Yuk Simak Cara Menanam Padi yang Bagus dan Mengenal Hama Penyakit Padi
Selamat berkunjung kembali di usaharumahan.id, kali ini kami akan membahas secara rinci tentang cara menanam padi yang bagus.
Yang Harus Dilakukan Sebelum Penanaman
1. Pengolahan Tanah
Cara menanam padi diawali dengan pengolahan tanah, pada lahan sawah buatlah lahan tersebut menjadi media yang paling baik untuk bibit padi.
Tekstur tanahnya gembur dan bahan organiknya tinggi serta pada tanah tersebut terbebas dari koloni jamur dan bakteri pathogen.
Untuk membuat tanah dulur-dulur gembur dan bahan organiknya menjadi tinggi, dulur-dulur bisa melakukan proses olah tanah dengan cara dibajak/ditraktor.
Dan sebelum menanam padi, aplikasikan gdm black bos pada kondisi tanah yang masih basah.
Karena dalam gdm black bos mengandung bakteri micrococcus roseus yang berperan aktif menjadikan tanah keras menjadi gembur dan subur.
Tidak hanya itu, gdm black bos juga mengandung bakteri bacillus subtilis, bakteri pseudomonas stutzeri dan bakteri pseudomonas alcaligenes.
Dimana bakteri tersebut berfungsi mengeluarkan enzim dan antibiotik untuk menghilangkan koloni jamur dan bakteri pathogen dalam tanah.
Dengan begitu tanah menjadi sehat dan tanaman padi dapat tumbuh secara maksimal.
2. Pemilihan Benih Padi Unggul
Lakukan perendaman benih padi agar dapat tumbuh dengan maksimal. Tahapan selanjutnya adalah memilih benih padi yang unggul.
Pilihlah benih padi yang unggul, karena benih padi unggul akan menentukan hasil produksi yang maksimal.
Maka dari itu harus cermat dan teliti dalam pemilihan benih padi agar bisa mendapatkan hasil panen yang tinggi.
Dibawah ini terdapat beberapa hal yang harus dilakukan dalam pemilihan benih padi unggul:
-
- Pilihlah benih padi unggul yang bersertifikat resmi dari instansi pemerintah atau perusahaan.
- Hal ini menandakan bahwa benih padi tersebut dapat dipertanggung jawabkan kelayakan tanamnya seperti masa daya tumbuh dan dormansinya
- Pastikan benih tidak kadaluwarsa dan mempunyai daya tumbuh diatas 90%.
- Benih padi utuh/berisi, bersih dan bebas dari hama (kutu-kutuan/kumbang gabah).
- Tingkat kemurnian benih mencapai hingga 98%.
- Mempunyai potensi hasil yang tinggi.
- Benih padi tahan penyakit.
Setelah memilih benih padi unggul yang baik, selanjutnya kalian harus melakukan perendaman benih dengan pupuk organik cair gdm minimal selama 12 jam.
Tujuan dari perendaman benih padi unggul adalah untuk mematahkan masa dormansi benih serta menghasilkan benih yang bagus supaya benih dapat tumbuh cepat, seragam dan sehat.
Serta dari awal tanaman bisa mendapatkan perlindungan terhadap serangan penyakit terutama pada fase pembibitan.
Karena pupuk organik cair gdm mengandung bakteri yang bisa menghasilkan beberapa antibiotik untuk menekan infeksi penyakit pada benih.
3. Persemaian Padi
Setelah proses perendaman padi selesai, maka lakukan proses persemaian benih padi unggul. Agar bibit padi dapat tumbuh dengan sehat, pada lahan persemaian taburkan pupuk kandang kemudian semprot dengan gdm black bos.
Gdm black bosĀ digunakan pada lahan dengan tujuan agar penyakit residu kimia maupun logam berat yang mengendap didalam tanah dapat didegradasi dan dihilangkan.
Kemudian tebarkan benih padi unggul pada lahan persemaian. Selanjutnya lahan diairi terus-menerus setinggi kira-kira 1 cm.
Jenis dan dosis pupuk kimia dapat disesuaikan dengan kondisi lahan karena hanya bersifat sebagai acuan (referensi) dan bersifat fleksibel.
Ini artinya jenis, dosis pupuk dan hasil panen disetiap tempat bervariasi (tidak sama) karena dipengarahui oleh kondisi tanah, pengairan dan iklim (cuaca) setempat.
Tahapan Cara Menanam Padi yang Bagus
Jangan terlalu dalam pada saat menanam bibit padi, cukup dengan kedalaman 1 hingga 2cm. Hal ini penting dilakukan karena bertujuan agar jumlah anakan produktif tanaman padi meningkat.
Menanam bibit padi terlalu dalam akan dapat mempersulit usaha pembentukan anakan padi.
Bakteri pseudomonas alcaligenes yang terkandung dalam black bos akan bekerja memaksimalkan pertumbuhan akar, dan akan meningkatkan penyerapan unsur hara makro dan mikro untuk tanaman.
Sehingga walaupun bibit padi tidak cukup dalam saat ditanam, tetapi akar tanaman padi dapat masuk dalam ke tanah sehingga pertumbuhan padi akan lebih maksimal.
Yang Harus Dilakukan Setelah Penanaman
1. Penyiangan Lahan Padi
Agar penyerapan nutrisi dapat diserap sempurna oleh tanaman padi, maka salah satu usaha yang dilakukan merupakan dengan memperkecil tingkat persaingan gulma.
Oleh sebab itu dulur-dulur harus melakukan proses penyiangan gulma minimal 2 kali dalam semusim, pada umur 21 hst dan 42 hst.
2. Cara Pemupukan Padi
Tanaman padi membutuhkan nutrisi yang cukup sesuai dengan tingkatan fase tumbuh. Maka dari itu kalian harus memberikan pupuk makro sesuai kebutuhan padi.
Pada fase vegetatif selain unsur phosphor dan kalium berikanlah pupuk yang mengandung unsur nitrogen tinggi. Kemudian pada fase generatif berikanlah pupuk yang mengandung unsur phosphor dan kalium tinggi.
Selain pupuk makro gunakan juga pupuk mikro, karena meskipun kebutuhan unsur mikro kecil akan tetapi apabila padi kekurangan unsur ini maka hasil panen juga akan tidak maksimal.
Oleh karenanya setiap 10 hari sekali berikan pupuk organik cair gdm spesialis tanaman pangan yang juga mengandung unsur mikro yang lengkap.
Hama yang Menyerang Padi
Slogan lebih baik mencegah daripada mengobati juga berlaku pada proses budidaya padi.
Dengan menggunakan gdm black bos pada saat olah tanah dan penyemprotan rutin pupuk organik cair gdm akan mencegah serangan hama dan penyakit dari awal.
Sehingga bisa mengurangi biaya pestisida dan mencegah padi dari kegagalan panen.
Tanaman padi rentan terserang hama dan penyakit apabila tidak diantisipasi dari awal.
Oleh karena itu kalian harus sering melakukan pengamatan yang sering dilakukan agar dapat dideteksi sejak awal.
Berikut merupakan beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman padi :
-
-
Penggerek Batang
-
Hama penggerak batang atau yang sering disebut sundep biasanya menyerang pada fase vegetatif yang ditandai pada daun tengah atau pucuk tanaman mati karena pada titik tumbuh dimakan ulat penggerek batang.
-
-
Hama Bereng
-
Terdapat beberapa hama yaitu wereng hijau, wereng putih dan wereng coklat yang menyerang padi dengan cara menghisap cairan pada batang kemudian menularkan virus ke tanaman.
Hal itu akan membuat padi menjadi kering seperti terbakar atau menyebabkan pertumbuhannya kerdil.
-
-
Keong Mas, Walang Sangit, Tikus, Burung.
-
Serangan hama-hama diatas bisa dicegah dengan cara menggunakan gdm black bos dan pupuk organik cair gdm spesialis tanaman pangan secara rutin dan sesuai anjuran.
Karena dengan menggunakan gdm bisa membuat dinding sel tanaman menjadi lebih tebal dan membuatĀ bakteri yang dikandungnya menghasilkan antibiotik, sehingga hama tidak mau menyerang.
-
-
Hawar Daun Bakteri
-
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri xanthomonas campestris pv oryzae yang dapat menurunkan hasil panen cukup signifikan.
Penyakit ini menyerang ketika kondisi musim hujan atau musim kemarau, terutama pada lahan sawah yang selalu tergenang dan penggunaan pupuk yang berlebihan.
Daun yang terserang akan berwarna hijau kelabu, melipat dan menggulung, layu dan akhirnya mati, sama seperti tanaman yang terserang penggerak batang.
-
-
Busuk Batang
-
Busuk batang merupakan penyakit yang menginfeksi tanaman pada bagian kanopi dan akan menyebabkan tanaman menjadi mudah rubuh.
Gejala yang timbul berupa bercak kehitaman serta bentuknya tidak teratur pada sisi luar pelapah daun dan secara bertahap membesar.
Kemudian cendawan akan menembus batang padi yang kemudian akan menjadi lemah dan akhirnya anakan akan mati. Akibat akhirnya tanaman menjadi rebah.
Itulah artikel tentang cara menanam padi yang bagus dan beberapa jenis hama yang sering menyerang tanaman padi