Cara Membuat Pupuk Kompos Dari Daun Simpel Dan Gampang
Hallo guys selamat datang di website saya. Pada kali ini saya akan mengajarkan anda cara membuat pupuk kompos dari daun. Bagaimana sih cara membuat pupuk kompos dari daun dan sampah limbah pertanian yang baik bagi tanaman? Yuk simak
Apakah kalian suka perkebunan atau pertanian? Pastinya iya,karena jika kalian membuka website ini berarti anda ialah orang yang suka perkebunan atau pertanian.
Kalau tidak seorang yang ingin memulai hobi atau bekerja sebagai perkebunan atau pertanian. Benar nggak sih pernyataan tadi? wkwkwkkwk.
Sebelum memulai masuk ke materi cara membuat pupuk kompos dari daun, kita harus pelajari dulu tentang pupuk komposnya. Okeee.
Masa ingin mengetahui cara membuat pupuk kompos dari daun tapi kita nggak tau pengertian pupuk kompos. Bagi yang ingin memulai hobi dan pekerjaannya,Bisa juga sebagai wawasan ya bro dan sis.

Pupuk Kompos
Pupuk kompos merupakan salah satu pupuk organik yang dibuat dengan cara menguraikan sisa-sisa tanaman dan hewan dengan bantuan organisme hidup. Untuk membuat pupuk kompos dibutuhkan bahan baku seperti material organik dan organisme pengurai.
Metode pengomposan dikembangkan dari proses penguraian material organik yang terjadi secara alami. Terbuatnyaa humus di hutan merupakan salah satu bentuk pengomposan secara alami.
Proses pembuatan pupuk kompos berjalan sangat lambat, bisa sampai berbulan-bulan sampai bertahun-tahun. Kemudian umat manusia memodifikasi proses penguraian material organik tersebut.
Sehingga pengomposan yang dikelola manusia bisa dilakukan dalam tempo yang lebih singkat untuk menjadi pupuk kompos.
Limbah Tanaman Sebagai Bahan Pupuk Kompos
1. Jerami padi
Jerami padi adalah sisa tanaman yang banyak dihasilkan di Indonesia. Karena Indonesia merupakan daerah tropis dan menjadikan beras sebagai makanan pokok di sebagian besar wilayah di Indonesia.
Sampai saat ini petani padi masih minim yang memanfaatkan jerami padi menjadi bahan baku kompos,mereka lebih sering membakarnya dan menjadikannya pupuk. Tanaman padi banyak menghasilkan jerami padi.
2. Sampah sayuran
Sampah sayuran bisa diperoleh dari pasar dan perumahan. Pada awalnya sampah ini pisahkan antara yang organik dan anorganik.
Contoh anorganik seperti : kertas, alumunium, kaca, dan lain-lain, yang dapat dimanfaatkan menjadi bahan daur ulang. Sedangkan sampah organik dapat berupa sayuran, buah-buahan, serta sisa makanan, namun belum dikelola lebih lanjut.
Padahal sampah sayuran biasanya terdiri dari bahan-bahan yang memiliki kandungan air yang cukup banyak. Sehingga memudahkannya cepat membusuk.
Hal ini dapat mengakibatkan berkurangnya kwalitas sanitasi, pencemaran lingkungan, serta munculnya bibit penyakit tertentu.
Dengan demikian, pengeloaan sampah sayuran memerlukan penanganan lebih lanjut untuk meminimalisir masalah lingkungan sekitar.
3. Tangkai jagung
Jagung merupakan makanan sumber karbohidrat setelah beras. Tanaman jagung juga menjadi makanan pokok di beberapa daerah di Indonesia.
Dari budidaya tanaman jagung, limbah yang dihasilkan adalah berupa jerami jagung dan tongkol jagung. Pengolahan limbah jagung juga masih minim, sehingga jika limbah jagung dapat dijadikan pupuk kompos.
Maka dapat meningkatkan produktifitas pupuk organik dan mengurangi pupuk yang berbahan kimia.
Cara Membuat Pupuk Kompos Dari Daun Dan Limbah Tanaman
Persiapan alat dan bahan :
- Sabit / parang
- Cetakan bambu yang dibuat menyerupai pagar
- Cetakan ini dibuat kayak pagar ya guys dengan 4 bagian berukuran 2 x 1 dan 1 x 1, masing-masing 2.
- 2 Ember atau wadah untuk penampungan air, dan juga untuk menyiram aktivator
- Air secukupnya
- Aktivator pengomposan
- Tali
- Plastik penutup / terpal multifungsi berukuran 2 m
- Jerami padi, bisa ditambahkan pula dengan limbah pertanian yang lain seperti sisa daun, rumput, atau sisa tanaman lainnya.Namun hindari menggunakan batang bambu, ranting, kayu, atau tulang ikan.
Cara membuat pupuk kompos Dari Daun Dan Limbah Tanaman:
- Pertama-tama Anda bisa menyiapkan air ke dalam bak atau wadah penampungan berukuran besar. Bersamaan dengan itu, larutkan aktivator sesuai dosis yang diperlukan.
- Aduk-aduk hingga aktivator tercampur rata dengan air.
- Siapkan cetakan bambu dan pasang cetakan tersebut dengan ukuran yang sesuai atau seperti yang telah kami sampaikan di atas.
- Potong-potong terlebih dahulu jerami dan bahan lainnya mengguanakan parang agar proses pengomposan berjalan dengan mudah.
- Masukkan satu lapis jerami ke dalam cetakan tersebut (dapat pula ditambahkan kotoran ternak agar kasiat dari pupuk semakin tokcer).
- Siram aktivator yang sudah diencerkan tersebut pada lapisan pertama jerami. Basahi sampai semua rata.
- Injak-injak jerami padi agar terasa padat
- Ulangi dengan menambahkan satu lapisa lagi jerami padi, lalu siram kembali dengan aktivator.
- Lakukan proses tersebut secara berselang, hingga bahan abis atau cetakan telah penuh.
- Setelah cetakan penuh, buka cetakan tersebut kemudian tutup bakal kompos tersebut dengan menggunakan plastik atau terpal
- Ikat plastik penutup dengan erat agar tidak mdah terbuka dan mengundang hewan kecil masuk di salamnya
- Jika perlu letakkan batu pada tiap sisi atau pada bagian atas tutup plastik
- Proses pengomposan dikatakan berhasil jika terjadi peningkatan suhu, penurunan volume / ketinggian, serta warna dari jerami padi.
- Proses ini berlangsung sekurang-kurangnya 1 bulan, berbeda dengan yang langsung bisa kita aplikasikan.
Pantau perubahan-perubahan fisik dan kimiawi pada jerami padi.
Proses Fermentasi Berlangsung Memiliki Ciri Seperti Berikut :
- Suhu pada tumpukan jerami akan meningkat dengan cepat setelah inkubasi, dan mencapai puncaknya pada 60 – 70 derajat selcius.
- Saat suhu meningkat itulah, mikroba akan giat melakukan penguraian atau dekomposisi jerami padi.
- Daya tampung dari lapisan jerami padi akan menyusut seiring dengan proses dekomposisi tersebut. Penyusutan akan berlangsung sampai 50%.
- Apabila selama dua hari proses pengomposan berlangsung tidak ditmukan penyusutan atau pengingkatan suhu, maka dapat dikatakan proses tersebut berlangsung lambat atau gagal sama sekali.
- Segera buka tutup plastik dan pantau tumpukan jerami padi, apakah terlalu kering? Atau justru terlalu basah? Adakah tercium bau kurang sedap? Suhunya meningkat atau dingin?
- Apabila tumpukan jerami padi kering, maka tambahkan air secukupnya dan lakukan pembalikan.
- Jika tumpukan jerami padi terlalu basah dan berbau menyengat, maka lakukan pembalikan atau bisa juga ditambahkan bilah-bilah bambu di dalamnya.
Pupuk Kompos Yang Sudah Matang Mempunyai Ciri:
- Warna dun cokelat kehitaman
- Tekstur lunak
- Suhu pengomposan sudah kembali seperti suhu awal pengomposan
- Volume menyusut
- Tidak lagi berbau menyengat
Manfaat Pupuk Kompos
Setelah kita mengetahui cara membuat pupuk kompos dari daun kita juga harus tau apasih manfaatnya? masa kita udah capek capek bikin eh nggak tau manfaatnya kan lucu.
Berikut Penjelasan Manfaat Dari Pupuk Kompos :
- Meningkatkan kesuburan tanah
- Kinerja kapasitas serap air ke tanah menjadi meningkat
- Memperbaiki struktur dan karakteristik tanah
- Meningkatkan aktivitas mikroba tanah
- Kualitas hasil panen (rasa, nilai gizi, dan jumlah panen) menjadi lebih baik
- Menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman
- Menekan pertumbuhan/serangan penyakit tanaman
- Meningkatkan retensi/ketersediaan hara di dalam tanah
Kekurangan Pupuk Kompos
- Kandungan unsur hara jumlahnya kecil, sehingga jumlah pupuk yang diberikan harus relatif banyak apabila dibandingkan dengan pupuk anorganik.
- akibat dari jumlahnya yang banyak, memerlukan tambahan biaya operasional yang tinggi untuk pengangkutan.Dalam kurun waktu yang singkat, apalagi untuk tanah-tanah yang sudah miskin unsur hara.
- Pemberian pupuk organik yang membutuhkan jumlah besar sehingga harus membebani biaya bagi petani.
- Sementara itu reaksi tanaman terhadap pemberian pupuk organik tidak se-spektakuler pemberian pupuk buatan.
Nah begitulah guys penjelasan dari cara membuat pupuk kompos dari daun. Tapi tadi kita banyak belajar ya guys di artikel pada halamaan ini.
kita belajar banyak ya mulai dari pengertian pupuk kompos,pertanian,dan perkebunan. Tidak hanya itu kita juga belajar bahan membuat pupuk kompos dari daun juga ya guys.
Jadi pada dasarnya penggunaan pupuk kompos itu adalah hal tradisional. Lebih baik kita bikin sendiri atau membeli yang secara instan itu merupakan pilihan kalian.
Kalau saya mending bikin sendiri lebih asyik dan ada tantangan tersediri serta kebanggan pada saat di hasil akhir.
Semoga artike ini bermanfaat bagi kalian pembaca,nusa dan bangsa ya guys hehehehe.
Saya ucapkan terima kasih dan selamat mencoba