Mengujutkan!! Inilah Jumlah Penggunaan Plastik di Indonesia

Penggunaan Plastik di Indonesia

Assalamu’alaikum, Selamat menjalani hari ini dan jangan lupa bahagia hehe. Kali ini saya akan berbagi informasi tentang Jumlah Penggunaan Plastik di Indonesia.., baca dan simak baik-baik ya, kuy..!!

Penggunaan Plastik Di Indonesia – Plastik yang biasa kita gunakan dalam kehidupan sehari – hari adalah plastik pembungkus makanan dan minuman.

Dikarenakan praktis, plastik banyak digunakan sebagai bahan pembuat peralatan rumah tangga menggantikan kayu, kertas, logam, dan kaca.

Selain dibuat menjadi peralatan rumah tangga, plastik juga dibuat menjadi beraneka ragam benda misalnya mainan anak-anak, lampu hias, casing ( televisi, hand phone, dan komputer ), kran air, pipa,

Tak hanya itu, bahkan sampai suku cadang kendaraan dan peralatan listrik pun terbuat dari plastik.

Karena desain kemasan yang dibuat menarik serta fungsinya yang serba guna, menjadikan alasan mengapa plastik digemari oleh masyarakat.

Namun, hal ini menghasilkan tumpukan sampah plastik. Plastik yang sudah tidak digunakan lagi harusnya dibuang ke tempat sampah supaya dapat diolah atau di daur ulang. Tapi masih banyak yang membuang sampah plastik sembarangan.

Tidak hanya menjadi masalah di perkotaan, sampah plastik juga mempengaruhi lautan. Dampak negatif sampah plastik tidak hanya membunuh berbagai hewan, merusak kesehatan manusia , tetapi juga merusak lingkungan secara sistematis.

Oleh karena itu, jika tidak ditangani secara menyeluruh, pencemaran sampah plastik tentunya akan sangat berbahaya bagi makhluk hidup dan lingkungan.

Penanganan Penggunaan Sampah Plastik di Indonesia

Penggunaan Plastik di Indonesia

Pola penanganan sampah di Indonesia hanya melalui tahapan paling sederhana, yaitu mengumpulkan, mengangkut, kemudian membuang.

Pola penanganan sampah tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun, dan menjadi kebijakan umum yang dilaksanakan pemerintah.

Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( Kementerian LHK ) Djati Witjaksono Hadi mengatakan,

” Pola pengelolaan sampah tersebut berjalan karena dilandasi oleh mindset bahwa sampah adalah sesuatu yang tidak berguna sehingga harus dibuang “.

Pendekatan yang dijalankan adalah pendekatan melalui penyelesaian di tempat pemrosesan akhir. Djati menerangkan, amanat utama dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 adalah tentang Pengelolaan Sampah yaitu mengubah paradigma pengelolaan sampah.

Mengubah paradigma tersebut dari mengumpulkan, mengangkut, dan membuang, dirubah menjadi pengurangan penggunaan material yang berpotensi menjadi sampah (reduce) dan daur ulang sumber daya (recycle).

Plastik Ramah Lingkungan

Penggunaan Plastik di Indonesia

Memangang banyak cara penangan plastik yang dikemukan. Namun, menurut Sugianto Tandio, Direktur teknik produsen plastik ramah lingkungan sekaligus Co Founder dan Chairman, Greenhope, jawaban dari masalah sampah plastik itu adalah bagaimana sampah plastik itu agar dapat terurai.

Ia menerangkan bahwa, kampanye 3R yang dilakukan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia selama kurang lebih 70 tahun belakangan ini tidak menyelesaikan masalah.

Ia mengakui, memang kampanye tersebut cukup bagus, namun bukan sebuah solusi.

Menurut penelitiannya, setelah di 3R dilakukan beberapa kali, sampah yang akan dihasilkan masih tetap berupa plastik yang hanya akan terurai selama kurang lebih 1000 tahun lamanya.

Hal ini yang menurutnya menjadikan tidak menyelesaikan, namun hanya menunda masalah tersebut.

Menurutnya, ada 1 langkah lagi dilakukan sehingga 3R berubah menjadi 4R agar masalah sampah tersebut bisa diatasi.

Langkah R ke-4 adalah Return to earth ( dikembalikan ke bumi alias terurai sempurna ). Dengan demikian, maka semua sampah plastik yang dibuang di TPA harus dapat terurai.

Terkait dengan larangan penggunaan plastik Sugianto menjelaskan. Larangan itu sifatnya masih merubah prilaku. Pengurangan penggunaan plastik dengan mengganti tas belanja juga dinilainnya bukan jalan keluar.

Oleh karena itu, dia mencontohkan negara –  negara di Eropa dan Amerika yang sebelumnya mengeluarkan regulasi terkait tas belanja kini sudah melakukan evaluasi.

Hal ini dikarenakan tas belanja, berapa kali dipakaipun pada akhirnya akan kembali ke tempat sampah.

Mengurangi sampah dengan Denda pada Ritel Langgar KUH Perdata

Memberikan sanksi denda kepada toko ritel sebenarnya melanggar KUH Perdata, yang posisinya lebih tinggi dibanding Perda.

Dalam aturan hukum praktek jual beli, Pasal 612 dan Pasal 1320 KUH Perdata menjadi kewajiban toko modern atau ritel dalam melayani pembelinya harus dengan penyerahan barang secara lengkap bersama dengan kantong belanja karena konsumen telah membayar barang berikut biaya kantong belanjanya.

” Saat ini belum ada yang bisa menemukan pengganti kantong plastik, sebagai alat membawa belanjaan,” ujar Rahadiansyah, Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti.

Kendala utama masalah sampah plastik ialah mengubah perilaku kebiasaan penggunaan kantong plastik di masyarakat. Lebih lagi bagi pedagang pasar, oleh karena itu tanggung jawab pemerintah adalah memberikan pemahaman yang massif, konsisten, dan juga tepat sasaran.

Kalau pedagang menengah kebawah di pasar, diberikan sanksi berat denda sampai Rp25 juta kan menjadi pertanyaan layak atau tidaknya. Menggunakan kantong plastik bukan perilaku kejahatan yang mesti diganjar dengan denda puluhan juta rupiah.

Seharusnya solusi untuk pedagang harus konkret. Misalnya, pedagang pasar yang bergantung pada penggunaan kantong plastik harus jelas pengganti plastik itu, dan jangan sampai kebijakan ini justru memberikan beban baru bagi masyarakat.

Sementara yang terjadi di lapangan saat ini, aturan pelarangan penggunaan kantong plastik di daerah hanya berdasarkan pada peraturan Gubernur, Walikota, atau Bupati. Alhasil, konsumenpun menjadi bingung terhadap  peraturan yang diberlakukan.

Daerah – daearh yang telah memberlakukan kebijakan ini di antaranya Banjarmasin, Balikpapan, Bogor, Bandung dan menyusul DKI Jakarta yang mulai diberlakukan pada Januari 2019.

Penggunaan Sampah Plastik di Indonesia

Sebuah penelitian diadakan untuk  menelusuri asal mula sampah sampah plastik yang berada di lautan, peimpin penelitian ini adalah Jenna R. Jambeck. Penelitian tersebut  mencakup 192 negara pesisir laut di dunia, termasuk Indonesia.

Tim Ilmuwan meranking 20 negara pesisir penyumbang terbesar sampah plastik di lautan, Hasilnya penelitian tersebut cukup mencengangkan. Indonesia menempati ranking ke-2 dalam rangking tersebut.

Negara India sendiri dengan penduduk sekitar 1,2 miliar, hanya menghasilkan sampah plastik sekitar 0,24 juta per tahun. Sedangkan Negaar Indonesia dengan total jumlah penduduk sekitar 255 juta jiwa ( Tahun 2015 ).

Total sampah plastik yang dihasilkan dari penggunaan plastik di Indonesia sendiri mencapai 1,29 juta metrik ton per tahun.

Hal ini menunjukan bahwa kesadaran masyarakat Indonesia dalam penggunaan dan pengelolaan sampah plastik masih sangat rendah.

Apabila masalah plastik di lautan tidak segera ditanggulangi, World Economic Forum memprediksi bahwa di tahun 2050 akan lebih banyak sampah plastik di laut dibandingkan ikan.

Pencemaran Plastik di Dunia

Kota – kota di dunia menghasilkan sekitar 1,3 miliar ton sampah plastik setiap tahunnya. menurut perkiraan Bank Dunia, jumlah ini akan bertambah hingga 2,2 miliar ton pada tahun 2025.

Kurang lebih selama 50 tahun, produksi dan konsumsi plastik dunia terus meningkat.

Di lautan sendiri, Sekitar 10 – 20 juta ton sampah plastik masuk ke laut. Sebuah studi memperkirakan, bahwa sekitar 5 triliun partikel plastik dengan berat total sekitar 268.940 ton mengambang di lautan saat ini.

Tak hanya mencemari lingkungan, sampah plastik juga menyebabkan kerugian sekitar 13 miliar dolar setiap tahun, mulai dari kerusakan ekosistem laut sampai wisata alam.

Studi peneliti di Pusat Nasional UC Santa Barbara yang diterbitkan dalam jurnal Science menyebut, bahwa sekitar 8 juta metrik ton sampah plastik mencemari laut setiap tahunnya.

Itulah informasi Penggunaan Plastik di Indonesia . Dari sekarang, mulailah untuk membersihkan sampah-sampah di sekeliling kita terutama membersihkan limbah padat. Selamat mencoba dan jangan lupa bahagia!Penggunaan Plastik di Indonesia