Ciri-ciri Masyarakat Desa Yang Ada Di Indonesia Menurut Para Ahli
Ciri-ciri masyarakat desa masyarakat pedesaan seringkali dianggap sebagai suatu masyarakat petani atau masyarakat yang sebagian mata pencahariannya kebanyakan yaitu bertani, tapi benarkah itu demikian?
‘Masyarakat pedesaan’ Terdiri dari dua gabungan kata yaitu masyarakat dan pedesaan. serta ada juga Perbedaan Desa Dan Kelurahan dari suatu masyarakat.
Masyarakat adalah suatu orang yang hidup dengan bersama di tempat atau wilayah yang memiliki suatu ikatan aturan tertentu atau sekumpulan orang-orang yang memiliki kesamaan tertentu.
Sedangkan pedesaan dipersepsikan sebagai suatu wilayah pemukiman yang dihuni oleh orang-orang yang berprofesi sebagai petani dan peternak.
Berarti, masyarakat pedesaan adalah suatu masyarakat petani?
Tidak sesederhana itu, desa atau pedesaan dalam sebuah konteks Indonesia memiliki pengertian yang sangat kompleks sekali.
Misalnya, dalam pembagian suatu administratif, istilah desa adalah suatu bagian wilayah yang di bawah dari kecamatan, kabupaten, dan provinsi.
Contohnya yaitu, wilayah desa Kertamulya berada di kecamatan Padalarang kabupaten Bandung Barat penduduknya kebanyakan bukan petani, mereka bekerja sebagai suatu karyawan dan wiraswasta, padahal secara administratif bisa disebut wilayah desa.
Jika dipikir-pikir oleh kita, kalau memang pedesaan sangat di identikan dengan suatu pertanian, lalu mengapa banyak sekali wilayah yang secara administratif disebut desa, tapi mata pencaharian suatu penduduknya bukan bertani?
Agar dapat menjawab suatu pertanyaan tersebut, mari kita fahami terlebih dahuludari pengertian suatu masyarakat pedesaan menurut para ahli
Ciri-ciri masyarakat desa menurut para ahli di bawah ini:
1. Undang-undang Desa 2014
Masyarakat desa adalah suatu komunitas yang memiliki batasan wilayah tertentu serta berwenang untuk mengatur serta mengurus perihal suatu pemerintahan.
Yang berhak untuk diatur adalah suatu kepentingan warga yang berdasarkan partisipasi masyarakatnya, hak asal-usul, ataupun hak tradisional yang sama-sama sangat dihormati sekali dalam suatu sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Paul H. Landis
Masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang memiliki oleh penduduk kurang lebih dari 2.500 jiwa.
Dengan ciri-cirinya sebagai berikut:
- Antar penduduk hidup saling kenal mengenal.
- Mempunyai perasaan kesukaan yang sama tentang suatu kebiasaan.
- Perekonomian didominasi oleh pertanian karena dekat dengan alam. Sedangkan pekerjaan yang bukan pertanian sifatnya sambilan.
3. Sutardjo Kartodikusuma
Merupakan suatu komunitas yang memiliki kesatuan hukum, memiliki suatu wilayah tempat tinggal dan pemerintahan yang sangat mandiri.
4. Bintaro
Bintaro adalah sebuah kesatuan dari geografi, ekonomi, politik, dan kultur yang ada di suatu daerah, yang membutuhkan pengaruh yang sangat balik dengan daerah lainnya.
5. Ensiklopedia
Yaitu suatu masyarakat dengan jumlah penduduk yang cukup rendah. Untuk suatu kegiatan ekonomi, biasanya mereka memproduksi bahan baku mentah seperti sayur, daging, benang wol, dan lain-lain.
1. Ciri-ciri Masyarakat Pedesaan
Masyarakat desa adalah sebuah komunitas yang belum kompleks. Jadi, kelompok yang belum mendapatkan suatu pembagian kerja secara terstruktur dengan suatu aspek-aspeknya masih dapat dipelajari oleh kita sebagai satu kesatuan.
Wilayah pedesaan juga memiliki sebuah ciri – ciri yang sangat spesifik
ciri – ciri yang sangat spesifik sebagai berikut:
- Kehidupan keagamaan sangat cukup kental sekali, sehingga jika ada acara suatu keagamaan biasanya para warga ikut serta di dalamnya untuk menyelenggarakannya.
- Orang desa pada umumnya sangat ketergantungan. Apa yang dianggap baik oleh suatu komunitas maka baik pula oleh suatu individu.
- Pembagian suatu kerja di antara warganya lebih fleksibel dan tidak memiliki batasan yang sangat nyata.
- Peluang untuk mendapatkan suatu pekerjaan lebih kecil sekali dibandingkan suatu warga yang tinggal di kota.
- Interaksi atau pola komunikasi juga lebih banyak sekadar basa-basi/nonformal.
- Pembagian waktu yang sangat fleksibel sekali, tergantung kebutuhan, kecuali saat masa-masa tertentu saja (panen misalnya).
- Perubahan sosial juga tidak begitu sangat cepat, berbeda dengan di kota-kota, sebab kota sangat terbuka sekali dalam menerima suatu pengaruh.
2. Karakteristik Masyarakat Pedesaan
Talcot Parsons telah menyamakan suatu masyarakat desa sebagai masyarakat Gemeinschaft, yaitu masyarakat yang mempunyai suatu karakteristik:
1. Afektifitas
Setiap individu pasti memiliki perasaan saling sayang dan peduli satu sama lainnya. Hal ini kemudian berdampak terhadap suatu sikap dan budaya yang saling tolong menolong, bersimpati pada musibah yang diderita oleh tetangga, dan menolong tanpa suatu pamrih.
2. Orientasi kolektif
Mendahulukan sebuah kebersamaan, mereka kurang suka dengan menonjolkan dirinya, banyak yang tidak suka dengan suatu konflik (perbedaan pendapat), semua orang memperlihatkan keseragaman dalam suatu persamaan.
3. Partikularisme
Lebih lanjutnya lagi menunjukan sifat yang sangat subyektif sekali, yaitu kebersamaan yang mementingkan suatu kelompok mereka sendiri jika ada suatu serangan yang datang dari luar. (lawannya Universalisme)
4. Askripsi
Adat ataupun suatu budaya yang sudah menjadi kebiasaan yang secara turun temurun terus dijaga. (lawannya prestasi)
5. Kekabaran
Ciri-ciri masyarakat desa untuk menjaga suatu harmoni, kebanyakan masyarakat desa menggunakan komunikasi bahasa yang tidak langsung.
Baik ketika menunjukkan sesuatu, mengingatkan bahkan menegur sekalipun.
Telah menegaskan suatu perbedaan yang sangat mencolok masyarakat dari pedesaan dan perkotaan yaitu dari cara menjalani suatu hidupnya.
Menurutnya, kebanyakan suatu masyarakat yang tinggal di pedesaan bekerja berkaitan dengan sebuah alam. Misalkan yaitu, bertani dan beternak.
Sedangkan suatu, masyarakat perkotaan bekerja dengan berkaitan dengan dunia industri dan perdagangan yang, sehingganya banyak pembagian suatu tugas di setiap individunya.
Sebutan desa yang ada di Indonesia terkadang sangat berbeda dan bertolak belakang sekali teori-teori dari pedesaan yang dikemukakan di atas.
Ciri-ciri masyarakat desa Saya ambil contoh lainnya saja, desa-desa di kab Bekasi berprofesi sebuah pekerjaan warganya begitu beragam, tidak di dominasi oleh sebuah petani.
Sekarang kayanya tidak tepat jika kita sebut desa-desa di Bekasi sebagai daerah yang rural.
Dalam suatu sosilogi, daerah ini disebut sebagai sub-urban. Yaitu, daerah pedesaan yang dihuni oleh suatu warga perkotaan dengan tujuan untuk bisa tetap bekerja di Kota-kota besar.
Memahami tentang suatu teori masyarakat dalam suatu pedesaan, anda akan menemukan berbagai kontradiksi antara satu konsep dan fakta dari sosial yang terjadi di lapangan sekarang ini.
Ini karena merupakan, sosiologi dan suatu masyarakat itu sangat dinamis sekali, kita mesti jeli dan tidak langsung menerima begitu saja semua teori serta suatu informasi yang telah tertulis dalam sebuah buku serta di dunia internet yang ada sekarang ini.
Nah, mungkin itu saja artikel kali ini tentang ciri-ciri masyarakat desa yang bisa saya sampaikan kurang lebihnya saya mohon maaf bila ada salah-salah kata dalam suatu penulisan artikel kali ini.
Namun kamu juga bisa mengetahui klasifikasi desa swakarya untuk menambah wawasan serta pengetahuan kamu.
Bila artikel kali ini bermanfat tolong search ke teman kalian untuk membacanya agar mereka juga mengetahuinya.