resep bubur merah putih lembut

Resep Bubur Merah Putih Lembut Yang Bisa Dibuat Dirumah

Pada ulasan kali ini saya akan membahas resep bubur merah putih lembut yang dapat di coba di rumah sendiri

Bubur merah putih ini biasanya disajikan untuk penghormatan juga harapan seorang yang memiliki hajat agar mendapat restu dan keselamatan saat menggelar syukuran kelahiran.

Setelah dibacakan doa, bubur merah putih ini dibagikan pada tetangga dekat, agar harapannya para tetangga juga bisa ikut merasakan kebahagiaan.

Ikut mendoakan untuk kesehatan bagi yang bersangkutan. Tak lupa, secarik kertas berisi nama sang bayi pun tak lupa dilampirkan.

Dalam suatu perayaan pastilah ada harapan yang diinginkan. Maka lewat bubur merah putih  sebuah harapan pun dicantumkan.

Filosofi bubur merah putih ini adalah kedua bubur ini melambangkan keberanian dan kesucian; Merah (simbol dari keberanian) dan putih (simbol dari kesucian).

Pada moment pemberian nama, kedua bubur ini merupakan simbol dari harapan keluarga, agar kelak si jabang bayi memiliki sifat berani serta selalu bertindak dan berada di jalan yang benar (suci).

langsung saja kita ke resep bubur merah putih lembut

BAHAN BAHAN :

  • 1/2kg beras putih
  • 250 liter santan kental
  • 2 buah gula aren ukuran sedang
  • 3 lembar daun pandan
  • 2 liter air
  • Garam secukupnya

CARA MEMBUAT KUAH :

  • Rebus gula aren atau gula jawa dengan air secukupnya (api kompor sedang jangan terlalu besar) hingga mencair. Tambahkan selembar daun pandan.

RESEP BUBUR MERAH PUTIH Lembut :

  1. Cuci beras dengan air bersih. Rendam sekitar dua jam.
  2. Bagi dua beras tersebut masing-masing 250gram.
  3. Untuk bubur berwarna putih masukkan 250 gram beras ke dalam panci, tambahka santan, garam setengah sendok teh dan 1 liter air secara perlahan. Masak di atas kompor dengan api sedang.
  4. Masukkan selembar daun pandan.
  5. Aduk berulangkali hingga menjadi bubur lalu angkat.
  6. Untuk bubur merah masukkan 250 gram beras ke dalam panci, tambahkan santan, setengah sendok teh garam, gula jawa yang telah dicairkan, dan satu liter air secara perlahan. Masak dengan api sedang.
  7. Tambahkan selembar daun pandan.
  8. Aduk berulangkali hingga menjadi bubur.
  9. Sajikan kedua bubur tersebut dalam satu mangkok.

Tips Resep Bubur  Merah Putih Lembut

Rasa khas bubur merah putih memang selalu dirindukan. Perpaduan rasa gurih dan manis menyatu dengan apik saat disantap bersama.

Rasa gurih berasal dari santan kelapa, sedangkan rasa manis berasal dari gula merah. Rasanya yang nikmat bisa di sajikan sebagai menu sarapan atau menu camilan sore untuk keluarga.

Berikut Tips Resep Bubur  Merah Putih Lembut

  • Pilihlah beras berwarna putih dengan bulir yang bagus dan tidak pecah-pecah.
  • Cuci beras dengan tangan hingga bersih dan sebaiknya rendam beras dalam air minimal 2-3 jam terlebih dahulu sebelum dimasak. Cara ini membantu agar beras lebih cepat lunak dan matang.
  • Untuk memasak bubur merah putih, sebaiknya beri lebih banyak cairan karena bubur yang dimasak akan menyerap kelebihan cairan. Gunakan perbandingan 1:5 untuk beras dan air, yakni 1 liter beras dgn 5 liter air.
  • Tambahkan santan yang encer untuk menciptakan rasa gurih pada bubur merah putih
  • Agar bubur merah putih wangi, jangan lupa untuk memasukkan daun pandan
  • Masak bubur dengan api sedang agar cairan tidak mudah cepat menyusut dan terserap dengan baik ke dalam beras.
  • Rutinlah mengaduk bubur setiap 5-10 menit sekali. Pengadukan secara teratur dan perlahan adalah trik untuk mendapatkan bubur merah putih yang lembut, karena membantu mempercepat pemecahan bulir beras dan meningkatkan penyerapan air dan santan
  • Aduk secara merata. Gunakan sendok kayu untuk mengaduk dan mengambil sisa beras yang menempel di dasar panci, agar tekstur bubur lembut merata dan tidak menimbulkan kerak.
  • Jika muncul suara meletup dari bubur, tambahkan kembali air panas untuk menjaga bubur tetap cair dan tidak terlalu padat.
  • Perhatikan waktu memasak dengan baik, sebab hal ini sangat penting untuk mendapatkan tekstur bubur yang Ibu inginkan. Jika dirasa sudah cukup lembut, setelah bubur mendidih dinginkan bubur hingga 30 menit agar terasa lebih lembut.

Sejarah Bubur Merah Putih

Bubur ini, umumnya, dihidangkan bersamaan dalam sebuah piring kecil yang porsinya dibagi dua, yakni setengah untuk bubur merah,Setelah tadi saya membahas tentang resep bubur merah putih dan tips & trik resep bubur merah putih yang lembut  sekarang saya akan menjelaskan tentan sejarah bubur merah putih

Di sebuah desa di Tasikmalaya, pada pagi hari setiap tanggal 10 Muharam hampir setiap rumah memasak bubur merah dan putih yang disimpan terpisah.

Bubur itu kemudian dikenal dengan bubur suro. Selanjutnya makanan itu dibawa ke masjid untuk dibagikan masyarakat yang datang ke masjid tersebut.

Di Cimahi kabupaten Bandung, masyarakat desa menyuguhkan hidangan berupa bubur beureum (bubur merah) dan bubur bodas (bubur putih).

Kebiasaan atau adat-adat ini dikenal oleh masyarakat Sunda Priangan sebagai tradisi ngabubur beureum jeung ngabubur bodas.

1 PERINGATAN 1 MUHARAM

Dua peristiwa besar pada bulan Muharam yang sering diperingati kaum Muslimin yaitu pertama, peringatan tahun baru Hijriah yang jatuh pada n tanggal 1 Muharam dan kedua, peringatan tragedi terbunuhnya Imam Husein bin Ali bin Abi Thalib, seorang cucu Nabi Muhammad saw.,

di Padang Karbala pada tanggal 10 Muharam. Dari keduanya, peringatan tragedi Karbala memiliki sebuah dimensi tersendiri meskipun lebih sedikit kaum Muslimin yang mau memperingatinya.

Begitu membekasnya peristiwa itu, sehingga menumbuhkan sebuah tradisi di tengah tengah  masyarakat sebagai bentuk penghormatan atas syahidnya Imam Husein.

Sebuah perang yang tidak seimbang terjadi. Imam Husein dengan sekira 70 pengikutnya berhadapan dengan sekira 30.000 tentara Yazid yang dikomandani Ubadilillah bin Ziyad.

Puncaknya, Imam Husein syahid dan kepalanya dipenggal lalu diarak ke istana Yazid bin Muawiyah.

Banyak penduduk Irak meratapinya, karena mereka tahu persis siapa lelaki yang disebut Rasulullah sebagai pemuka para penghuni surga itu. Peristiwa terbunuhnya Imam Husein terjadi pada tanggal 10 Muharam 61 Hijriah.

Tanggal tersebut dikenal dengan nama Hari Asyura. Lidah Jawa melafalkannya menjadi Suro.Menjadi ritual wajib tahunan yang tidak bisa ditinggalkan.

Mereka mengadakan semacam teater massal di tempat terbuka. Lalu kisah penderitaan Husein dibacakan, semua orang menangis.

Kemudian mereka berarak, sambil meneriakkan kalimat, “Setiap hari adalah Asyura, setiap tempat adalah Karbala.”

DI Indonesia

Peringatan Asyura memang tidak seheboh di Irak atau Iran. Tapi bukan tidak ada sama sekali.

Sejak dulu peringatan ini dilangsungkan, dan pada umumnya dengan suasana yang sederhana.

Kebanyakan dari mereka tidak tahu persis seperti apa tragedi itu terjadi dan apa motif di belakangnya. Hanya kesadaran tradisilah yang memandu mereka untuk tetap menyelenggarakan peringatan Asyura.

Itu tadi ulasan tentang resep bubur merah putih yang dapat saya bagikan untuk anda. Resep Jajanan Pasar Kekinian ini ternyata dari dudulu sudah ada lho.

Previous post Enak Dan Halal! Cara Membuat Bubur Mutiara Untuk Dijual
cara membuat donat empuk sederhana Next post Cara Membuat Donat Empuk Sederhana yang Mudah Dibuat