Berikut Ini Cara Menanggulangi Sampah Plastik Yang Wajib Kamu Tahu
Assalamu’alaikum gaes.. Kembali lagi kita mengulas tentang sampah plastik, . Tidak usah terlalu jauh mencari contoh, mari kita membahas cara menanggulangi sampah plastik.
Sumber Sampah
1) Pemukiman
Sampah pemukiman biasanya berasal dari satu atau beberapa keluarga yang tinggal dalam suatu bangunan yang terdapat di desa maupun di kota.
Contoh sampah yang dihasilkan dari pemukiman biasanya sisa makanan dan bahan sisa proses pengolahan makanan atau sampah ( kering (rubbish), basah (garbage), atau sisa tumbuhan ).
2) Tempat – tempat Umum
Untuk Sampah yang satu ini berasal dari berbagai tempat – tempat umum, misalnya: pasar, terminal bus tempat hiburan, stasiun kereta api, dan sebagainya. Contoh jenis sampah ini berupa plastik, kertas, botol, daun, dan lain sebagainya.
3) Perkantoran
Di sini yang dimaksud adalah Perkantoran baik perkantoran pendidikan, perdagangan, departemen, perusahaan, dan sebagainya. Umumnya hasil sampah ini bersifat kering, dan mudah terbakar, misalnya kertas.
4) Jalan raya
Biasa berasal dari pembersihan jalan, pada umumnya terdiri dari kertas, kardus, debu, batu-batuan, daun, pasir, palstik, dan lain sebagainya.
5) Industri
Sampah industri biasa dari sisa – sisa proses produksi, misalnya sampah pengepakan barang, logam, plastik, kaleng, kayu, dan lain sebagainya.
6) Pertanian / Perkebunan
Limbah Pertanian / Perkebunan adalah hasil produk pertanian yang kurang bagus kualitasnya maupun tidak laku dijual misalnya: sisa sayur-mayur, jerami, dan lain sebagainya.
7) Peternakan dan Perikanan
Contoh sampah dari Peternakan dan Perikanan dapat berupa kotoran ternak, sisa makanan ternak, bangkai binatang, dan sebagainya.
Cara Menanggulangi Sampah Plastik

Beberapa cara menanggulangi sampah plastik adalah dengan mendaur ulang, incinerasi, dan membuat plasitik yang dapat mengalami biodegradasi
Daur Ulang
Cara menanggulangi sampah plastik yang paling ideal adalah dengan mendaur ulang. namun, hal itu agaknya tampak tidak mudah dijalankan. Proses daur ulang melalui beberapa tahap:
Pengumpulan
Tahap pengumpulan adalah tahap mencari maupun mengumpulkan sampah tersebut. Biasanya sampah akan dikumpulkan oleh dinas terkait atau bisa juga masyarakat.
1. Pemisahan ( Sortir )
Tahapan sortir adalah tahap dimana sampah yang sudah terkumpil akan dipilah sesuai jenisnya. Setelah selesai dipilah akan biasannya akan dikirim ke pabrik untuk di daur ulang.
2. Pelelehan
langkah selanjutnya adalah pelelehan, sampah yang telah dipilah akan dilelehkan ke bentuk cair.
3. Pembentukan Ulang
Setelah plastik dilelehkan, selanjutnya akan dicetak atau dibentuk ulang menjadi benda baru.
Tahapan paling sulit pada daur ulang adalah pengumpulan dan pemisahan. Kedua tahapan memakan waktu cukup lama, hal ini akan lebih mudah dilakukan jika masyarakat dengan disiplin ikut berpartisipasi.
Bentuk partisipasi masyarakat misalnya ketika membuang sampah. Jika membuang sampah plastik jangan dicampur dengan sampah organik.
Teknik Incinerasi Upaya Menanggulangi Sampah plastik
Selain melakukan daur ulang, cara lain untuk cara menanggulangi sampah plastik adalah dengan membakarnya pada suhu tinggi (incinerasi). Sampah plastik mempunyai nilai kalor yang tinggi, sehingga dapat dimangfaatkan sebagai sumber tenaga untuk pembangkit listrik.
Ada sejumlah pembangkit listrik yang menggunakan batu bara yang dicampur dengan beberapa persen ban bekas. Tapi teknik pembakaran sebenarnya dapat menimbulkan masalah baru, misalnya pencemaran udara, pembakaran plastik seperti PVC akan menghasilkan gas HCl yang bersifat korosif.
Pembakaran ban bekas akan menghasilkan gas yang bersifat korosif. Gas korosif ini membuat incinerator cepat terkorosi. Yang paling berbahaya bila gas dioksin muncul pada proses pembakaran. Selama proses pembakaran, perli dipastikan agar melakukan pengontrolan ketat.
Berbagai cara menanggulangi sampah plastik

1) Kurangi kebiasaan menggunakan plastik
2) Pisahkan sampah plastik dengan organik, sehingga dapat lebih mudah untuk didaur ulang
3) Sampah plastik jangan dibakar
4) Jangan membuang plastik sembarangan
Tips agar terhindar dari bahaya keracunan akibat penggunaan plastik :
1) Tidak menggunakan plastik untuk tempat makanan, pakailah tempat makanan yang lebih aman, seperti gelas.
2) Pastikan makanan / minuman anda tidak berbau plastik
3) Untuk botol susu bayi gunakanlah cangkir bayi
Jika menggunakan botol susu bayi pilihlah yang berbahan kaca, polypropylene, atau polyethylene. Sedangkan Untuk dot, gunakanlah yang berbahan silikon, karena tidak akan mengeluarkan zat karsinogenik, tidak seperti dot yang berbahan latex.
4) Janganlah menyimpan makanan maupum minuman dalam keadaan panas dalam botol plastik.
5) Kurangi menggunakan botol plastik untuk menyimpan air minum.
Jika kalian membeli minuman yang menggunakan botol plastik berbahan PET ( code 1 ) atau HDPE ( code 2 ) gunakanlah hanya untuk sekali pakai dan segera habiskan, karena pelepasan senyawa trioksida terus meningkat seiring waktu. Lebih baik gunakan botol stainless steel atau kaca.
6) Usahakan untuk tidak memanaskan makanan yang dikemas dalam plastik
Jangan memanaskan makanan yang dikemas dengan plastik, khususnya jika menggunakan microwave oven, hal ini dikarenakan dapat mengakibatkan zat kimia yang terdapat pada plastik terlepas dan akan bereaksi dengan makanan lebih cepat.
Jumlah Sampah di Indonesia
Tidak data data akurat tentang jumlah pencemaran sampah plastik di Indonesia, walaupun terdapat mencapai sekitar 6.000 hingga 6.500 ton per hari. Misalnya jumlah sampah di Jakarta dikutip dari geotimes mencapai 10.725 ton per hari.
Sedangkan untuk Kota Palembang, jumlah sampah naik secara signifikat mulai dari 700 ton per hari menjadi 1.200 ton per hari. Secara keseluruhan, jumlah total sampah di Indonesia mencapai 175.000 ton / hari, atau 0,7 kilogram / orang dan sekitar 67 juta ton / tahun.
Menurut Indonesia Solid Waste Association (InSWA), sebagaimana dikutip dari Antara, produksi sampah plastik Indonesia sekitar 5,4 juta ton setiap tahunya. Sedangkan berdasarkan data BPLHD, sekitar 13 persen dari sampah di Jakarta kurang dari 6.000 ton per hari adalah sampah plastik.
Indonesia sendiri menempati peringkat kedua dalam negara penghasil sampah terbesar di dunia, oleh karena itu pemerintah dan kita sebagai masyarakat harus mengatasi masalah sampah plastik.
Pelarangan Penggunaan atau Pembatasan Produk Plastik

Beberapa Negara maju dan berkembang telah melarang pembuatan dan penjualan kantong plastik. Bahakan pembatasan kandungan plastik pada sebuah produk juga terus dilakukan. Dengan melarang penggunan plastik maka ketergantunganterhadap plastik, hingga batas tertentu dapat ditekan.
Berbagai cara dapat dilakukan individu guna membatasi jumlah sampah plastik, misalnya menggunakan tas kertas atau berbahan kain lainnya seperti tas belanja.
Melibatkan Masyarakat
Kita sebagai warga masyarakat, penting bagi kita untuk ikut berkontribusi terhadap upaya pelestarian lingkungan hidup seperti membuat kerajinan dari limbah plastik. Beberapa upaya yang dapat kita lakukan untuk mengatasi sampah plastik dalam kehidupan sehari – hari misalnya:
- Membuang botol air plastik, wadah makanan dan bahan plastik lainnya pada tempat sampah.
- Jangan membuang sampah plastik di ruang terbuka, contoh: tempat umum, sungai, saluran air, pantai, dan laut.
- Mengikuti peraturan pemerintah yang berkaitan dengan manajemen plastik.
- Ikut meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan dan bahaya sampah plastik, misalnya menginformasikan kepada kerabat atau tetangga.
- Mengikuti gotong royong membersihkan lingkungan sekitar rumah dari sampah, baik sampah organik maupun non – organik.
Dengan melakukan beberapa langkah sederhana tersebut, kita dapat berpatisipasi dalam mengendalikan penggunaan plastik.
Itulah ulasan tentang cara menanggulangi sampah plastik. selamat mencoba dan semoga bisa membersihkan sampah plastik yang bertebaran dimana mana dan jadilah pelopor penyelamat bumi.