Cara Mempercepat Pertumbuhan Jagung
Hallo sobat tani, ketemu lagi disini saya akan membagikan tutorial cara mempercepat pertumbuhan jagung,cara pemupukan jagung, pemilihan pupuk jagung terbaik dan lain sebagainya
Artikel ini telah tayang dengan judul “Cara Mempercepat Pertumbuhan Jagung”, salah satu untuk mempercepat pertumbuhan jagung adalah pemilihan pupuk,Pupuk merupakan material penting yang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan unsur hara semua tanaman, termasuk jagung.
Terdapat banyak pilihan pupuk yang bisa digunakan untuk pemupukan tanaman jagung. Namun, jika Anda ingin mendapatkan buah jagung yang besar, ada beberapa pilihan pupuk yang perlu diaplikasikan.
Ada beberapa hal yang mempengaruhi keberhasilan budidaya jagung, yakni mulai dari faktor pengolahan lahan, pemilihan benih, hingga perawatannya. Petani perlu memperhatikan cara mempercepat pertumbuhan jagung, jenis pupuk yang diberikan, cara pengaplikasian yang tepat, serta dosis dan waktu pemupukan yang tepat.
Yuk simak berikut ini adalah peran pemupukan yang menjadi kunci cara mempercepat pertumbuhan jagung:
A. Persiapan Lahan Tanam

Selain memilih benih yang tepat, persiapan lahan juga menjadi rahasia keberhasilan budidaya cara mempercepat pertumbuhan jagung. Sahabat disarankan untuk membajak tanah dan membersihkan lahan dari gulma. Di fase ini, Sahabat juga bisa mengoptimalkan pengolahan tanah dengan FertiBio dari Pak Tani
Penggunaan Fertibio, pupuk organik yang mengandung mikroba fungsional, dapat meningkatkan kesuburan hayati yang positif bagi tanaman karena dapat :
1.Menambat N dari udara
2.Melarutkan P sehingga tersedia bagi tanaman
3.Mengurai K sehingga dapat dimanfaatkan oleh tanaman
Selain itu juga menghasilkan fitohormon untuk merangsang pertumbuhan tanaman.
B. Pemupukan

Pupuk adalah senyawa yang ditambahkan pada media tanam untuk membantu memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman. Pada budidaya cara mempercepat pertumbuhan jagung, pemberian pupuk menjadi salah satu kunci mempercepat pertumbuhan jagung tersebut.
Pemberian pupuk untuk jagung agar mempercepat pertumbuhan jagung dilakukan dua kali. Pertama, pemupukan awal yang dilakukan sebelum menanam. Kedua, pupuk lanjutan atau pupuk susulan yang diberikan dipertengahan masa tanam.
Lantas, apa saja pupuk yang biasa diberikan pada tanaman jagung? Simak penjelasan lengkapnya berikut.
1. Pupuk Urea
Pupuk urea merupakan pupuk anorganik yang termasuk pupuk awal dalam budidaya tanaman jagung. Pupuk urea biasanya mengandung nitrogen sebanyak 45 hingga 46 persen.
Aplikasi pupuk ini dilakukan dengan cara memasukkan pupuk ke dalam lubang. Biasanya lubang terbuat dibuat dengan kedalaman 10 cm dan berjarak sekitar 15 cm dari lubang tanam.
2. Pupuk TSP
Selain urea, pupuk untuk jagung agar buahnya besar lainnya yaitu pupuk TSP. Menurut penjelasan di jurnal Agrosamudra Vol. 8 No.1, pupuk triple super phosphate atau TSP adalah pupuk anorganik yang mengandung P dan Ca dengan kadar P2O5 mencapai 44-46 persen dan CaO sebanyak 20 persen.
Kandungan fosfat dalam pupuk ini berguna untuk pembentukan biji, mempercepat pemasakan buah, dan membuat tanaman tahan terhadap kekeringan.
3. Pupuk KCL
Pupuk KCL juga termasuk pupuk awal yang diberikan pada tanaman jagung. Pupuk KCL merupakan pupuk anorganik dengan kandungan kalium mencapai 52 persen.
4.Pupuk Daun
Tak hanya pemupukan awal, dalam budidaya tanaman jagung juga terdapat pemupukan susulan. Salah satu jenis pupuk yang digunakan dalam pemupukan susulan yaitu pupuk daun.
5.Pupuk organik cair
Jenis pupuk untuk jagung agar buahnya besar lainnya yaitu pupuk organik cair atau POC. Jenis pupuk ini mengandung banyak unsur hara makro, mikro, hormon, dan asam amino yang diperlukan tanaman.
Pemupukan lewat daun
Untuk mengendalikan serangan bulai, Sahabat bisa menggunakan MKP Pak Tani dan TAFT mulai umur 20 HST dengan interval 10 hari sekali. Saat kondisi normal semprotkan MKP Pak Tani + TAFT pada 30 dan 50 HST.
Mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan? MKP Pak Tani mengandung phosphate dan kalium tinggi yaitu 52% P2O5 dan 34% K2O. Aplikasinya merupakan cara instan agar ketidakseimbangan unsur hara N, P, dan K yang menyebabkan tanaman jagung rentan bulai, dapat diatasi.
Fakta-Fakta Mengenai Budi Daya Jagung

Jagung merupakan jenis tanaman pangan yang menghasilkan karbohidrat. Tanaman jagung menjadi bahan pangan pokok di sebagian belahan dunia. Selain itu, jagung juga menjadi bahan pangan olahan, misalnya minyak jagung, bahan dasar tepung maizena, bioenergi, bahan kosmetik, hingga untuk kebutuhan pangan ternak.
Tanaman jagung tumbuh di dataran rendah yang tingginya mencapai sekitar 1200 meter dpl. Tanaman jagung memerlukan media tanah lempung, lempung berpasir, tanah vulkanik yang subur, gembur, kaya bahan organic, serta perlu sinar matahari minimal 8 jam per hari, suhu udara 20-33 derajat celcius, curah hujan sedang, ph tanah 5,5-7 dan memiliki drainase yang baik.
Di Amerika Tengah dan Selatan, jagung menjadi sumber karbohidrat utama dan menjadi alternatif sumber pangan yang di Amerika Serikat. Sementara itu, penduduk beberapa daerah di Indonesia seperti Madura dan Nusa Tenggara memanfaatkan jagung sebagai bahan makanan pokok atau utama.
Secara umum, jagung memiliki beberapa fungsi. Di antaranya sumber karbohidrat, pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya), diambil minyaknya (dari biji), menjadi tepung (dari biji, dikenal dengan istilah tepung jagung atau maizena), sebagai bahan baku industri (dari tepung biji dan tepung tongkolnya).
Tongkol jagung juga kaya akan pentose yang dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan furfural. Kemudian, jagung juga bermanfaat sebagai bahan farmasi yang direkayasa genetika sebagai penghasil bahan farmasi.
Sampai saat ini dikenal 50.000 varietas jagung, baik ras lokal ataupun kultivar. Jagung adalah komoditas andalan yang dirasakan memiliki keunggulan komparatif.
Hal itu dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya adalah Indonesia yang masih mengimpor jagung dalam jumlah besar, sekitar 700.000 ton per tahun guna keperluan industri pakan ternak.
Kemudian, jagung menjadi peluang pakan ternak yang cukup besar di Kalimantan Barat sebab hingga saat ini Kalimantan Barat masih mendatangkan jagung dari Semarang Jawa Tengah kurang lebih 10.000 ton per tahun.
Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman Jagung
Perawatan tanaman jagung sangat penting dilakukan untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang optimal. Perawatan dan pemeliharaan ini mulai dilakukan, sejak tanaman jagung masih dalam fase bibit hingga mencapai dewasa.
Untuk menghasilkan jagung yang berkualitas baik, diperlukan perawatan dan pemeliharaan tanaman setelah bibit ditanam.
Berikut adalah beberapa tahapan yang tidak boleh terlewat ketika melakukan perawatan dan pemeliharaan tanaman jagung.
1.Pengairan
Pengairan yang dilakukan setelah melakukan pembibitan merupakan hal penting yang harus dilakukan agar tanaman jagung mendapatkan air yang cukup. Umumnya, pengairan dilakukan dengan cara penggenangan.
Penggenangan dapat dilakukan dengan mengalirkan air menuju saluran drainase sehingga hanya bagian dari parit untuk drainase saja yang terkena air. Setelah digenangkan, air didiamkan dan dibiarkan meresap. Namun, jika tanah yang dimasukkan air mulai basah, sebaiknya air dikeluarkan kembali dari saluran drainase agar tidak menggenangi tanaman jagung.
Selanjutnya, pengairan dapat dilakukan saat lahan tidak dibasahi oleh air hujan selama 3 hari berturut-turut. Hal ini dikarenakan jagung membutuhkan ketersediaan air yang cukup selama masa pertumbuhan.
2.Penjarangan
Penjarangan tanaman merupakan proses pengambilan tanaman yang tidak dikehendaki dan dilakukan pada jumlah tanaman yang berlebih atau tidak sesuai dalam satu lubang tanam.
Dilakukan dengan cara mematahkan tanaman yang tidak dikehendaki tanpa harus melakukannya dengan pencabutan karena dapat merusak akar tanaman yang lainnya.
3.Penyulaman
Selanjutnya dilakukan pengecekan kurang lebih satu minggu setelah bibit ditanam. Hal ini dimaksudkan untuk melihat apakah bibit yang ditanam tumbuh dalam keadaan normal atau tidak.
Jika pada saat pengecekan ditemukan bibit jagung yang tidak tumbuh atau mengalami kerusakan maka perlu dilakukan penanaman ulang (penyulaman). Penyulaman harus dilakukan secepatnya setelah penjarangan agar perbedaan antartanaman tidak ketara.
4.Penyiangan
Hal penting yang harus dilakukan ketika tanaman jagung sudah tumbuh yaitu melakukan penyiangan. Penyiangan merupakan proses pembersihan tanaman dari gulma, hama, maupun parasit yang dapat mengganggu pertumbuhan jagung yang ditanam.
Penyiangan pertama bisa dilakukan saat tanaman sudah berumur empat minggu setelah masa tanam. Penyiangan dilakukan bersamaan dengan pembumbunan dan sebaiknya dilakukan dua minggu sekali.
5.Pembumbuan
Pembumbunan merupakan penutupan akar tanaman yang timbul di atas permukaan tanah dengan cara menguruk/menimbun dari tanah di sebelah kanan-kirinya. Pembumbunan berfungsi untuk memperkokoh sosok tanaman.
Akan lebih efisien jika dilakukan bersamaan dengan penyiangan agar tenaga kerja tidak terbuang banyak. Pembumbunan pertama dilakukan bersamaan dengan penyiangan kedua.
6.Pemupukan
Kebutuhan akan hara haruslah tercukupi untuk menunjang pertumbuhan tanaman jagung. Oleh karenanya, tanaman jagung perlu dipupuk secara rutin. Dosis pemupukan yang digunakan umumnya 200-350 kg urea per hektare, 100-200 kg SP-36 per hektare, dan 200-400 kg NPK per hektare.
Pemupukan pertama diberikan pada saat tanaman belum ditanam. Pemberian pupuk dilakukan dengan menyebarkannya ke dalam alur yang dibuat dengan jarak sekitar 10 cm dari barisan tanam dengan kedalaman 10 cm. Pemupukan susulan diberikan setelah tanaman berumur empat minggu.
7.Pengendalian hama dan penyakit
Salah satu sebab kegagalan panen adalah serangan hama dan penyakit. Oleh karenanya perlu dilakukan antisipasi serangan dengan pencegahan yang lebih baik daripada pengobatan. Jika serangan sudah terjadi, sebaiknya lakukan pengendalian sesuai dengan jenis hama yang menyerang.
Hama yang biasa menyerang tanaman jagung yaitu belalang, ulat tongkol, pengerek, ulat daun, ulat grayak, serta lalat bibit. Sedangkan penyakit yang sering menyerang tanaman jagung adalah bulai, gosong, busuk batang dan lain-lain.
Kerusakan yang disebabkan oleh serangan hama dan penyakit dapat menyebabkan kerusakan hingga kematian pada tanaman. Pengendalian dapat dilakukan menggunakan pestisida kimia ataupun organik.
Orang banyak bertanya tanya kenapa pertumbuhan jagung lambat? Penyebab tanaman jagung tumbuh lambat adalah tingkat kesuburan tanah yang terlalu rendah atau suhu tanah yang tidak sesuai,terlalu tinggi atau terlalu dingin.
Kenapa saat memanen jagung, buah jagung tidak seragam atau ada yang besar dan ada yang kecil?, simak penjelasan berikut untuk mencegah buah jagung yang tidak seragam.
Cara Mengatasi Pertumbuhan Tanaman Jagung yang Tidak Seragam

2.Ada tanaman yang tumbuh kerdil, layu, atau mengalami perubahan warna
Gejala ini bisa saja disebabkan oleh tanaman keracunan pupuk, terserang nematoda, keracunan herbisida, atau terserang bakteri.
Cara mengatasi permasalahan ini adalah melakukan pengairan, berikan furadan 3G sesuai dengan dosis yang dianjurkan, segera siram tanaman dengan air dan gunakan herbisida secara hati-hati, atau cabut tanaman yang sudah mengalami perubahan warna.
3.Tanaman terpotong di bagian atas tanah atau di bawah tanah
Gejala ini karena tanaman terserang ulat tanah atau terserang cacing tanah. Gejala tersebut bisa diatasi dengan memberikan furadan 3G dengan dosis sesuai anjuran.
4.Tanaman tiba-tiba mati
Tanaman jagung yang tiba-tiba mati disebabkan oleh tanah yang terlalu dingin atau sinar matahari yang terlalu terik. Untuk mengatasinya, lakukan pengairan untuk tanaman dengan benar.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Jagung.
Berikut adalah uraian kedua faktor ini dalam mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung.
FAKTOR INTERNAL
1.Gen
Merupakan substansi pembawa sifat yang diturunkan dari induk ke generasi selanjutnya. Gen mempengaruhi ciri dan sifat makhluk hidup dimana pada tanaman jagung mempengaruhi bentuk tubuh, warna bunga, dan rasa buah.
Gen juga menentukan kemampuan metabolisme sehingga sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung tersebut. Tanaman yang memiliki gen tumbuh yang baik akan tumbuh dan berkembang cepat sesuai dengan periodenya.
Meskipun faktor dari gen sangat penting, namun faktor ini bukan satu-satunya yang menentukan pola pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung.
Di samping itu ada faktor lingkungan yang ikut berpengaruh. Misalnya pada tanaman yang memiliki sifat unggul, hanya dapat tumbuh dengan cepat, berbuah lebat, dan rasanya manis di lahan yang subur dan kondisinya sesuai. Bila ditanam di lahan tandus dan kondisinya tidak sesuai, pertumbuhan dan perkembangan tanaman ini tidak akan optimal.
2.Hormon
Hormon merupakan zat yang berperan dalam mengendalikan berbagai fungsi di dalam tubuh. Meskipun jumlahnya sedikit, hormon memberikan pengaruh nyata dalam pengaturan berbagai proses dalam tubuh. Hormon yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman jagung ada beragam jenisnya.
- Auksin, berperan untuk memacu proses pemanjangan, pembelahan, dan diferensiasi sel.
- Giberlin, berperan untuk pembentukan biji serta perkembangan dan perkecambahan embrio.
- Etilen, berperan untuk pematangan buah dan perontokan daun.
- Sitokinin, berperan untuk pembelahan sel atau sitokenesis, seperti merangsang pembentukan akar dan cabang tanaman.
- Sitokinin, berperan untuk pembelahan sel atau sitokenesis, seperti merangsang pembentukan akar dan cabang tanaman.
- Asam absisat, berperan untuk proses penuaan dan gugurnya daun.
- Kaolin, berperan untuk proses organogenesis tanaman.
- Asam traumalin, berperan untuk regenerasi sel apabila mengalami kerusakan jaringan.
FAKTOR EKSTERNAL
1. Nutrisi
Nutrisi merupakan bahan baku dan sumber energi dalam proses metabolisme tubuh. Kualitas dan kuantitas nutrisi akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung.
Tanaman membutuhkan nutrisi berupa air dan zat hara yang terlarut dalam air. Melalui proses fotosintesis, air dan karbon dioksida diubah menjadi zat makanan. Zat hara tidak berperan langsung dalam proses fotosintesis, namun sangat diperlukan agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
2.Cahaya Matahari
Cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Tanaman sangat membutuhkan cahaya matahari untuk fotosintesis. Namun keberadaan cahaya ternyata dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan karena cahaya dapat merusak hormon auksin yang terdapat pada ujung batang.
3. Air dan Kelembaban
Air dan kelembaban merupakan faktor penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Air sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Tanpa air, makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup. Air merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh.
Kelembaban mempengaruhi keberadaan air yang dapat diserap oleh tanaman mengurangi penguapan. Kondisi ini sangat mempengaruhi sekali terhadap pemanjangan sel. Kelembaban juga penting untuk mempertahankan stabilitas bentuk sel.
4.Suhu
Suhu memiliki pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Contohnya pada padi yang ditanam pada awal musim kemarau dimana suhu rata-rata tinggi akan lebih cepat dipanen daripada padi yang ditanam pada musim penghujan dimana suhu rata-rata lebih rendah.
Hal ini disebabkan karena semua proses dalam pertumbuhan dan perkembangan seperti penyerapan air, fotosintesis, penguapan, dan pernapasan pada tanaman dipengaruhi oleh suhu.
5. Tanah
Tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tanaman akan tumbuh dan berkembang dengan optimal bila kondisi tanah tempat hidupnya sesuai dengan kebutuhan nutrisi dan unsur hara. Kondisi tanah ditentukan oleh faktor lingkungan lain, misalnya suhu, kandungan mineral, air, dan derajat keasaman atau pH.
Oke sobat tani semua, Mungkin artikel mimin cukup untuk anda pahami dan praktikan,sebelum sobat tani meninggalkan halaman ini ada baiknya kalian silahkan tinggalkan komentar demi perkembangan dan penyempurnaan artikel-artikel ini kedepannya.Ada kurang lebihnya mimin mohon maaf dan semoga artikel ini dapat membantu para petani jagung dimanapun berada. AAMIIN.