Cara Membuat Benih Padi Sendiri Dengan Baik Dan Benar
Cara Membuat Benih Padi Sendiri Dengan Baik Dan Benar
Cara membuat benih padi sendiri sebenarnya sangat mudah. Saat ini di pasaran ada berbagai jenis bibit padi yang dipasarkan.
Di dalam beberapa saat ini, banyak sekali petani padi yang kecewa dengan hasilnya.
Ada bibit padi yang ketika hendak ditanam tapi produktivitas panennya jauh dari yang harapkan
Ada juga benih padiĀ yang rentan atau mudah terserang oleh penyakit dan hama.
Maka dari itu disarankan bagi para petani untuk membuat bibit padi ini sendiri.
Petani bisa mendapatkan bibit dengan kualitas yang unggul dari hasil panen sebelumnya.
Jadi apabila produktivitas lahan sawah yang tinggi, disarankan Anda menyisihkan 25 Kg (untuk 1 hektar sesuai dari anjuran pemerintah) gabah untuk yang hendak dijadikan sebagai bibit pada musim tanam selanjutnya.
Selain dari tingkat produktivitas yang tinggi, hal lain yang perlu untuk Anda perhatikan didalam upaya menjadikan gabah menjadi bibit berkualitas unggul.
Yaitu dengan memastikan tanaman sebelumnya sehat dan tidak terserang oleh hama penyakit.
Dengan Anda merendam bibit padi sendiri, Anda akan bisa menghemat biaya produksi.
Sekarang ini nilai jual dari gabah kering panen di tingkat petani sekitar Rp 4.500/Kg.
Dan sedangkan nilai jual bibit padi pada umumnya sekitar Rp 12.000-15.000/Kg.
Apabila dihitung-hitung, dari pada Anda membeli bibit padi seharga Rp 300.000 sampai 375.000 untuk satu hektar lahan sawah pada musim tanam selanjutnya, lebih baik Anda tidak menjual 25 Kg dari hasil panennya.
Dengan begini, Anda akan bisa menghemat pengeluaran hingga Rp 187.500-262.500.
Sekitar 60-65% daripeningkatan produktivitas usaha tani ini ditentukan oleh bibit yang unggul.
Maka dari itu Anda harus memperhatikan kondisi bibit sangat penting dalam budidaya.
Ada tiga tahap yang perlu Anda lakukan untuk penerapan cara membuat bibit padi sendiri, yaitu tahap pascapanen, persiapan bibit dan tahap penyemaian bibit menjadi benih.
Pascapanen Padi
Pemanenan padi yang hendak Anda gunakan sebagai benih unggul adalah ketika padi sudah menguning ingga h85-92%.
Hal ini supaya benih padi bisa tumbuh dengan maksimal.
Dan tentunya apabila terlalu tua juga dikhawatirkan akan rentan terkena hama wereng.
Pemanenan padi harus dilakukan secara khusus dengan sortir khusus untuk membuat benih padi yang berkualitas unggul.
Lakukan penjemuran padi dengan alas yang lembut dan tidak di atas permukaan yang keras seperti halnya lantai.
Jemurlah bibit padi ini pada tenda atau terpal untuk menghindari terjadinya terkelupas calon benih padi unggul.
Pada cuaca yang cerah, gabah ini dapat dijemur selama 3-4 hari sampai kadar air dari gabah mencapai 11-12%.
Ini penting agar di dalam penyimpanan, bibit ini tidak membusuk.
Setelah penjemuran selesai Anda lakukan, selanjutnya diamkan selama beberapa hari supaya benih padi menjadi lebih dingin sebelum Anda melakukan perendaman.
Persiapan Bibit
Ketika sudah mulai memasuki musim tanam, bibit bisa mulai untuk Anda persiapkan.
Hal pertama yang harus Anda lakukan didalam mepersiapkan bibit pada penerapan cara membuat bibit padi sendiri adalah dengan perendaman.
Ini juga dapat berfungsi untuk menyeleksi bibit mana yang akan Anda gunakan.
Saat perendaman berlangsung, perlu Anda perhatikan hal-hal berikut ini agar hasil yang Anda dapat sesuai dengan keingian dan sesuai dengan lahan pertanian yang Anda miliki.
Pastikan juga sesuai dengan metode tanam yang hendak Anda gunakan.
Pilihlah bibit padi yang terendam dan melayang untuk Anda tanam.
Direkomendasikan untukĀ Anda agar tidak menggunakan bibit yang mengapung karena kemampuannya untuk tumbuh sangat kecil dan bahkan bisa tidak dapat tumbuh sama sekali.
Penyemaian Bibit
Setelah Anda mendapatkan bibit padi yang hendak Anda tanam, bibit bisa Anda rendam pada air yang telah dicampur dengan sedikit hormon terlebih dahulu.
Ada banyak produk hormone bibit yang bisa untuk Anda gunakan dan ditemukan di pasaran dengan kadar anjuran yang sudah tertera di kemasan.
Hormon yang dapat untuk Anda gunakan untuk perkecambahan bibit ini pada umumnya adalah auksin dan giberelin.
Rendam bibit selama kurang lebih selama 24 jam dengan penuh hingga mulai muncul sedikit dari perakaran pada bibit.
Dan apabila akar belum keluar juga, teruskan perendaman sampai calon akar mulai muncul sekitar 0,5 cm.
Cek secara berkala hingga bibit siap untuk Anda semai dalam tray.
Siapkan media penyemaian yang berupa tanah ladu atau tanah sawah yang sudah Anda keringkan terlebih dahulu.
Tanah tersebut kemudian diayak untuk menghilangkan kerikil yang ada, lalu tanah diratakan dalam tray semai setebal kurang lebih sekitar 2 cm.
Kemudian bibit yang sudah Anda rendam tadi bisa untuk Anda taburkan ke dalam media tray semai.
Lalu siram bibit secara berkala untuk memastikan bahwa bibit menerima cukup air untuk tumbuh baik.
Setelah tunas-tunas benih mulai muncul, lalu pindahkan tray ke lokasi terbuka agar benih dapat menyerap cukup sinar matahari.
Setelah muncul 4 hingga 5 daun atau pada saat berumur 10 sampai 25 hari, maka benih sudah siap untuk Anda pindah tanam.
Ciri-Ciri Bibit Tanaman Yang Unggul :
1. Pertumbuhan Bibit yang Seragam
2. Tahan Bila Dipindah
3. Tumbuh Lebih Cepat
4. Memiliki Akar Yang Banyak
Itu tadi artikel yang berjudul cara membuat benih padi sendiri yang dapat untuk kami bagikan semoga bermanfaat dan sekian