cara membuat kompos dari daun kering

Cara Membuat Kompos dari Daun Kering

Cara membuat kompos dari daun kering tidaklah susah dilakukan. Menjelang musim kemarau ini, pasti halaman rumah teman-teman yang memiliki pohon besar sudah dipenuhi daun berguguran. Daun-daun kering akan semakin sering bergugur dan membuat halaman rumah tidak indah.

Bagaimana si caranya? Penasaran? Berikut adalah pembahasan tentang cara membuat kompos dari daun kering.

 

Mengapa Membuat Kompos dari Daun Kering?

Kalian mungkin akan sering menyapu halaman dan mengumpulkan daun-daun kering itu. Tapi ingat, jangan bakar daun kering. Lebih baik teman-teman mengumpulkannya dan menjadikan kompos.

Membakar daun kering bisa memberikan dampak buruk pada kesehatan. Zat pengiritasi ini dapat menimbulkan masalah pernapasan dan beberapa masalah kesehatan yang lain.

Sebaiknya kalian mulai mempertimbangkan untuk mengolah sampah daun kering dengan tidak membakarnya. Daun kering bisa diolah menjadi kompos dengan cara yang mudah. Yuk, simak cara mengolah daun kering menjadi kompos di bawah ini.

 

Alat dan Bahan Untuk Membuat Kompos dari Daun Kering

  • Nasi aking yang berguna untuk dekomposer atau pengurai.
  • Satu karung daun kering.
  • Satu ember air.
  • Tali rafia secukupnya.

 

Cara Membuat Kompos dari Daun Kering

  1. Kumpulkan daun kering sebanyak satu karung.
  2. Buat campuran dekomposer dengan mencampurkan nasi aking dengan air. Aduk hingga nasi larut dalam air.
  3. Keluarkan daun kering dari karung dan siramkan larutan dekomposer ke daun kering. Aduk daun kering dan pastikan semua daun terkena larutan air. Pastikan juga kondisi daun hanya lembap tidak basah.
  4. Setelah semua daun lembap, masukkan daun ke dalam karung dan simpan.
  5. Ikat karung berisi daun dengan tali rafia. Pastikan ikatan kencang, lalu simpan pupuk di tempat gelap selama seminggu.
  6. Setelah seminggu, buka ikatan karung dan lembapkan dengan air tanpa campuran nasi aking. Lalu ikat kembali karung dan simpan hingga seminggu.
  7. Pada minggu ke dua, cek kondisi daun. Bila kondisi daun kering, siram dengan air agar kembali lembap. Bila daun masih lembap biarkan.
  8. Setiap melakukan pengecekan, bantu proses penguraian dengan menghancurkan daun. Teman-teman bisa menumbuk daun dengan menggunakan tongkat kayu atau bambu.
  9. Pada minggu ketiga, cek kondisi pupuk. Pupuk akan berubah menjadi hitam dan tekstur berubah menjadi serbuk.
  10. Di minggu keempat, pupuk sudah bisa digunakan untuk menyuburkan tanaman.

Baca juga: Cara Mudah Membuat Minyak Goreng dari Kelapa

 

Ciri-ciri Kompos Daun Yang Sudah Jadi dan Siap Digunakan

  1. Warna kompos berubah menjadi cokelat kehitaman.
  2. Aromanya tidak menyengat, kompos mengeluarkan aroma seperti tanah.
  3. Apabila dikepal akan menggumpal dan jika ditekan dengan perlahan akan mudah hancur.

 

Cara Menggunakan Pupuk Yang Sudah Jadi dengan Benar

Penggunaan pupuk kompos sangat lah mudah dan praktis. Adapun cara menggunakan pupuk kompos yang baik, yaitu:

  • Sebelum menggunakan, kita harus menyaring kompos terlebih dahulu untuk memisahkannya dari kotoran ataupun pupuk yang menggumpal.
  • Ketika kita akan membuka penutup media pengomposan maka tidak akan menimbulkan bau yang tidak sedap atau aroma yang aneh, dan juga teksturnya menyerupai tanah.
  • Seperti pupuk pada umumnya, saat menggunakan pupuk organik dari daun, kalian hanya perlu mencampurkannya dengan tanah pada media tanam.
  • Pupuk dapat digunakan untuk berbagai macam tanaman, mulai dari tanaman hias, perkebunan dan lain- lain.

 

Keunggulan Menggunakan Pupuk Kompos

  1. Pupuk organik memiliki kandungan makro dan mikro organisme tanah yang menyerupai pengaruh sangat baik terhadap perbaikan fisik, biologis dan kimia tanah.
  2. Pupuk organik mengandung unsur hara yang lengkap danlebih baik dibandingkan dengan kondisi yang dimiliki unsur pupuk buatan.
  3. Pupuk organik mengandung asam- asam organik antara lain : humic, asam fulfic, hormon dan enzim yang tidak terdapat pada pupuk buatan.
  4. Pupuk organik tidak memberikan efek buruk terhadap lingkungan, dan malah sebaliknya.

 

Kekurangan Menggunakan Pupuk Kompos

Di samping keunggulan yang ada pada kompos, pupuk organik juga mempunyai beberapa kekurangan, antara lain:

  1. Kandungan hara pupuk organik relatif kecil, sehingga jumlah pupuk organik yang akan diberikan harus relatif lebih banyak dibandingkan dengan pupuk anorganik.
  2. Karena jumlah yang digunakan banyak, menyebabkan biaya operasional untuk pengangkutan dan implementasinya bertambah.
  3. Tanah- tanah yang sudah miskin unsur hara dalam jangka pendek pemberian pupuk organik yang membutuhkan jumlah besar menjadi beban biaya bagi petani, sementara itu reaksi atau respon tanaman terhadap pemberian pupuk organik tidak sespektakuler pemberian pupuk buatan (anorganik).

Manfaat Kompos dari Daun Kering

  1. Mengurangi menumpuknya sampah daun-daun kering.
  2. Memanfaatkan sampah dedaunan menjadi sesuatu yang lebih berguna yaitu dibuat kompos.
  3. Memiliki manfaat yang bisa menyuburkan tanpa merusak unsur hara dalam tanah.
  4. Mengurangi biaya pengeluaran untuk membeli pupuk.
  5. Dapat menjadi salah satu bentuk pelestarian lingkungan karena memanfaatkan kembali sampah yang ada menjadi sesuatu yang lebih berguna.

 

Demikian pembahasan tentang cara membuat pupuk kompos dari daun dan juga berbagai manfaatnya. Tertarik bukan? Mulailah mencoba untuk membuatnya. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

ide jualan makanan ringan kekinian Previous post Bingung Ide Jualan Makanan Ringan Kekinian? Cek Ini!
cara membuat vco Next post Begini Cara Mudah Membuat VCO Berkualitas Tinggi