Mau Usaha Kopi Bubuk Yang Menjanjikan? Yuk Cobain Cara Ini!

usaha kopi bubuk

Kamu ingin usaha kopi bubuk, tetapi belum tahu cara memulainya? Cek dulu nih Pengusaha Kopi berikut ini, siapa tahu bisa jadi inspirasi..

Kopi

Kopi merupakan sekelompok tumbuhan berbentuk pohon dalam marga
Coffee. Genus ini memiliki sekitar seratus spesies, namun dari seratus spesies itu hanya dua jenis yang memiliki nilai ekonomis, yaitu arabika dan robista.
Arabika adalah kopi tradisional dan dianggap paling enak rasanya, robusta memiliki kafein yang lebih tinggi yang dapat dikembangakan. Nama kopi sebagai bahan minuman sudah tidak asing lagi. Aromanya yang harum, rasanya yang khas nikmat, serta khasiatnya yang dapat memberikan rangsangannya penyegaran badan membuat kopi cukup akrab di lidah dan digemari.
Kopi adalah komoditas agroindustri yang hanya dapat dikonsumsi oleh manusia setelah melalui proses pengolahan. Salah satunya yaitu menjadi kopi bubuk.

Kopi Bubuk

Bubuk kopi adalah bentuk kopi yang sangat sering kita jumpai. Kopi bubuk adalah biji kopi yang sudah diolah dan digiling halus dalam bentuk butiran-butiran kecil sehingga mudah diseduh dengan air panas kemudian dikonsumsi.

Proses untuk membuat kopi bubuk, dari buah kopi yang sudah matang hingga menjadi bubuk kopi dalam kemasan-kemasan tertentu, mungkin agak sedikit rumit bagi orang awam.

Namun apabila anda penasaran ingin tahu cara membuat kopi bubuk, berikut ini adalah uraian singkat dan jelas tentang bagaimana mengolah buah kopi menjadi produk bubuk.

Proses pertama tentu saja adalah memanen buah kopi ranum yang berkualitas tinggi, dan kemudian memisahkan biji kopi dengan daging buahnya. Setelah memisahkan biji dan daging buah kopi, proses selanjutnya adalah penjemuran biji kopi, hingga siap untuk dipanggang, kemudian di nikmati.

MBOK NGOPI, SAJIKAN KOPI TRADISIONAL DALAM BENTUK MODERN

Dhimas Wahyu Prabowo, sejak dahulu memang memiliki cita-cita menjadi pengusaha sukses. Sebelum lulus kuliah, ia sudah berkecimpung di dunia usaha.

Tepatnya pada tahun 2008 ia mulai membuka bisnis warung makan dan kolam pemancingan di sekitar Kudus, Jawa Tengah.

Untuk mewujudkan impiannya menjadi pengusaha sukses, modal yang ia keluarkan pun tak tanggung-tanggung untuk memulai usaha barunya tersebut.

Namun sayangnya modal puluhan juta yang Ia keluarkan tidak sejalan dengan kesuksesan bisnis yang dirintisnya, usaha tersebut hanya mampu bertahan 2,5 tahun.

Tak menyerah dengan kegagalan yang ia alami, belum lama ini Dhimas kembali membuka warung makan spesial ayam goreng.

Namun, Dhimas harus mengalami kegagalan karena bisnis kuliner tersebut juga tak bisa bertahan di tengah ketatnya persaingan pasar.

Tidak ingin melihat putranya terpuruk dalam kegagalan, sang ibu menyarankan Dhimas untuk mencoba peruntungan baru dengan bekerja sebagai karyawan.

”Atas saran ibu, akhirnya saya cari pengalaman bekerja di dunia perbankan,” katanya. Selama dua tahun bekerja, ia pun kembali menemui titik kejenuhan dan kemudian memutuskan untuk resign.

Saat itulah Dhimas mendapatkan ide baru untuk membuat tempat nongkrong, ya yang tak lain adalah warung kopi. ”Dulu usai pulang kerja, sama teman-teman kerap mencari tempat nongkrong.

Di situ saya berpikir. Jika ini dilakukan tiap hari begitu banyak pengeluaran saya. Andai saja saya yang memiliki tempat tongkrongan serupa.

Dan tercetuslah membuat usaha warung kopi modern ala anak muda. Dan terealisasi pada Agustus 2015 lalu,” jelasnya.

Buka “Mbok Ngopi” Dari Modal Jual Kamera

Dhimas mengungkapkan, awalnya tempat ngopi sedang ngehitz dan ngetren di kalangan anak muda. Saingan waktu membuka usaha pun belum banyak seperti saat ini di Kudus.

Kebanyakan warung kopi yang sudah ada menggunakan mesin kopi. Namun Dhimas yang memberi nama warungnya ”Mbok Ngopi” lebih menyajikan kopi dalam bentuk tradisional.

”Meski menu sama dengan warung kopi kebanyakan. Keistimewaan yang ditawarkan Mbok Ngopi bisa dilihat dari kreasi dalam menyajikannya, karena memiliki varian menu yang lebih banyak,” terangnya.

Awal mula membuka usaha, Dhimas menjual kamera yang Ia miliki untuk menyewa lahan, renovasi bangunan secara bertahap, dan membeli perlengkapan warung serta training karyawan.

“Kesulitan membangun usaha, ya karena kawasannya tidak terletak di pusat kota, jadi butuh berbagai macam cara untuk bisa menarik konsumen. Apalagi selama 7 bulan membuka warung kopi, saat itu pula muncul lebih dari 5 warung atau kafe serupa di Kudus,” papar pria lajang tersebut.

Namun pria yang memiliki perawakan tinggi dan besar ini mengatasinya dengan santai. Dhimas tak enggan untuk berkreasi dengan kopi buatannya.

Untuk menarik lebih banyak customer, selain menyediakan free hot spot area, Mbok Ngopi memberikan hiburan berbeda dari warung kopi kebanyakan.

”Jika selama ini banyak cafe atau tempat nongkrong anak muda yang menyajikan akustik band. Namun kami menyajikan Dj atau disc jokie. Tak hanya itu, kami juga eksplore menu setiap bulan. Kemudian kami meminta pelanggan untuk mencicipinya dan meminta komentarnya,” ujarnya.

Selain itu, per tiga bulan Dhimas melakukan seleksi menu di warung kopinya yang terletak di Jalan Gondang Manis, Bae, Kudus itu. Jika ada menu yang kurang diminati ia coret dan diganti dengan menu baru.

”Kami memang sengaja menyesuaikan menu dengan lidah pelanggan setia kami,” celetuknya.

Baca: Usaha Kerupuk Jengkol, Keterangan Usaha dan Cara Pembuatannya !

Cara Melakukan Usaha Kopi Bubuk

Cara berbisnis biji kopi yang menguntungkan adalah dengan cara membuat biji kopi menjadi bubuk, kemudian ditambah gula dan dikemas dengan praktis layaknya seperti kopi kemasan kapal api, nescafe, ABC dan lainnya.

Sebab, kopi yang dikemas menambah nilai ekonomi, lebih mudah dipasarkan dengan cara grosir dan disukai konsumen yang cenderung praktis, tinggal seduh.

Ini peluang bagi kamu yang dekat dengan sentra daerah kopi untuk memulai usaha kopi bubuk rumahan kecil kecilan.

Dengan membuka usaha tersebut, anda juga bisa membantu petani menyerap hasil tani kopi sehingga petani kopil lebih bergairah dalam budidaya kopi.

Proses pembuatan kopi menjadi bubuk yang mudah

Pembuatan kopi bubuk secara umum dibagi menjadi dua yaitu perendangan dan penggilingan. Hal ini biasa dilakukan oleh rumah tangga maupun industri kecil. Sedangkan industri besar memiliki tahapan tambahan untuk meningkatkan cita rasa kopi.
Proses pembuatan produk sekunder (kopi bubuk) akan lebih baik dilakukan secara kelompok. Unit produksinya diharapkan menjadi salah satu bagian integral dari kegiatan pengolahan produk primernya sehingga pemasokan bahan baku dapat terjamin dalam hal jumlah maupun mutunya.
Pengoalahan kopi menjadi bubuk tergolong sederhana sehingga dapat dibuat dengan skala rumah tangga dengan peralatan seadannya. Sebab dari dulu kopi bubuk sudah dibuat secara tradisional dengan cara ditumbuk.
Namun pada proses usaha kopi bubuk tentu menggunakan alat tradisional akan lamban dalam menghasilakn produksi kopi bubuk. Oleh karena itu membutuhkan mesin gilingan kopi otomatis serta mesin pengemas.

Proses Pembuatan Biji Kopi Menjadi Kopi Bubuk, Ada Beberapa Tahap, Meliputi :

Penyiapan Bahan Baku

Kopi bubuk banyak digunakan sebagai minuman sehingga aspek mutu fisik, kimiawi, kontaminasi, dan kebersihan harus sangat diawasi dengan ketat karena menyangkut cita rasa, kesehatan konsumen, daya hasil (rendemen) dan efisiensi produksi. Dari aspek cita rasa dan aroma,  seduhan kopi akan sangat baik jika biji kopi yang digunakan telah diolah dengan olahan yang baik. Biji kopi yang baik adalah biji kopi yang telah terfermentasi karena bisa mengembangkan flavor kopi seduhan.
Aspek kebersihan yang perlu diperhatikan adalah keadaan biji harus bebas dari jamur dan kotoran yang dapat mengganggu kesehatan konsumennya. Kontaminasi jamur tersebut akan menyebabkan rasa tengik atau apek. Sedangkan dari aspek efisiensi produksi, biji kopi dengan ukuran yang seragam akan dapat mudah diolah dan menghasilkan mutu produk yang seragam pula. Kadar kulit, kadar kotoran, dan kadar air akan sangat berpengaruh pada rendemen hasil sserta kehalusan kopi. Kadar air yang tinggi juga menyebabkan waktu sangrai akan lebih lama yang berarti kebutuhan bahan bakar lebih banyak.
Untuk memperoleh tingkat kematangan yang seragam, kopi dan beras disortasi berdasarkan ukurannya yaitu besar, sedang dan kecil, serta dipisahkan dari biji-biji pecah. Agar kopi bubuk bisa mempunyai ciri khas tersendiri dan untuk meningkatkan daya jualnya.
Pelaksanaan uji cita rasa menggunakan alat yang terdiri atas alat sangrai. Alat ini dapat digunakan sebagai sarana pengawasan kualitas biji kopi sebelum maupun setelah proses produksi bubuk kopi. Fleksibilitas dan keunggulan alat ini antara lain:
1) Multikomoditi
2) Kontrol mutu mudah dilakukan
3) Perawatan mudah dan murah, serta mudah dioperasikan
4) Hasil sangrai seragam, konsisten dan bersih

Penyangraian

Penyangraian adalah proses penurunan kadar air dalam kopi. Proses ini bisa dilakukan secara tradisional atau menggunakan mesin sangrai.
Pada proses ini dibutuhkan suhu ruangan sangrai untuk biji kopi robusta berkisar 165-175 derajat celcius.
Pada suhu sangrai yang konstan, derajat menyangrai biji kopi (ringan, medium dan gelap) sangat dipengaruhi oleh waktu sangrai. Semakin lama waktu sangrai warna biji kopi tersangrai makin gelap.
Waktu sangrai pada beban 10, 15 dan 20 kg dengan waktu 14, 18 dan 22 menit.

Pendinginan

Setelah disangrai dengan suhu yang tinggi, kemudian dilanjutkan proses pendinginan. Selama pendinginan, biji kopi diaduk secara manual agar proses sangrai menjadi merata dan gelap.

Pembubukan

Biji kopi yang telah dingin sudah dibubukkan menggunakan mesin penggiling kopi. Mesin giling yang digunakan sebisa mungkin tipe artisi agar mutu dari bubuk kopi memiliki warna, kehalusan dan cita-rasa yang khas.

Hasil gilingan kopi kemudian diayak menggunakan ayakan lembut, karena mesin giling belum menghasilkan kelembutan yang sempurna.

Pengemasan KopiKopi bawang putih terlaris

Langkah terakhir adalah pengemasan kopi bubuk. Pengemasan bubuk kopi perlu memperhatikan aspek berat, jenis kemasan, label kemasan dan kerapatan.

Berat bubuk kopi dalam satu kemasan umumnya adalah 50 gram dan 100 gram agar cepat terjual sebelum masa kadaluarsa habis.

Kemasan yang digunakan sebaiknya berbahan aluminium foil mempunyai umur simpan 1 tahun, seperti kopi kemasan pada umumnya.

Tips Pemasaran Usaha Kopi Bubuk

  1. Memenuhi target warung kopi, warung oleh oleh
  2. Bekerja sama dengan menjadi mitra indomart atau alfamart agar kegiatan pemasaran luas dan menjangkau seluruh Indonesia.
  3. Pemasaran online dengan menerapkan reseller dan dropship sehingga ada yang membantu dalam pemasaran.
  4. Menerima grosir dan eceran.
  5. Dengan kemasan kopi yang variatif menarik dan praktis.
Selain tips pemasaran yang perlu diperhatikan adalah tahap hulurnya dimana kita dapat bekerjasama dengan petani kopi secara langsung agar ada yang menyuplai biji kopi.
Perlu kamu ketahui juga bahwa panen kopi itu musiman jadi agar tidak terhambat masalah persediaan biji kopi dalam menjalani usaha kopi bubuk rumahan, sebelum musim panen tiba anda harus memiliki stok kopi.
Disini perlu penyimpanan kopi yang baik atau diproduksi masal tapi pemasaran bertahap.