Usaha Kerupuk Jengkol, Keterangan Usaha dan Cara Pembuatannya !

usaha kerupuk jengkol

Usaha yang satu ini mungkin bisa terdengar sedikit aneh, Gimana tidak? bahkan setiap orang pasti berpikir peluang usaha kerupuk jengkol ini tidak dapat menarik minat dan tidak akan mendapatkan respon baik bagi pembeli.

Pasalnya usaha kerupuk jengkol memang terbuat dari bahan jengkol yang mana orang banyak menghindari makan jengkol karena baunya yang tidak mengenakkan walau sebenarnya tidak sedikit pula penggemar dari jengkol ini.

Baik diolah sebagai makanan atau juga sebagai camilan yang namanya jengkol pasti selalu terkenal dengan baunnya. Sehingga banyak dari masyarakat Indonesia yang tidak dapat menikmati makanan ini.

Kendati baunya yang terbilang tidak mengenakkan, tetapi sebenarnya rasa dari jengkol sendiri sangat enak. Jengkol di Indonesia memang dikenal sebagai salah satu bahan makanan bagi mereka kalangan menengah ke bawah. Hal ini dikarenakan harga dari jengkol yang memang terbilang murah.

Namun pada waktu tertentu harga jengkol sempat menanjak.

Di beberapa daerah harga jengkol sempat pernah mencapai Rp 50.000 per kg. Padahal harga normal dari jengkol hanya sekitar Rp25.000 saja per kg.

Dengan kenaikan harga tersebut tentunya dapat membuka sebuah peluang tersendiri bagi mereka yang berminat dalam berbisnis jengkol.

Keterangan Usaha Kerupuk Jengkol

Jengkol merupakan jenis tanaman yang masih tergolong dalam kategori kacang-kacangan yang memang hanya tumbuh di kawasan Asia Tenggara saja.

Jengkol juga banyak di konsumsi di beberapa negara Asia Tenggara, salah satunya adalah negara tetangga kita, Malaysia. Di negara malaysia tanaman ini lebih dikenal dengan nama jering.

Selain jengkol dapat diolah dengan cara konvensional, jengkol dapat juga diolah dengan cara di buat keripik atau kerupuk jengkol, kerupuk jengkol ini memiliki citarasa khas tersendiri.

Baja juga usaha kerupuk lainnya:  Merintis Usaha Kerupuk Sagu, Resep serta Analisa Usahanya

Peluang usaha kerupuk jengkol

Ketika ingin memanfaatkan usaha kerupuk jengkol maka perlu diperhatikan juga mengenai peluang usaha kerupuk jengkol ini. Ternyata peluang usaha kerupuk jengkol kini juga dapat dikatakan sangat cerah.

Usaha kerupuk jengkol sangat sesuai sekali untuk dikembangkan. Membuat kerupuk jengkol sendiri juga terbilang sangat mudah dalam proses pengolahannya. sehingga tak heran apabila banyak sekali orang yang menekuni usaha ini.

Usaha kerupuk jengkol sangat tepat sekali dimanfaatkan, karena keuntungan yang didapatkan dalam menjalankan kegiatan usaha ini dapat dibilang menjanjikan sehingga patut untuk kita kembangkan.

Contoh Usaha Kerupuk Jengkol

Ada salah satu wilayah di Bogor yang menjadi sentra yang mengolah usaha kerupuk jengkol ini, tepatnya di Jalan Kebon Jukut RT 01 RW 05, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Bogor. Lokasinya sangat dekat dari Terminal Baranangsiang, persis di pinggiran Sungai Ciliwung. Di sini terdapat lebih dari 30 pelaku usaha rumahan yang sehari-hari mengolah jengkol ini.

Sentra ini sudah berdiri sejak puluhan tahun silam. Pemilik dari sentra ini adalah Siti Fatimah seorang Ibu rumah tangga yang merupakan generasi ketiga sebagai pelaku usaha kerupuk jengkol dan melanjutkan usaha dari nenek serta orangtuanya.

“Saya bisa membeli hingga 7 kilogram (kg) jengkol mentah dalam sehari untuk produksi. Biasanya pengolahan dilakukan sejak pagi hari hingga menjelang tengah hari, kemudian di kemas dalam plastik.”ujarnya

Dengan bahan baku sebanyak itu, Siti juga bisa mendapatkan 400 lembar kerupuk jengkol.

Harga Jual dan Keuntungannya

Harga jual kerupuk mentah berukuran besar dibanderol seharga Rp100.000 per 100 lembar. sedangkan, kerupuk mentah berukuran kecil dijual Rp85.000 per 100 lembar.

Siti dapat mendapat omzet Rp340.000 hingga Rp400.000 per hari. Namun, hal itu belum dipotong dengan upah kuli tumbuk dan harga beli jengkol di pasar yang cukup berfluktuasi.

Untuk membantu dalam produksi, Siti sehari-hari dapat menyewa empat kuli tumbuk yang masing-masing diberi upah Rp 25.000 per hari.

Sedangkan, harga dari jengkol di pasar saat ini sekitar Rp 25.000 per kg. Dengan demikian, untung bersih yang bisa dikantongi oleh ibu dengan empat anak ini sekitar Rp 90.000 hingga Rp 150.000 per hari.

Dalam sebulan, Siti bisa meraup laba bersih hingga Rp 4,5juta per bulan.

Siti Halimah, adik kandung dari Siti Fatimah juga ikut memproduksi usaha kerupuk jengkol.

Kebetulan, lokasi rumah mereka juga berdekatan. Tetapi Halimah biasanya hanya membeli 4 kg jengkol dan mengolahnya menjadi 200 lembar kerupuk. Tidak seperti kakaknya yang menjual kerupuk jengkol dalam bentuk mentah, Halimah juga menyediakan kerupuk jengkol yang sudah digoreng. ‘

Harga kerupuk mentah dijual dengan harga mulai dari Rp 80.000 per 100 lembar. Sedangkan untuk kerupuk yang sudah digoreng dijual seharga Rp 1.000-Rp1.500 per plastik.

Biasanya, hasil olahan kerupuk dari sentra ini diambil oleh para distributor setiap sore. Atau, sebagian produsen mengantar sendiri kerupuk-kerupuk tersebut ke beberapa toko langganan mereka.

Strategi pemasaran usaha kerupuk jengkol

Dalam memasarkan bisnis kerupuk jengkol kini dapat dilakukan dengan menyajikan menu dari kerupuk jengkol dengan cita rasa yang lebih nikmat. Selain cita rasa Anda juga dapat memperhatikan kualitas kerupuk itu sendiri.

Pemasaran usaha kerupuk jengkol sebenarnya juga dapat dilakukan dengan menyebarkan brosur ke berbagai tempat.

Simpelnya anda juga dapat memasarkan kerupuk jengkol dengan cara memanfaatkan media sosial. Beberapa media sosial yang dapat digunakan sebagai promosi diantaranya yaitu: facebook, blog, google, bbm, twitter, line, whatsapp, instagram dan media yang lainnya.

Cara Pembuatan Kerupuk Jengkol Sebagai Usaha Kerupuk Jengkol

jengkol

Bahan – bahan:

  1.     Jengkol sebanyak 2 kg
  2.    Tepung tapioka sebanyak 4 kg
  3.     Bawang putih sebanyak 100 gram, dihaluskan
  4.     Minyak goring 1 Liter
  5.     Penyedap rasa secukupnya
  6.     Garam juga secukupnya
  7.     Air hangat sebanyak 600 ml

Cara Membuat Kerupuk Jengkol:

  1. Pertama bersihkan jengkol terlebih dahulu. kemudian rendam selama 20 menit di dalam air. Jika sudah lewat 20 menit, ganti airnya dengan yang baru lalu rendam lagi selama 20 menit. Adapun proses ini dilakukan sebanyak 3 kali, setelah itu baru angkat jengkol.
  2. Rebus jengkol tambahan juga garam, tunggu sampai kulitnya mengelupas. Setelah itu angkat jengkol dan tiriskan.
  3. Jika kulit jengkol sudah terkelupas semua, tumbuk jengkol satu persatu hingga halus. Kemudian campurkan jengkol dengan bawang putih yang sudah dihaluskan.
  4. Masukkan juga tepung tapioka, penyedap rasa, dan garam secukupnya.
  5. Campurkan semua bahan kemudian uleni adonan kerupuk sampai kalis. Setelah itu bentuk adonan menjadi memanjang-manjang dan bungkus dengan menggunakan plastik atau daun pisang.
  6. Adonan kerupuk yang sudah dibungkus tadi kemudian dikukus selama 40 menit hingga matang. Setelah itu angkat adonan dan tiriskan.
  7. Adonan yang telah matang kemudian diiris bulat-bulat dan juga tipis-tipis. kemudian jemur hingga kering.
  8. Setelah kerupuk kering, maka tahap selanjutnya yaitu digoreng.
  9. Siapkan wajan yang sudah diberi minyak yang banyak terlebih dahulu dengan menggunakan api yang sedang saja.
  10. Goreng kerupuk hingga matang, kemudian angkat dan tiriskan.
  11. Setelah minyak berkurang bungkus beberapa kerupuk jengkol ke dalam plastic dan kerupuk jengkol siap untuk diperjual belikan.

Konsumen usaha kerupuk jengkol

Sajian kuliner kerupuk jengkol merupakan sajian yang memiliki peminat yang pada awalnya tidak begitu besar dimasyarakat.

Tetapi setelah pengenalan produksi dan banyak masyarakat yang sudah mencobanya juga sehingga dalam menentukan konsumen usaha kerupuk jengkol ini bukan suatu hal yang juga sulit untuk didapatkan.

Konsumen kerupuk jengkol memang begitu besar khususnya orang tua, bahkan sekarang kerupuk jengkol dapat dikonsumsi dan dinikmati sebagian besar remaja dan juga anak-anak. Karena kerupuk jengkol ini tidak terlalu memiliki bau seperti jengkol aslinya.