman jagung membutuhkan cukup banyak air, terutama pada proses pertumbuhan awal, berbunga, dan pengisian biji.

Kekurangan air akan menyebabkan hasil yang kurang baik. Kebutuhan setiap bibit sangat beragam, rata-rata kebutuhan air untuk tiap tanaman berkisar 2 lt saat kondisi panas dan berangin. Kekurangan air mengakibatkan menurunnya produksi sampai 30%.

Cahaya Matahari dan Suhu Optimal

Cahaya matahari sangat diperlukan untuk pertumbuhan, dengan demikian diusahakan mendapat sinar matahari langsung.

Tanaman yang ternaungi atau terhalang dari sinar matahari mengakibatkan terhambat pertumbuhannya, biji menjadi kurang baik bahkan tidak dapat terbentuk buah.

Suhu yang dibutuhkan untuk pertumbuhan terbaik 27-32° C. Perkecambahan benih optimal terjadi pada suhu 21-27° C. Setelah berkecambah, pertumbuhan bibit dan tanaman bisa berlangsung pada suhu 10-40° C.

Sedangkan saat pemasakan biji dipengaruhi oleh kondisi suhu lingkungan. Pada musim kemarau, waktu pemasakan akan lebih cepat dan hasilnya lebih menguntungkan.

Alangkah baiknya proses panen jagung direncanakan saat musim kemarau, juga karena faktor mempermudah pengeringan.

Manfaat Jagung Manis

Sebelum kami membahas mengenai cara budidaya jagung ada baiknya anda sebagai konsumen atau produsen mengetahui terlebih dulu apa saja manfaat yang diperoleh tubuh setelah mengkonsumsi jagung manis ini, yaitu :

Mencegah Penyakit Kanker

Tanaman jagung mengandung banyak asam fenolit serta asam ferulik, sehingga baik untuk mencegah tumbuhnya sel kanker dan tumor didalam tubuh.

Sumber Asam Linolet

Selain baik untuk mencegah tumbuhnya sel kanker dan tumor, tanaman jagung manis juga kaya akan asam linolet yang berfungsi untuk menjaga kesehatan tubuh, menambah asupan gizi serta sebagai saran tranportasi vitamin D kedalam tubuh.

Meningkatkan Kekebalan Tubuh Serta Mencegah Anemia

Jagung manis banyak mengandung vitamin B12 yang baik untuk mencegah terjadinya penyakit anemia akibat kekurang vitamin B serta kandung vitamanin B12 tinggi dapat meningkatkan kekebelan tubuh.

Sehingga tahan terhadap berbagai serangan penyakit yang diakibatkan oleh virus maupun bakteri berbahaya.

Yahh, itulah artikel tentang cara mengolah tanah untuk bercocok tanam yang dapat saya berikan. Semoga bisa menjadi manfaat untuk anda, sekian dan terima kasih.