Karakteristik desa dan kota

Karakteristik Desa Dan Kota Yang Dapat Di Ketahui

Karakteristik desa dan kota yang bisa kamu ke tahui sangat banyak sekali berikut ini merupakan karakteristik dari suatu desa dan kota. serta ada juga Perbedaan Desa Dan Kota yang bisa kamu ketahui untuk menambah pengetahuan kalian.

1. Pengertian Masyarakat Perkotaan

Masyarakat “perkotaan” yang di mana dapat kita ketahui itu selalu identik dengan suatu sifat yang individual, matrealistis, penuh kemewahan,saerta  dikelilingi gedung-gedung yang menjulang tinggi, perkantoran yang mewah, dan pabrik-pabrik yang besar.

Asumsi kita tentang “kota” Masyarakat “perkotaan” lebih dipahami sebagai kehidupan komunitas yang memiliki sifat kehidupan dan ciri-ciri kehidupannya berbeda dengan masyarakat pedesaan.

Akan tetapi kenyataannya terseabut di “perkotaan” juga masih banyak terdapat beberapa kelompok yang pekerja-pekerja di sektor informal, misalnya tukang becak, tukang sapu jalanan, pemulung bahkan pengemis sekali pun.

Bila kita telusuri masih banyak sekali yang lainnya juga terdapat perkampungan-perkampungan kumuh tidak layak huni.

Menurut suatu konsep dari Sosiologik sebagian Jakarta dapat disebut Kota, karena memang gaya hidupnya yang cenderung bersifat individualistik.

Marilah sekarang kita melihat lagi teori dari Talcott Parsons mengenai tipe masyarakat kota.

Karakteristik desa dan kota Yang mana diantaranya mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

A). Netral Afektif

Masyarakat Kota mempunyai sifat yang lebih mementingkat Rasionalitas dan sifat rasional ini erat sekali hubungannya dengan konsep Gesellschaft atau Association.

Mereka tidak mau untuk mencampuradukan hal-hal yang bersifat emosional atau yang menyangkut suatu perasaan pada umumnya dengan hal-hal yang bersifat rasional, itulah sebabnya tipe masyarakatnya itu disebut netral dalam perasaannya.

B). Orientasi Diri

Manusia dengan kekuatannya sendiri harus dapat mempertahankan dirinya sendiri, pada umumnya dikota tetangga itu bukan orang yang mempunyai hubungan kekeluargaan dengan kita oleh karena itu setiap orang dikota terbiasa hidup tanpa menggantungkan diri pada orang lain, mereka cenderung untuk individualistik.

C). Universalisme

Berhubungan dengan semua hal yang berkaitan dengan umum, oleh karena itu pemikiran rasional merupakan suatu dasar yang sangat penting sekali untuk Universalisme.

D). Prestasi

Mutu ataupun suatu prestasi seseorang yang akan dapat menyebabkan orang itu diterima berdasarkan kepandaian atau keahlian yang dimilikinya tersebut.

E). Heterogenitas

Masyarakat kota pada umunnya lebih memperlihatkan sifat Heterogen, artinya terdiri dari lebih banyak komponen dalam suatu susunan penduduknya.

2. Struktur Masyarakat Perkotaan

1. Segi Demografi

Ekspresi demografi dapat ditemui di kota-kota besar. Kota-kota merupakan sebagai pusat perdagangan, pusat pemerintahan dan pusat jasa lainnya yang menjadi daya tarik bagi suatu penduduk di luar kota.

Jenis kelamin dalam suatu hal ini mempunyai artian yang sangat penting, karena semua kehidupan sosialnya dipengaruhi oleh proporsi atau perbandingan jenis kelamin.

Suatu kenyataan ialah bahwa pada umumnya kota lebih banyak sekali dihuni oleh wanita dari pada pria.

Struktur penduduk kota dari segi umur sangat menunjukkan bahwa mereka lebih banyak tergolong dalam umur yang produktif.

Kemungkinan besar adalah bahwa mereka yang berumur lebih dari 65 tahun atau mereka yang sudah pensiun lebih menyukai kehidupandan dan suasana yang lebih tenang lagi.

Suasana ini terdapat di daerah-daerah seperti di pedesaan atau sub urban.

2. Segi Ekonomi

Struktur kota dari segi yang satu ini dapat dilihat dari jenis-jenis mata pencaharian penduduknya ataupun warga kotanya.

Sudah jelas sekali bahwa jenis mata pencaharian penduduk masyarakat kota adalah di bidang non agraris seperti pekerjaan-pekerjaan di bidang perdagangan, kepegawaian, pengangkutan dan di bidang jasa serta lain-lainnya.

Dengan demikian suatu struktur dari segi jenis-jenis mata pencaharian akan mengikuti fungsi dari sebuah kota.

Dimasyarakat kota mata pencahariannya cenderung menjdi terspesialisasikan, dan spesialisasi itu sendiri dapat kita kembangkan, mungkin menjadi manjer suatu perusahaan, dan ketua ataupun pimpinan dlam suatu birokrasi.

3. Segi Segregasi

Segregasi yang dapat dianalogkan dengan sebuah pemisahan yang dapat menimbulkan berbagai kelompok (clusters), sehingga kita sering mendengar adanya:

kompleks perumahan dari pegawai bank, kompleks perumahan tentara,kompleks pecinan dan seterusnya lagi.

Segregasi yang seperti ini ditimbulkan karena adanya perbedaan suku, perbedaan pekerjaan, perbedaan strata sosial, perbedaan tingkat pendidikan dan masih banyak beberapa sebab-sebab lainnya juga,

Segregasi yang menurut mata pencaharian dapat dilihat dari adanya kompleks perumahan suatu pegawai, buruh, industriawan, pedagang dan lainnya, sedangkan menurut perbedaan segi sosial dapat dilihat adanya kompleks golongan berada.

Dikota penduduknya heterogen, terdiri dari orang-orang dengan yang macam-macam subkultur dan kesenangan, kebudayaan mata pencaharian.

Sebagai contoh dalam prilaku, dan juga bahasa, penduduk dikota lebih cenderung heterogen.

penduduk dikota lebih cenderung heterogen.

Hal ini karena adanya daya tarik dari mata pencaharian, pendidikan, komunikasi dan transportsi, yang menyebabkan kota menarik orang-orang dari berbagai kelompok etnis untuk berkumpul di seuatu kota.

Segregasi yang seperti ini tidak akan menimbulkan masalah apabila adanya saling pengertian, toleransi antara fihak-fihak yang bersangkutan.

Dalam suatu hubungannya dengan perencanaan kota misalnya kompleks bank, pasar dan sebagainya.

Segregasi yang tidak disengaja terjadi tanpa sebuah perencanaan, tetapi akibat dari masuknya arus penduduk dari luar yang memanfaatkan suatu ruang kota, baik dengan ijin maupun yang tidak dengan ijin dari suatu pemerintahan kota.

Dalam hal yang seperti ini dapat terjadi slums. Biasanya slums ini merupakan daerah yang tidak teratur dan bangunan-bangunan yang ada tidak memenuhi dari persyaratan bangunan dan kesehatan.

Adanya sebuah segregasi juga dapat disebabkan dari sewa atau harga tanah yang tidak sama. dari Karakteristik desa dan kota.

Daerah-daerah dengan harga tanah yang tinggi akan didiami oleh sebauh warga kota yang mampu sedangkan daerah dengan tanah yang murah akan didiami oleh warga kota yang berpenghasilan sedang atau kecil.

Apabila adanya kompleks yang terdiri dari orang-orang yang sesuku bangsa yang mempunyai kesamaan kultur dan status ekonomi, maka kompleks ini atau clusters semacam yang satu ini disebut dengan istilah ”natural areas”.

3. Perbedaan Masyarakat Desa dan Kota

karakteristik desa dan kota Masing-masing mempunyai suatu sistem yang sangat mandiri sekali, dengan fungsi-fungsi sosial, struktur serta proses-proses dari sosial yang sangat berbeda, bahkan kadang-kadang dikatakan “berlawanan” sangat pula.

Perbedaan ciri antara kedua sistem tersebut dapat diungkapkan bahwa secara singkat menurut Poplin (1972)

sebagai berikut:

Masyarakat Pedesaan:

  • Perilaku homogen
  • Perilaku yang berorientasi pada tradisi dan status
  • Isolasi sosial, sehingga statik
  • Kesatuan dan keutuhan kultural
  • Banyak ritual dan nilai-nilai sakral
  • Kolektivisme

Masyarakat Kota:

  • Perilaku heterogen
  • Perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan fungsi
  • Mobilitas sosial, sehingga dinamik
  • Kebauran dan diversifikasi kultural
  • Birokrasi fungsional dan nilai-nilai sekular
  • Individualisme

Warga dari suatu masyarakat pedesaan mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam ketimbang dengan hubungan mereka dengan warga masyarakat pedesaan yang lainnya.

Suatu sistem kehidupan biasanya berkelompok atas dasar sistem kekeluargaan (Soekanto, 1994).

Selanjutnya Pudjiwati (1985), menjelaskan tentang ciri-ciri relasi sosial yang ada di desa itu, adalah pertama-tama, hubungan sebuah kekerabatan.

Penduduk masyarakat dari suatu pedesaan pada umumnya hidup dari pertanian, walaupun terlihat adanya tukang kayu, tukang genteng ataupun tukang bata, dan masih banyak lainnya.

Pekerjaan-pekerjaan di samping pertanian itu, hanya merupakan pekerjaan sampingan saja .

Golongan orang-orang tua pada masyarakat pedesaan umumnya memegang peranan yang sangat penting sekali.

Orang akan selalu meminta nasihat kepada mereka apabila adanya sebuah kesulitan-kesulitan yang dihadapi.

Ciri ciri tersebut antara lain :

  1. jumlah dan kepadatan penduduk
  2. lingkungan hidup
  3. mata pencaharian
  4. corak kehidupan sosial
  5. stratifiksi sosial
  6. mobilitas sosial
  7. pola interaksi sosial
  8. solidaritas sosial
  9. kedudukan dalam hierarki sistem administrasi nasional.

Nah. mungkin itu saja artikel kali ini tentang karakteristik desa dan kota yang bisa saya sampaikan. namun kamu juga bisa mengetahui ciri-ciri masyarakat desa untuk menambah wawasan dan pengetahuan kamu.

 

ciri-ciri masyarakat desa Previous post Ciri-ciri Masyarakat Desa Yang Ada Di Indonesia Menurut Para Ahli
masa jabatan perangkat desa Next post Masa Jabatan Perangkat Desa Dari Suatu Pemerintahan Yang Ada