cara meningkatkan produksi padi di indonesia

Bertani Padi Modern Untuk Hasil Panen Untung Melimpah

Halo sobat tani semua.. Hari ini admin akan berbagi tutorial tentang cara merawat padi agar hasil melimpah, pastinya tutorial ini akan berguna sekali untuk sobat tani khususnya petani pemula.

Dalam usaha pertanian khususnya budidaya padi tentu tujuan yang ingin dicapai oleh setiap petani padi adalah hasil panen padi melimpah yang pada akhirnya petani bisa sukses budiya padi.

Untuk mencapai tujuan tersebut maka petani padi harus mengetahui bagaimana cara merawat padi agar hasil melimpah, sehingga bisa sukses dalam usaha pertanian khususnya budidaya padi ini.

cara merawat padi agar hasil melimpah sebuah hal penting yang sudah menjadi bagian dari masyarakat Indonesia.

Jika tanaman toga dapat dimanfaatkan untuk menyembuhkan, padi bermanfaat menyuplai kebutuhan primer, kebutuhan primer yaitu pangan.

Teknik menanam padi sudah sangat lah banyak yang di ketahui oleh semua masyarakat. Namun, ketika semua sudah sampai pada praktik, belum tentu semua orang bisa.

Lalu, bagaimana cara merawat padi agar hasil melimpah, Apa saja sih yang harus dipersiapkan?

Sehubungan hal tersebut maka disini admin akan berbagi tutorial pertanian padi khususnya tentang cara merawat padi agar hasil melimpah.

Semoga tutorial ini sangat berguna untuk petani pemula mengingat masih banyak petani pemula yang belum faham betul mengenai bagaimana cara merawat padi agar hasil melimpah

Proses Sebelum Penanaman Padi

cara merawat padi agar hasil melimpah

 

Budidaya padi di sawah memang membawa banyak manfaat bagi semua masyarakat Indonesia pada tentunya. Padi tentu adalah komoditas primer yang tak akan pernah habis dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia.

Pada tanaman lain, seperti cabe dan tanaman sawi, tahapan menanamnya kurang lebih sama, yaitu mengolah lahan, memilih bibit, menanam, merawat, dan memanen. Namun, ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan sebelum menanam padi. Apa sajakah itu?

1.Lahan yang luas

cara merawat padi agar hasil melimpah

 

Mau tidak mau, harus di pertimbangkan bahwa untuk bisa menerapkan cara menanam padi dengan baik dan dengan cara yang benar, pertama-tama kita semua wajib mempersiapkan lahan yang luas.

Semakin besar lahan, akan semakin besar hasil menjadi semakin signifikan dan Anda tidak akan rugi di modal awal.

2.Bibit Unggul

cara merawat padi agar hasil melimpah

Cek bibit unggul dengan proses perendaman selama beberapa hari ke depan. Lebih baik rugi dengan mengganti bibit yang sudah dibeli daripada rugi usai proses penanaman.

3. Alat Pertanian Yang Mahir

cara merawat padi agar hasil melimpah

Proses penanaman membutuhkan alat pertanian padi yang mahir. Misalnya, pada saat membajak sawah. Memang, Anda bisa menggunakan alat tanam padi tradisional untuk membajak sawah, misalnya dengan menggunakan kerbau atau sapi.

Namun, di zaman yang modern kali ini, apabila ingin hasil yang lebih bnyak, tentu Anda membutuhkan traktor, misalnya. Persiapkan bujet yang cukup untuk membeli alat pertanian modern.

Setelah kita membahas tentang perihal yang harus anda persiapkan sebelum menanam padi, kita harus membahas juga perihal cara menanam padi,merawat padi,dan memanen padi tersebut dengan baik dan benar.

Nah,selepas  membahas perihal yang harus di persiapkan sebelum menanam padi, Mari kita saat ini pelajari hal-hal mengenai tentang cara merawat padi agar hasil melimpah.

Cara Menanam Padi Dengan Baik Dan Benar

1.Pemilihan Benih Padi

 

Pemilihan benih padi merupakan hal penting sebelum melakukan proses penanaman.

Cara memilih benih padi adalah seperti  berikut:

  1. Lakukan pengujian dengan merendam 100 butir benih dalam air selama dua jam sampai empat jam.
  2. Jika 90 persen butir benih berkecambah, artinya berkualitas unggul.
    Benih yang tidak mengambang dengan larutan ZA 20 g termasuk sebagai benih unggul.
  3. Cek juga ketahanan terhadap hama dan penyakit.

2. Persiapan Media Tanam

 

Media tanam yang baik adalah kunci keberhasilan menanam tanaman tersebut.

Kalian juga bisa menanam padi di sawah , polybag, hingga hidroganik tergantung kebutuhan.

Cara persiapan media tanam padi:

  1. Siapkan lahan untuk menanam padi.
  2. Bersihkan dari gulma atau rumput liar dengan cara dicangkul atau dicabut.
  3. Tanah yang kering dialiri air supaya gembur dan akan semakin gampang.
  4. Bajak dengan traktor, sapi, atau secara manual dengan cara dicangkul.
  5. Setelah itu, genangi lahan dengan air hingga ketinggian 5 cm hingga  10 cm
  6. Tunggu media tanam yang tergenang air selama dua minggu untuk menetralisir racun

3. Persemaian

Cara menanam padi dengan baik dan menguntungkan adalah dengan persemaian atau pun juga bisa di sebut dengan pembibitan.

Persemaian atau pembibitan adalah tempat atau area untuk kegiatan memproses benih menjadi bibit/semai yang siap di tanam di lapangan.

Cara penyemaian padi:

  1. Lakukan persemaian di media khusus atau secara langsung di sawah
  2. Persemaian dilakukan 25-30 hari sebelum masa tanam
  3. Berikan pupuk urea dan pupuk TSP masing-masing 10 gram untuk per satu meter persegi
  4. Setelah persemaian sudah siap , kamu bisa memindahkannya ke lahan utama

4. Cara Menanam Padi

 

Cara menanam padi yang baik dan menguntungkan adalah proses penanaman setelah benih padi yang disemai tumbuh sempurna.

Ciri-ciri benih yang baik usai proses persemaian adalah jumlah daun 5 sampai dengan 6 helai, tinggi daun 22 cm hingga 25 cm, dan batang bawah besar serta keras.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar tanaman padi bisa tumbuh dengan baik dan optimal, adapun beberapa hal tersebut antara lain sebagai :

1. Bibit yang ditanam tidak lebih dari 3 bibit per rumpun atau dalam bahasa jawanya “iwir”

Dengan menanam bibit yang sedikit dalam setiap rumpunnya maka hal ini akan membuat tanaman padi lebih leluasa untuk membentuk anakan produktif. Sebaliknya jika kita menanam bibit yang banyak dalam setiap rumpunnya maka anakan yang terbentuk tidak akan produktif.

2. Pengaturan jarak tanam yang tepat sesuai dengan tingkat kesuburan tanah

Untuk lahan yang kurang subur sebaiknya menggunakan jarak tanam 25 x 25 cm sedangkan untuk tanah yang subur bisa menggunakan jarak yang lebih lebar yaitu 30 x 30 cm.

Hal ini dimaksudkan agar pada fase generatif nantinya tanaman padi bisa memproduksi malai dengan maksimal. Selain itu dengan pengaturan jarak tanam ini bisa memudahkan kita nantinya saat melakukan perawatan, seperti penyemprotan, pemupukan dan lain sebagainya.

3. Gunakan bibit usia muda tidak lebih dari 20 hari

Tujuan dari menggunakan bibit padi muda adalah agar bibit yang baru dipindah tanam bisa tidak mengalami stagnasi (tanaman berhenti tumbuh) yang berkepanjangan atau istilah orang jawa menyebutnya tanaman cepat “Ngililir”.

Selain itu dengan menggunakan bibit muda ini maka kesempatan tanaman padi untuk membentuk anakan akan semakin panjang durasinya waktunya sehingga pertumbuhan tanaman pada fase vegetatif bisa maksimal.

4. Saat proses pindah tanam usahakan Kondisi air di lahan macak macak

Dengan kondisi air yang macak-macak ini maka proses penanaman akan semakin mudah dan bibit yang baru dipindah tanam tidak akan mengalami resiko seperti asem-asemen, dimakan hama keong dan lain sebagainya.

5. Tanam dangkal

Hal ini dimaksudkan agar akar tanaman bisa segera bergerak karena mendapatkan sirkulasi udara yang cukup. Selain itu tanam dangkal ini dapat mempengaruhi pembentukan anakan nantinya dan juga mempermudah akar untuk menyerap unsur hara yang diberikan dari pemupukan.

6. Sistem tanam jajar legowo

Dengan sistem tanam jajar legowo ini dapat mengurangi terjadinya kompetisi antar tanaman dalam menyerap unsur hara dan jajar legowo membuat sirkulasi udara dan sinar matahari bisa sempurna menyinari rumpun padi.

Selain itu dengan sistem tanam jajar legowo bisa mempermudah kita untuk melakukan perawatan nantinya.

Seperti itulah beberapa syarat cara menanam padi dengan baik dan benar agar hasil menguntungkan, setelah kita membahas perihal menanam padi dengan baik dan benar mari sobat tani kita selanjutnya akan membahas tentang perihal perawat, simak juga ya sobat!!!

 

Cara Perawatan Padi Dari Awal Sampai Panen

Kenapa perawatan padi selalu admin sempurnakan?. Mungkin ada sobat tani yang bertanya demikian kan.

Jadi begini sobat tani, dalam usaha pertanian itu kita sebagai petani harus selalu menyesuaikan dengan kondisi lingkungan dimana lahan usaha pertanian kita berada, terutama kondisi cuaca/iklim yang selalu berubah-ubah setiap waktu.

Berdasarkan kondisi cuaca/iklim tersebut maka pada setiap musim tanam kita sebagai petani harus selalu berusaha menyesuaikannya sehingga apa yang kita usahakan dalam budidaya padi nantinya bisa berhasil. Adapun jenis padi yang admin tanam.

Sebelum kita bahas cara perawatan padi dari awal sampai panen terlebih dahulu admin ingin membahas tentang tentang fase pertumbuhan tanaman padi agar nantinya pembahasan kita menjadi lebih mudah untuk difahami.

-Fase pertumbuhan tanaman padi adalah sebagai berikut :fase vegetatif (fase pertumbuhan yang sebagian besar menggunakan karbohidrat dari proses  fotosintesis)
fase generatif (masa di mana tanaman menjelang berbunga sampai berbuah)

1. Cara Perawatan Padi Fase Vegetatif

Fase Vegetatif dimulai sejak benih tumbuh sampai dengan pada masa reproduksi yaitu antara 0 hari sampai dengan 50 hari setelah tanam.

Pada fase ini fokus pertumbuhan tanaman padi berada pada pertumbuhan akar, batang dan daun termasuk didalamnya adalah pembentukan dan pertumbuhan anakan padi.

Adapun cara perawatan padi pada fase vegetatif adalah seperti pada gambar berikut ini :

2. Cara Perawatan Padi Fase Generatif

Fase generatif tanaman padi adalah fase pertumbuhan reproduksi tanaman. Fokus pertumbuhan pada fase ini adalah pada organ-organ reproduksinya, seperti bunga dan buah.

Pada fase ini tanaman sangat membutuhkan banyak nutrisi seperti Kalium phospat kalsium dan boron. Adapun cara perawatan padi pada fase generatif seperti tampak pada gambar berikut ini :

Nah, setelah kita mempelajari tentang cara perawatan padi dari awal sampai akhir, mari kita mempelajari tentang  cara pemupukan padi dengan baik dan benar.

Panduan Pemupukan Padi Yang Benar dan Tepat dari Awal Sampai Akhir.

Sehubungan hal tersebut maka disini kita akan memberikan panduan pemupukan padi yang benar dan tepat dari awal sampai akhir.

Cara pemupukan padi yang benar dan tepat yang akan kita berikan ini sesuai dengan apa yang kami praktekkan di lahan sawah.

Semoga panduan pemupukan padi ini bisa bermanfaat untuk teman-teman petani dimanapun berada. AAMIIN…

 

Cara Pemupukan Padi Yang Benar dan Tepat

 

Sebelum kita masuk ke pembahasan mengenai panduan pemupukan padi yang benar dan tepat dari awal sampai akhir, perlu saya sampaikan dulu bahwa sebenarnya tidak ada aturan baku tentang pemupukan padi ataupun pemupukan pada tanaman yang lain, baik itu mengenai jenis pupuk maupun dosisnya.

Kenapa tidak ada aturan bakunya, oke kita bahas sebentar ya….

Berikut alasan kenapa tidak ada aturan baku mengenai pemupukan :

  1. Pemberian pupuk harus menyesuaikan dengan tingkat kesuburan tanahnya
  2. Faktor Cuaca
  3. Kebiasaan Petani

Ketiga hal tersebut baru soal jenis dan dosis pupuk, belum lagi soal berapa kali sebaiknya pemupukan padi dilakukan untuk satu kali musim tanam, ada yang 2 kali, 3 kali, 4 kali, bahkan ada yang hanya 1 kali pemupukan.Kalau saya sendiri minimal 3 kali dengan dosis menyesuaikan kebutuhan untuk 1 musim tanam.

Panduan Pemupukan Padi dari Awal Sampai Akhir

Baik sekarang kita bahas panduan pemupukan padi yang benar dan tepat dari awal sampai akhir khusus untuk musim tanam kedua versi Pandu Farm, sekaligus nanti kita bahas juga rincian biaya yang kita keluarkan untuk pemupukan tersebut.

Berikut tahapan pemupukan padi yang saya lakukan :

1. Yang pertama yaitu pemupukan dasar

Pemupukan dasar ini saya lakukan 1 hari sebelum tanam. Pupuk yang saya gunakan adalah pupuk biofosfat dengan kandungan Phospat, Calsium Oksida dan berbagai macam mikroorganisme dari kelompok fungi dan bakteri yang bermanfaat untuk tanah dan tanaman.

adapun dosis yang saya gunakan sebanyak 125 kg per Ha. Ada beberapa alasan kenapa saya menggunakan pupuk biofosfat sudah pernah saya bahas dengan detail, silahkan disimak ulasannya pada video Youtube yang berjudul Pupuk

2.  Kedua yaitu pemupukan susulan I

Pemupukan susulan pertama ini dilakukan pada saat tanaman padi berusia 6 hari setelah tanam. Pada pemupukan ini saya fokuskan ke pemberian Unsur Nitrogen dan sulfur.

Adapun jenis dan dosis pupuk yang saya gunakan adalah ZA Petro ini non subsida ya… dengan dosis 80 kg/ha, kemudian UREA dengan dosis sama yaitu 80 Kg/Ha.

Nah karena pada pemupukan pertama ini biasanya ada resiko asem-aseman setelah dilakukan pemupukan maka saya tambahkan Zeolit Aktif merk ZEA sebagai penyangga PH tanah dengan dosis 14 kg/Ha.

Sehingga total pupuk pada pemupukan susulan pertama adalah sebanyak 174 kg/ha. Khusus untuk pemupukan pertama ini ada hal-hal khusus yang harus kita perhatikan sebelum melakukan pemupukan,

3. Ketiga yaitu pemupukan Susulan II

Pemupukan susulan kedua ini saya lakukan pada saat tanaman padi berusia 20 hari setelah tanam.
untuk jenis dan dosis pupuk yang saya gunakan adalah sebagai berikut :

Pupuk ponska subsidi dengan dosis 125 kg/ha, kemudian UREA dengan dosis 125 kg/Ha dan NPK Mutiara yang 16 16 16 itu sebanyak 40 kg/Ha, sehingga total pupuk pada pemupukan susulan kedua ini sebanyak 290 kg/ha.

4. Keempat yaitu pemupukan  Susulan III

Pemupukan susulan ketiga ini saya lakukan saat tanaman masuk fase primordia yaitu usia 43 hari setelah tanam. Untuk jenis dan dosis pupuk yang saya gunakan adalah sebagai berikut :

NPK Ponska subsidi dengan dosis 80 kg/ha,  ZA Subsidi dengan dosis 80 kg/Ha, kemudian KCL Mahkota dengan dosis 40 kg/Ha. Total pupuk pada pemupukan susulan ketiga atau tutupan ini sebanyak 200 kg/ha.

Sehingga total keseluruhan pupuk yang kita gunakan untuk musim tanam kedua kali ini sebanyak 789 Kg untuk luas lahan 1 Ha.

Namun yang harus temen-temen ingat bahwa panduan pemupukan padi dari awal sampai akhir ini nanti belum tentu sepenuhnya cocok diterapkan ke lahan masing-masing, tapi minimal temen-temen ada sebuah gambaran seperti apa pemupukan padi yang benar dan tepat dari awal sampai akhir yang harus temen-temen lakukan.

Intinya temen-temen harus menyesuaikan dengan lahan dan perkembangan tanaman masing-masing, karena tidak ada yang lebih tahu kondisi lahan kita selain kita sendiri.

Karena memang lahan dan tanaman yang kita tanam itulah laboratorium kita sebagai petani makanya lakukan berbagai macam uji coba dan jangan takut mencoba hal baru khususnya tentang pemupukan padi tersebut. OK…. ?

Rincian Biaya Pembelian Pupuk

Sekarang kita bahas REKAPITULASI penggunaan masing-masing jenis pupuk beserta berapa biaya yang kita keluarkan untuk 1 kali musim tanam dengan luas lahan 1 Ha dan berikut ini rekapitulasinya :

Nah disini untuk harga saya hitung per kg agar jumlah biaya pembeliannya benar-benar riil sesuai jumlah pupuk yang kita berikan.

Bisa dilihat pada tabel bahwa total pupuk yang kita gunakan pada 1 kali musim tanam adalah sebanyak 789 kg/ha dengan total biaya sebesar 2.671.750 rupiah.

Total biaya tersebut diluar biaya atau upah tenaga kerja ya, karena disini kita fokus ke masalah pupuk dan tahapan pemupukannya.

Setelah membahas bagaimana cara pemupukan dan rincian biaya pemupukan, kali ini saya akan membahas artikel tentang cara memanen padi.

Kesalahan dalam melakukan pemanenan padi dapat mengakibatkan kehilangan hasil yang tinggi dan mutu hasil yang rendah. Pada tahap ini, kehilangan hasil dapat mencapai 9,52% apabila pemanen padi mengalami kesalahan.

Pemanenan padi biasanya bisa dilakukan setelah malai berumur 30-35 hari setelah berbunga merata dan 90-95% gabah dari malai sudah tampak menguning. Berikut merupakan cara-cara memanen padi :

Alat Pemotong Padi Tradisional

1. Ani- Ani

 

Pada zaman dahulu lebih banyak didominasi petani kita memetik padi dengan menggunakan alat ani-ani sebab waktu itu padi masih belum sanggup renta menguning secara bersamaan, tidak menyerupai kini yang mana dengan teknik penanaman, pemupukan, dan lain sebagainya.

Namun pada zaman sekarang sudah mulai canggih sehingga muncul mesin penggiling padi yang canggih dan mudah di gunakan.

Sehingga padi sanggup menguning secara serentak.Penggunaan alat ani-ani merupakan proses awal memanen padi.

Adapun sesudah tangkai padi dipetik dan dikumpulkan lalu untuk memisahkan bulir padi dari batangnya ialah dengan alat pemukul menyerupai kayu, agar butiran padi tidak ada yang tersisa di tangkainya maka proses selanjutnya digilas manual dengan kaki.

Ani-ani biasanya digunakan untuk memanen padi lokal yang berpostur tinggi. Dahulu masyarakat Jawa selalu memakai ani-ani saat panen padi telah tiba.

2. Sabit

 

Sabit adalah alat yang biasa digunakan petani untuk memanen padi. Sama halnya dengan ani-ani dan arit babatan, alat ini mempunyai peran penting saat proses pemanenan padi yang sudah siap panen. Alat ini sangat ringan dan mudah untuk digunakan.

3. Papan Gebyok

 

Proses penggunaan perontok padi manual tradisional dilakukan sesudah semua batang padi sudah dibabat dengan menggunakan sabit/arit. Memanen padi menggunakan sabit lebih cepat daripada dengan alat ani-ani.

Setelah batang padi sudah dibabat, langkah selanjutnya yaitu memisahkan butir padi dari tangkainya dengan cara merontokkannya menggunakan alat sederhana yakni papan gebyok yang terbuat dari kayu.

Prosesnya dengan cara manual yaitu dengan menghempaskan batang padi pada papan kayu, proses menghempaskan batang/tangkai padi ke papan kayu sering disebut dengan istilah gepyok padi.

Cara Memanen Padi Secara Tradisional

1. Siapkan peralatan untuk memanen padi, seperti : sabit, terpal sebagai alas saat merontokkan padi dan alat perontok padi (Dalam bahasa Jawa disebut Gepyokan).

2. Kemudian, potong batang padi dengan menggunakan sabit. Caranya, genggam satu rumpun batang padi dan potong tepat di batang bagian bawah. Setelah itu, tumpuk ke dalam tumpukan kecil. Berhati-hatilah pada saat memotong batang padi, karena jika anda lalai, bukan tidak mungkin jari anda akan terpotong.

3. Setelah semua batang padi terpotong, kumpulkan tumpukan-tumpukan kecil tersebut ke dekat terpal yang telah digelar. Siapkan alat perontok tradisional, dan mulailah merontok padi.

4. Merontok padi dapat dilakukan dengan cara memegang segenggam batang padi. Pegang batang bagian bawah dan pukul-pukulkan padi ke alat perontok sampai semua padi rontok.

5. Setelah semua padi selesai dirontokkan. Bersihkan padi dari daun-daun padi yang ikut rontok beserta kotoran lainya. Terakhir, jemur padi hingga kering dan padi siap untuk digiling atau disimpan.

Selain pemilihan alat panen, kelompok kerja pemanen juga harus terkendali dengan baik. Hal tersebut karena pada umumnya pemanenan dilakukan secara berkelompok.

Setiap kelompok idealnya terdiri atas 5-7 orang bila menggunakan 1 pedal thresher dan 15-20 orang bila menggunakan 1 power thresher.

Penyimpangan perilaku pemanen sering kali terjadi pada penyelenggaraan tahap ini. Hal ini seperti telah membudaya karena petani telah terlalu lama dihadapkan pada kenyataan produktivitas yang tidak memadai sehingga bagiannya tidak akan cukup untuk menghidupi keluarganya.

Menegakkan kembali etika dalam menyelenggarakan bagi hasil dimungkinkan bila metode SRI Organik Indonesia diterapkan karena menjanjikan peningkatan produktivitas yang sangat signifikan.

Memanen Padi Secara Modern

Seiring berjalannya waktu, petani mulai bergeser dari menggunakan alat pertanian tradisional kepada alat pertanian yang modern. Tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil maksimal dan waktu efisien.

Apabila kemarin-kemarin kita harus memanen padi melalui beberapa tahap dan berbagai macam alat, berbeda dengan sekarang. Kini telah tersedia mesin panen padi.

1.Mesin Pemotong Padi Modern

Mesin pemotong padi atau mesin panen padi adalah sebuah alat terobosan pertanian baru yang digunakan untuk memanen padi atau memotong tangkai padi. Yang mana mesin pemotong padi ini dapat membantu mengefektifkan dan mengefisienkan proses memanen padi.

Dengan menggunakan alat pemotong padi, proses memanen padi atau memotong tangkai padi menjadi lebih mudah, cepat, aman, serta hemat tenaga, waktu, pikiran maupun biaya.

2. Cara Memanen Padi Secara Modern

Cara kerjanya yaitu ketika mesin dioperasikan, bagian depan mesin langsung memotong habis tanaman padi yang sudah siap dipanen. Dari bagian belakang mesin, keluar jerami padi yang sudah bersih.

Jerami itu pun tertata rapi di areal persawahan. Sementara padi yang sudah bersih, keluar dari bagian samping mesin dan langsung masuk ke dalam kantong padi.

Memanen padi menggunakan mesin memiliki beberapa keunggulan, yakni hemat tenaga karena hanya membutuhkan minimal tiga orang, hingga padi bersih dan tingkat kehilangan padi pun lebih sedikit.

Padahal jika padi dipanen dengan mesin perontok padi atau pun alat tradisional, tingkat kehilangan padi lebih banyak dan membutuhkan banyak tenaga manusia.

Penggunaan waktu pun singkat. Satu hektar padi hanya membutuhkan kurang lebih 2 jam sedangkan jika menggunakan tenaga manusia membutuhkan waktu yang lama.

Oke sobat tani semua, sebelum kalian meninggalkan halaman ini ada baiknya kalian silahkan tinggalkan komentar demi perkembangan dan penyempurnaan artikel-artikel ini kedepannya.

Ada kurang lebihnya admin mohon maaf dan semoga artikel ini dapat membantu para petani padi dimanapun berada. AAMIIN.

tips memilih deodoran Previous post Beberapa Tips Memilih Deodoran Yang Tepat
cara membersihkan wastafel Next post Wastafel Mulai Berkerak? Ini Cara Membersihkan Wastafel