Cara Membuat Gudeg Kering Yang Enak Dan Juga Mantap
Cara Membuat Gudeg Kering-Siapa yang tidak kenal gudeg? Makanan khas asal Jogja ini sangat mudah ditemui dari penjual keliling, pedagang kaki lima hingga restoran.
Gudeg itu sendiri merupakan sajian yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan menggunakan santan.
Gudeg umumnya berwarna cokelat yang berasal dari daun jati yang dimasak bersama dengan nangka muda.
Selain nangka muda, gudeg penyajiannya menjadi lebih spesial dengan ditambahkan bahan pelengkap yang lainnya.
Bahan pelengkap yang biasanya ditambahkan yaitu ayam, telur, kerecek atau lain sebagainya.
Masalah rasa, gudeg tidak bisa diragukan lagi, enak dan sedap akan anda rasakan saat menyantap gudeg.
Sensasi rasa manis dan gurih menambah kenikmatan dari sajian ini. Untuk anda yang tinggal di luar Jogja, mungkin agak sulit menemukan gudeg sehingga untuk menikmatinya anda harus membuatnya sendiri di rumah.
Cara membuat gudeg memang membutuhkan kesabaran, namun hasil yang didapatkan tidak akan sia-sia. Anda akan mendapatkan sajian yang lezat nan spesial ini.
Nah, untuk anda yang ingin membuat gudeg sendiri di rumah, pada kesempatan kali ini kami hadirkan resep dan cara membuat gudeg. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat gudeg ini cukup praktis.
Cara Membuat Gudeg Kering
Penasaran dan ingin segera mencoba membuat gudeg di rumah? Mari simak resep dan cara membuat gudeg di bawah ini untuk memudahkan anda saat di dapur.
Nama Resep Resep dan Cara Membuat Gudeg yang Lezat dan Sederhana Waktu Memasak Persiapan : 40 menit Memasak : 80 menit Total : 120 menit Jumlah Porsi 5 Porsi.
Bahan-Bahan yang Dibutuhkan Untuk Membuat Gudeg yang Lezat dan Sederhana:
- Bahan Utama Gudeg :
- 800 gram nangka muda
- 1/2 ekor ayam
- 2 cm lengkuas
- 1.000 ml air kelapa muda
- 2 lembar daun salam
- 1.000 ml santan yang diambil dari 1 1/2 butir kelapa
- 5 lembar daun jati Bumbu Gudeg
- 15 butir bawang merah
- 8 butir kemiri
- 135 gram gula merah
- 6 siung bawang putih
- Garam secukupnya
- 2 1/2 sendok makan ketumbar.
Cara Membuat Gudeg Kering yang Lezat dan Sederhana :
- Menyiapkan Bahan-Bahan Gudeg Pertama kali, silahkan bersihkan nangka yang sudah anda siapkan.
- Kemudian potong-potong nangka dengan ketebalan sekitar 2 cm. Setelah itu, memarkan atau geprek lengkuas. Bersihkan ayam yang sudah anda siapkan.
- apabila sudah potong menjadi 4 bagian Haluskan bumbu-bumbu seperti yang telah disebutkan di atas.
- Kemudian masukan semua bahan dan bumbu gudeg ke dalam panci kecuali ayam.
- Aduk semua bahan dalam panci hingga merata. Pengadukan juga bisa menggunakan mixer roti,pastinya sebelum semua bahan dimasukkan kedalam panci, jadi di panci tinggal memasak.
- Masak semua bahan-bahan sambil diaduk sesekali sampai cairan dalam panci tersisa setengah bagian. Setelah itu, masukan ayam dan aduk hingga merata.
- Tutup panci dan masak semua bahan dengan menggunakan api kecil sampai kuah mengering dan bumbu meresap sempurna.
- Setelah seperti itu, anda bisa langsung mematikan api kompor dan menyajikannya pada tempat saji yang sudah disiapkan sebelumnya.
- Gudeg sudah selesai dibuat. Nikmati sajian ini bersama dengan nasi putih hangat dan kerupuk agar semakin lezat dan berselera. Agar gudeg yang anda buat semakin spesial, anda bisa menambahkan bahan-bahan lainnya yang umumnya ditemukan pada gudeg.
Sejarah Gudeg
Djuhariah alias Yu Djum (85) adalah salah seorang pedagang gudeg ikonik di Yogyakarta. Yu Djum memulai gerai gudegnya pada tahun 1950, bertempat di Karangasem yang tidak jauh dengan Universitas Gajah Mada (UGM).
Gudeg buatannya senantiasa menjadi favorit masyarakat Yogyakarta. Orang Jawa mana yang tidak gemar gudeg dengan rasa manis yang mantap, dan juga olahan telur rebus yang bumbunya meresap sempurna? Wafatnya Yu Djum dapat dibilang hilangnya salah seorang legendaris kuliner di Yogyakarta.
Walau begitu, eksistensi gudeg sebagai masakan istimewa dan khas Yogyakarta tak lantas hilang.
“Gudeg sebetulnya sudah ada sejak Yogyakarta pertama dibangun,” tutur Murdijati Gardjito, seorang profesor sekaligus peneliti di Pusat Kajian Makanan Tradisional (PMKT), Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM kepada KompasTravel, Rabu (16/11/2016).
Waktu itu sekitar abad ke-16. Para prajurit Kerajaan Mataram Merubah hutan belantara menjadi peradaban yang kini terletak di kawasan Kotagede.
Ternyata di dalam hutan itulah Murdijati kisah itu dimulai,di hutan itu terdapat banyak pohon nangka dan kelapa.
Gudeg manggar Bu Seneng(Tribun Jogja/Hamim Thohari) “Para prajurit yang jumlahnya ratusan itu kemudian berusaha memasak nangka dan kelapa.
Karena jumlah mereka sangat banyak, nangka dan kelapa dimasak di dalam ember besar yang terbuat dari logam.
Tongkat untuk mengaduknya pun besar, seperti dayung perahu,” lanjut penulis buku berjudul ‘Gudeg, Sejarah dan Riwayatnya’ itu.
cara membuat gudeg tersebut mereka sebut hangudek, alias mengaduk.
Dari hangudek, terciptalah makanan yang kemudian disebut gudeg. Dari ‘makanan tidak sengaja’ yang dibuat oleh prajurit Mataram, gudeg saat ini menjadi ikon sekaligus identitas Yogyakarta.
Masyarakat pun mulai mengenal gudeg dimulai oleh keluarga para prajurit mataram, setelah itu melebar ke masyarakat luas. “Masyarakat melihat gudeg itu sebagai makanan yang fleksibel.
Bisa dikombinasikan hanya dengan tempe, tahu, bahkan hanya gudeg dengan areh (kuah) saja sudah bisa untuk makan.
Warga yang memiliki uang bisa merasakan gudeg tersebut dengan telur atau ayam,” papar Murdijati. Itulah mengapa gudeg menjadi makanan favorit berbagai kalangan masyarakat.
Apalagi, menurut Murdijati, gudeg menjadi komoditi yang bisa disatukan dalam satu tempat.
Buktinya adalah Jalan Wijilan. Mulai tahun 1970-1980an, saat Yogyakarta mulai digalakkan sebagai kawasan pariwisata, Jalan Wijilan dijadikan sentra gudeg khas Yogyakarta.
Di tempat inilah Yu Djum dan para pedagang gudeg lainnya mulai membuka lapak. “Tiap penjual mempunyai pemangsa pasarnya sendiri. Ada pelanggannya setianya sendiri.
Mereka para penjual gudeg tidak takut akan kehilangan pembeli karena bicara soal gudeg berarti bicara soal selera,” tutur Murdijati.
oleh sebab itu mengapa sepiring gudeg, dengan beragam lauk pauk yang dapat dipilih, senantiasa menempati ruang khusus di lambung warga Yogyakarta.
Seporsi gudeg selalu dapat dinikmati baik disantap saat sarapan, makan siang, hingga makan malam.