Mempersebahkan untuk Anda Cara Membuat Benih Padi Unggulan
Terima kasih telah berkunjung kembali, kali ini kita akan membahas artikel tentang cara membuat benih padi unggulan.
Padi atau Oryza sativa L adalah salah satu tanaman budidaya paling penting sepanjang peradaban.
Produksi padi dunia menempati urutan ketiga dari semua serealia, setelah gandum dan jagung. Namun, padi termasuk sumber karbohidrat utama bagi mayoritas penduduk dunia.
Hasil dari pengolahan padi adalah beras.
Beras merupakan bagian bulir padi (gabah) yang telah dioah sehingga terpisah dari sekam. Sekam (Jawa merang) secara anatomi disebut ‘lemma’ (bagian yang menutupi) dan ‘palea’ (bagian yang ditutupi).
Pada salah satu tahap pemrosesan hasil panen padi, gabah ditumbuk dengan lesung atau digiling sehingga bagian kulit gabah terlepas dari isinya. Bagian isi inilah, yang berwarna kemerahan, ungu, putih, atau bahkan hitam, yang disebut beras.
Adapun cara membuat benih padi unggulan sebagai berikut :
1. Memilih Bibit Padi Unggulan yang Berkualitas
Saat ini ada banyak sekali benih padi yang beredar di pasaran. Hanya saja Anda tidak pernah bisa memastikan apakan benih padi yang dijual tersebut benar-benar berkualitas.
Mungkin anda pernah mengalami membeli benih padi bersertifikasi atau benih padi berlabel namun ketika panen hasilnya tidak sesuai yang diharapkan.
Ada banyak cara yang bisa anda lakukan untuk mendapatkan benih padi dengan kualitas terbaik, yaitu dengan membuat benih padi sendiri.
Untuk melakukan hal tersebut sebenarnya tidak sulit. Kita akan bahas di sini bagaimana cara membuat benih padi unggulan.
Syarat utama membuat benih padi unggulan adalah Anda harus memiliki benih padi berlabel putih.
Bila anda kesulitan mendapatkan benih padi berlabel putih, benih padi berlabel ungu dapat dijadikan solusinya.
Anda bisa mendapatkan Benih padi berlabel ungu di kios-kios pertanian. Dengan kebutuhan rata-ratanya sebesar 25 kg benih untuk 1 ha lahan.
Anda tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan pembenihan berdasarkan luas lahan yang Anda kelola.
2. Menyiapkan Lahan Persemaian Benih Padi Unggulan
Selanjutnya, langkah kedua adalah menyiapkan lahan untuk menanam benih padi tersebut.
Lahan persemaian benih padi tidak boleh terkontaminasi dengan tanaman padi yang lain agar kemurniannya tetap terjaga. Jarak lahan persemaian dengan lahan tanaman padi yang lain minimal 10 meter.
Bila kesulitan mendapatkan lahan yang mempunyai jarak ideal dengan lahan tanaman padi lainnya, Anda bisa menanam di sekitar lahan tersebut tapi waktunya berbeda. Perhatikan agar waktu berbunganya tidak bersamaan.
Sebelum melakukan penyemaian benih label putih atau ungu, sebaiknya seleksi dulu dengan menggunakan air garam atau air abu.
Hanya benih yang terendam yang bisa digunakan dan benih terapung bisa dibuang. Rendam menggunkan air bersih ditambah Pupuk Organik Cair NASA dari PT. Natural Nusantara selama 24 jam dan tiriskan selama 24 jam pula.
Perhatikan bila calon akar belum ada 0,5 cm maka perendaman bisa diperlama selama 24 jam kedepan lagi.
Sambil benih direndam, Lahan pesemaian mulai disiapkan seperti biasa dengan luas kurang lebih 20% dari luas lahan.
Cara pembuatan bibit seperti penanaman padi biasa, yang perlu diperhatikan yaitu saat bibit padi berumur 1 minggu. Jangan lupa menyemprotkan Pupuk Organik Cair NASA + HORMONIK + Pestisida Organik PESTONA secukupnya.
Satu minggu menjelang tanam sebaiknya bibit padi sebaiknya disemprot pestisida organik BVR dan CORRIN agar saat penanaman nanti tidak ada hama dan penyakit yang terbawa.
Pada proses pengolahan tanah jangan lupa taburkan kapur pertanian dolomit ditambah Pupuk Organik Padat SUPERNASA dan Phospat (TSP atau SP-36).
Pemupukan bisa dilakukan tiap 1 – 2 minggu sekali dan bisa dicampur dengan pestisida organik seperti BVR, PESTONA dan CORRIN.
Ketika tanaman padi sudah mulai berbuah, maka perlu dilakukan penyortiran, hal ini berguna untuk meningkatkan kemurnian benih.
3. Proses Penanaman Benih Padi Unggulan
Cara penanaman benih padi unggul yang baik haruslah memperhatikan jarak tanam, yaitu minimal 22 cm.
Sistem tanam yang digunakan adalah sistem tanam legowo 2 : 1 atau maksimal 4 : 1. Proses penanaman bibit padi harus kurang dari 18 hss (hari setelah semai).
Saat penanaman bibit padi usahakan jangan terlalu dalam. Gunakan cara tanam jiwir dimana dalam setiap lubang hanya ada 2 – 3 batang. Ini adalah kunci untuk meningkatkan produksi benih padi unggul.
Pada proses pemeliharaan yang paling penting adalah pengairan bergantian, maksudnya yaitu pemberian air dan buang air sampai tanah agak mengering. Tanaman jangan selalu direndam air.
Pupuk yang digunakan adalah NPK 300 kg/ha dan tambahkan urea 100 kg/ha atau sesuaikan kebutuhan dengan menggunakan bagan warna daun.
Penyortiran dilakukan dengan cara membuang/ memangkas bulir-bulir padi yang varietasnya berbeda. Pemangkasan juga dilakukan terhadap jenis tanaman liar yang sefamili dengan padi.
Untuk memantapkan pengisian bulir, dilakukan cara yaitu, menambahkan pupuk NPK dicampur dengan pupuk organik padat POWER NUTRITION ketika bulir padi telah masak susu.
Fungsinya adalah untuk memperlama proses pengisian dan memundurkan masa panen.
Pemanenan benih padi unggul jangan dilakukan bersamaan dengan tanaman padi konsumsi.
Hal ini bertujuan agar benih tidak tercampur dengan benih lain. Gunakan sabit yang bergerigi dan simpan potongan malai pada terpal atau karung bekas. Pemanenan dilakukan saat padi telah menguning sekitar 90 %.
Penjemuran calon benih padi unggul sebaiknya tidak dilakukan di lantai jemur secara kontak fisik langsung, melainkan harus diberi alas terpal atau anyaman bambu.
Penjemuran sebaikknya dilakukan saat pagi hari sekitar jam 07.00 – 10.00 dan sore hari sekitar jam 14.30-17.00. Keringkan sampai kadar air sekitar 14 – 12%.
Sebelum digunakan untuk benih sebaiknya benih padi unggul disimpan dulu dalam karung sekitar 1 – 2 minggu atau biasa disebut dengan stagnasi. Setelah proses stagnasi bibit padi unggul siap digunakan.
Secara Tipe Beras yang Dihasilkan
Berikut ini beberapa jenis padi dilihat dari tipe beras yang dihasilkan.
Padi Ketan
Tekstur padi ketan lebih lengket dari padi nasi, sehingga tidak dijadikan makanan pokok. Padi ketan biasanya hanya dijadikan bahan pembuatan bubur ketan, tape ketan, dan makanan khas daerah lainnya.
Varian dari padi ketan terdiri dari varian padi ketan merah, putih, dan hitam.
Padi Wangi
Sesuai namanya, padi wangi pastinya memiliki karakteristik yang beraroma wangi. Contoh padi wangi adalah padi pandanwangi.
Padi Pera
Padi pera merupakan padi yang apabila berasnya dimasak, nasinya akan bertekstur pera. Maksud dari perah adalah tekstur nasi yang sedikit keras.
Nasi ini menjadi perah karena berasal dari kadar amilosa yang tinggi. Semakin tinggi kadar amilosa, semakin terasa tekstur nasinya. Kadar amilosa yang menghasilkan tesktur pera minimal 25%.
Sumatera Barat dan Riau merupakan daerah yang paling populer yang memproduksi jenis padi ini. Padi dengan kadar amilosa tinggi tak hanya dijadikan nasi, melainkan dijadikan juga bahan pembuatan bihun.
Padi Pulen
Merupakan padi yang apabila berasnya dimasak, akan menghasilkan karakteristik nasi yang pulen, mirip-mirip dengan padi pera.
Pulen mengandung amilopektin yang tinggi di dalam padi dan kadar amilosa di bawah 25%. Apabila dimasak, nasi yang dihasilkan akan berasa sedikit lengket.