Contoh Rincian Modal Usaha Frozen Food Untuk Memulai Bisnis
Pada artikel ini, kita akan membasa tentang rincian modal usaha frozen food. Bisnis makanan beku atau frozen food telah muncul sebagai mode bisnis komersial dengan kemungkinan pendapatan yang luar biasa karena sifatnya yang praktis. Usaha bisnis frozen food ini layak dilakukan di dalam negeri dan tidak lagi membutuhkan modal yang besar. Sejak pandemi perusahaan komersial makanan beku kian menjamur.
Usaha bisnis frozen food ini menjadi ‘saksi’ karena situasi yang mengharuskan sebagian besar orang untuk melakukan kegiatan di rumah saja. Melakukan kerja dari rumah atau work from home (WFH) adalah aspek yang mengubah pola aktifitas banyak orang, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia. Frozen food menjadi pilihan makanan yang pembuatannya sangat praktis di tengah kesibukan kerja dari rumah (WFH).
Harganya tetap sangat murah karena ini buatan sendiri, rasanya enak dan yang terpenting adalah tidak lagi menggunakan bahan pengawet. Tidak perlu takut keluar rumah untuk membeli kebutuhan makan sehari-hari, tidak usah repot-repot berbelanja bumbu dapur dan menghabiskan waktu di sela-sela istirahat untuk menyiapkan makan malam untuk keluarga. Kamu hanya tinggal menyimpan makanan beku dengan stok berbagai jenis makanan, kemudian memprosesnya sesuai dengan cara penyajiannya.
Apa itu Frozen Food?

Makanan beku atau frozen food merupakan sebutan dari makanan yang di beku dan telah ada sejak sekitar 3000 SM. Sejarah kehadirannya pun dimulai ketika masyarakat Cina kuno mulai menggunakan es untuk menyimpan makanan mereka sepanjang musim dingin. Demikian juga, orang Romawi harus menggunakan salju untuk membekukan makanan mereka.
Yang pasti, untuk pertama kalinya di tahun 1930 di Springfield, Massachusetts, seseorang yang bernama Clarence Birdseye telah memperkenalkan makanan beku yang berupa sayuran, buah-buahan, makanan laut, dan daging yang dijual untuk masyarakat umum. Sedangkan di Indonesia, makanan beku mulai masuk dengan dipekernalkan oleh seseorang dari Cina dan Jepang.
Yang dimaksud makanan beku adalah jenis makanan yang diawetkan dengan menggunakan metode pembekuan selama beberapa bulan dengan suhu berkisar antara -18 derajat Celcius atau lebih rendah sehingga dapat membuat produk makanan lebih tahan lama, adapun metode pembekuan dengan kemasan untuk alasan mempertahankan makanan.
Cara penyajiannya pun cukup mudah, ada yang dikukus, ditumis, digoreng, direbus, dll. Oleh sebab itu, tidak sedikit orang yang sekarang menaruh minat untuk membeli frozen food, terutama sebagai stok makanan selama masa pandemi ini. Terdapat berbagai jenis makanan beku yang diolah dan dijual dari berbagai macam bahan baku, seperti olahan daging sapi, ayam, ikan, dan lain-lain.
Sejarah Frozen Food
Tampaknya sejak berabad-abad yang lalu, suku-suku tradisonal di daerah yang beriklim dingin melakukan sistem frozen food atau makanan beku secara alami, memanfaatkan hawa yag dingin di musim dingin. Pada tahun 1885, sejumlah kecil ayam dan bebek telah dikirim dari Rusia ke London dan dikemas dalam peti menggunakan teknik pembekuan ini.
Kemudian pada tahun 1899, British Refrigeration and Allied Interests menyebutkan bahwa perusahaan yang mengimport makanan Baerselman Bros. mengirim 200.000 ayam dan bebek/angsa dalam bentuk makanan beku atau dibekukan dari 3 depot Rusia ke New Star Wharf, Lower Shadwell, London selama 3 hingga 4 bulan pada musim dingin.
Perdagangan makanan beku muncul kemungkinan di akibat oleh faktor adanya pabrik pembekuan udara dingin Linde di 3 depot Rusia dan gudang di London. Gudang Shadwell menyimpan bahan makanan beku sampai siap untuk diperjualbelikan ke London, Birmingham, Liverpool, dan Manchester. Strategi-strategi ini kemudian dikembangkan ke dalam industri pengemasan daging sapi.
Sejak tahun 1929, Clarence Birdseye juga telah memperkenalkan teknik makanan beku cepat kepada publik. Konsep Birdseye menjadi tercetus ketika ia sedang berburu hewan di Labrador pada tahun 1912 dan 1916 dan melihat penduduk asli setempat menyimpan makanan dengan cara membekukannya.
Teknik makanan beku telah dikenal untuk waktu yang lama. Namun, metode pembekuan kombinasi garam-es mulai diperkenalkan pada tahun 1800-an di Inggris oleh seseorang yang bernama H. Benjamin dan di Amerika Serikat oleh Enoch Piper, yang masing-masing menggunakan metode ini untuk mendinginkan ikan.
Puncak kepopuleran teknik pembekuan makanan baru dimulai pada akhir abad ke-19 pada saat perangkat pendingin mekanis atau lemari es telah ditemukan. Selain itu, di pertengahan abad ke-20, makanan beku bersaing dengan makanan kaleng dan makanan kering. Baca juga bumbu kecap daging kambing
Fakta Menarik Frozen Food

Frozen food adalah makanan yang dibekukan agar dapat menyimpan makanan sampai siap untuk dimakan. Sejak dahulu kala, petani, nelayan, dan pemburu telah mengawetkan produk mereka di rumah yang dibekukan di musim dingin. Pembekuan akan menurunkan teknik dekomposisi secara bertahap dengan mengubah kelembaban terakhir menjadi es dan menghambat pertumbuhan Sebagian besar spesies bakteri.
1. Sistem Makanan Beku
Secara umum ada bentuk metode makanan beku, terutama mekanis dan kriogenik (freesing flash). Kinetika pembekuan juga memainkan peran penting dalam menentukan kualitas makanan beku. Pembekuan cepat akan menyebabkan puing-puing air di dalam makanan beku membentuk puing-puing es kecil. Saat ini, cara pembekuan tercepat adalah teknik kriogenik yang menggunakan nitrogen cair.
Sementara itu, pembekuan yang lambat cenderung menghasilkan serpihan es besar yang merusak tekstur makanan di dalam kemasan. Secara umum, peningkatan pembangkitan pembekuan juga mengacu pada sistem pembekuan yang cepat dan ramah lingkungan dalam hal tenaga dan biaya.
Pada dasarnya, pembekuan mekanis telah berkembang pertama kali dalam bisnis internasional dan terus menjadi teknik pembekuan utama saat ini. Pembekuan mekanis ini akan mengalir ke refrigeran cair di dalam mesin yang menggantikan kehangatan di dalam lingkungan selama makanan. Panas tersebut kemudian ditransfer ke kondensor dan diluncurkan ke lingkungan melalui cara konveksi ke udara atau melalui cairan yang berbeda.
Dalam siklusnya, refrigeran terus mengubah bagian dari cair menjadi gas, selain dari tegangan berlebih ke tegangan rendah. Sementara itu, pembekuan kriogenik menggunakan gas pada suhu yang sangat rendah, biasanya nitrogen dalam bentuk cair atau karbon dioksida dalam bentuk padat (biang es) dan dilakukan sekaligus untuk makanan. Ini adalah peningkatan generasi pembekuan makanan saat ini.
2. Fungsi Makanan Beku
Makanan beku juga merupakan cara yang ampuh untuk menyimpan makanan, karena bakteri penyebab pembusukan makanan tidak dapat tumbuh, atau mungkin mati, pada suhu beku. Namun, sistem ini jauh lebih lemah terhadap patogen daripada metode termal yang terdiri dari perebusan, karena organisme mikro dapat bertahan pada suhu yang dingin meskipun pertumbuhan mereka dihentikan dan diaktifkan kembali saat makanan beku dinormalisasi.
Namun, makanan beku sekarang tidak lagi menjadi masalah karena sistem termal, yang terdiri dari memaparkan makanan pada suhu yang berlebihan, memicu tekanan termal pada makanan, kekurangan nutrisi yang cepat, perubahan rasa dan tekstur, atau pemrosesan kimia dan fermentasi yang menggantikan rumah tubuh dan kimiawi makanan.
3. Suhu Penyimpanan Makanan Beku
Makanan dapat diawetkan selama beberapa bulan melalui pembekuan. Penyimpanan beku jangka panjang juga membutuhkan penurunan suhu lebih rendah dari -18 derajat Celcius. Makanan beku biasanya tidak lagi membutuhkan komponen lain karena pertumbuhan mikroorganisme terhambat pada suhu beku, dan itu cukup jauh untuk menahan biaya pembusukan.
Namun, komponen makanan dalam jangka waktu lama suhu beku turun dari -9,5 derajat Celcius, karboksimetilselulosa (CMC) dapat diberikan sebagai stabilizer. CMC ini tidak memiliki rasa dan bau, dan sekarang tidak lagi merusak komponen makanan yang hebat.
 4. Kandungan Dalam Frozen Food
Teknik pembekuan juga dapat mempengaruhi vitamin yang terkandung dalam makanan. Vitamin C biasanya akan hilang lebih banyak dari nutrisi lain tetapi jumlahnya bervariasi, tergantung pada jenis bahan pertanian dan teknik pra-pembekuan yang dilakukan, seperti kalengan atau tidak kalengan, atau dimasak atau tidak dimasak. Vitamin C juga larut dalam air, sehingga air dalam makanan beku akan mempengaruhi keadaan nutrisi C.
Tak hanya itu, nutrisi B1 atau tiamin mudah larut dalam air. Vitamin B2 atau riboflavin dalam sayuran berdaun akan berkurang 4 hingga 18 persen jika dibekukan. Vitamin A atau karoten akan banyak berkurang karena teknik pra-pembekuan jika dibandingkan dengan teknik pembekuan.
5. Pengemasan Frozen Food
Pengemasan frozen food juga harus mampu mempertahankan integritas, bahkan setelah melalui proses pengisian, penyegelan, pembekuan kembali, penyimpanan, transportasi, pencairan, hingga pemasakan. Berbagai frozen food biasanya dimasak dengan oven microwave, sehingga pengemasan diharapkan dapat digunakan langsung di dalam oven.
Kini, teknologi pengemasan aktif yang sedang dikembangkan diklaim dapat mendeteksi keberadaan bakteri dan spesies membahayakan lain lalu menetralkannya. Berbagai fungsi potensial yang diterapkan pada pengemasan aktif yang sedang diteliti, yaitu:
- pelahap oksigen
- antimikroba
- pengendali kadar karbon dioksida
- peka microwave
- pengendalian kadar air, aktivitas air, laju transmisi uap air
- penambah rasa
- pemberi aroma
- lapisan tembus oksigen
- penghasil oksigen
- validasi rangkaian dingin
6. Kristal Es Pada Frozen Food
Kristal es berukuran besar yang terbentuk akan memengaruhi struktur makanan dan mengakibatkan hilangnya kualitas makanan. Kristal es yang besar pun akan menusuk dinding sel produk makanan dan merusaknya.
Makin besar kerusakannya, makin lambat laju pembekuan. Cara mengatasinya adalah mencegah kristalisasi pada suhu sangat rendah dengan menambahkan protein antibeku, yang dapat menurunkan titik beku air, meski adanya risiko pertumbuhan mikroorganisme yang merusak makanan karena suhu masih memungkinkan.
7. Waktu Pembekuan Frozen Food
Perkiraan waktu pembekuan adalah faktor utama dalam melakukan frozen food. Waktu pembekuan pun menentukan kapasitas alat pendingin yang dibutuhkan dalam pembekuan.
Faktor yang memengaruhi lamanya proses pembekuan adalah konduktivitas termal, kalor jenis, ketebalan, massa jenis, dan luas permukaan produk makanan serta selisih suhu antara produk makanan dengan medium pendinginan dan resistansi laju pindah panas.
Perkiraan waktu pembekuan akan makin sulit dilakukan karena konduktivitas termal, massa jenis, dan kalor jenis produk makanan bervariasi bergantung pada temperatur awal, ukuran, dan bentuk dari makanan.
Makin besar ukuran produk makanan, waktu yang dibutuhkan untuk pembekuan pun akan makin lama. Sebab, kalor laten yang meningkat dan jumlah kalor yang harus dipindahkan. Peningkatan ukuran makanan juga meningkatkan resistansi internal terhadap laju pindah panas, sehingga waktu pembekuan pun lebih lama.
8. Tipe Peralatan Frozen Food
Tipe peralatan yang digunakan untuk produk tertentu ditentukan oleh berbagai faktor. Misalnya, sensivitas produk, ukuran, dan bentuk produk makanan serta kualitas akhir yang diperlukan, laju produksi, ketersediaan ruang, kapasitas investasi, dan tipe media pendinginan yang digunakan. Peralatan pembekuan umumnya dikelompokkan sebagai berikut:
1) memanfaatkan kontak langsung dengan permukaan dingin
2) memanfaatkan media udara sebagai media pendinginan, misal air blast
3) menggunakan cairan sebagai coolant, misal metode kriogenik
Contoh Produk Makanan Beku (Frozen Food)

Sebelum kita memulai membahas tentang rincian usaha modal frozen food,kita harus menentukan produk yang akan kita jual dahulu. Sebenarnya ada banyak sekali jenis makanan yang bisa Anda jadikan sebagai usaha makanan beku. Berikut adalah beberapa jenis makanan yang dapat digunakan sebagai produk perusahaan makanan beku.
1. Ayam dan Daging Sapi
Daging merupakan salah satu bahan makanan yang disukai banyak orang. Rupanya, setiap ayam dan sapi dapat digunakan sebagai makanan beku. Yang membedakan jenis daging tersebut adalah cara penyimpanannya. Daging ayam dan sapi yang sudah dibekukan akan bertahan lebih lama. Tak hanya itu, kini para pelaku usaha makanan beku juga semakin pintar berinovasi dengan memasukkan bumbu ke dalam daging beku.
2. Sosis dan Bakso
Tidak ada yang tidak lagi menyadari makanan seperti itu. Sosis dan bakso adalah berbagai jenis makanan yang sering disantap oleh masyarakat Indonesia. Keduanya bisa dijadikan makanan beku karena sudah banyak peminatnya.
3. Nugget
Nugget biasanya dibuat dari olahan daging sapi, ayam, atau ikan. Makanan yang satu ini telah menjadi salah satu bahan favorit saya karena jauh lebih bersih untuk disiapkan, dan tentu saja sangat tahan lama.
4. Ikan dan Makanan Laut
Siapa sangka makanan seperti itu juga bisa dijadikan makanan beku. Meski dikemas dalam bentuk makanan beku, vitamin yang terkandung di dalam bahan-bahan tersebut kini tak lagi hilang. Jadi Anda tidak perlu khawatir.
Kelebihan dan Kekurangan Frozen Food
Kelebihan :
1. Mudah untuk Memulai
Usaha ini adalah salah satu usaha yang paling sederhana untuk memulai. Peralatan yang masih bisa dihitung terjangkau, perakitan peralatan yang tidak terlalu rumit dan tidak lagi membutuhkan keterampilan, apalagi ijazah yang unik. Semua orang dapat memulai usaha ini.
2. Modal Terjangkau
Karena tidak banyak peralatan yang perlu disiapkan, usaha ini termasuk salah satu usaha dengan modal murah dengan keuntungan yang lumayan.
3. Bahan Tahan Lama
Makanan beku adalah makanan yang di bekukan yang dapat disimpan untuk waktu yang lama. Dibandingkan dengan perusahaan kuliner lainnya, usaha yang satu ini bisa menjadi pilihan karena Anda tidak perlu khawatir makanan akan basi meski tidak habis dalam sehari.
Kekurangan:
1. Menggunakan bahan pengawet, ada beberapa orang yang kini tidak lagi menyukai makanan dengan bahan pengawet.
2. Membutuhkan kekuatan listrik yang berlebihan untuk sistem pendingin atau freezer.
3. Semakin banyak persaingan.
Berapa Rincian Modal Usaha Frozen Food?
Peralatan yang Diperlukan :
- Etalase produk (dilengkapi freezer) : Rp. 9.500.000,
- Talenan, pisau, baskom: Rp. 250.000,
- Timbangan: Rp. 400.000,
- Sendok: Rp. 100.000,
- Pengangkat makanan: Rp. 100.000,
- Nampan, serbet: Rp. 50.000,
- Tempat sampah: Rp. 15.000,
- Mesin kode kadaluarsa: Rp. 400.000,
- Mesin vakum sealer: Rp. 300.000,
- Freezer (150 Liter): Rp. 2.500.000,
- Genset: Rp. 3.000.000,
Total modal peralatan: Rp. 16.615.000,
*Catatan: etalase produk diperlukan untuk toko offline. Sebaiknya pilih etalase dengan pendingin.
Biaya Kebutuhan Operasional Perbulan :
- Kebutuhan makanan beku (tergantung jenisnya): Rp. 3.000.000,s.d. Rp. 5.000.000,
- Sabun cuci: Rp. 150.000,
- Sewa tempat: Rp. 1.500.000,
- Air+listrik: Rp. 1.200.000,
- Gaji karyawan (2 orang): Rp. 2.000.000,
- Bensin (jika perlu pengantaran): Rp. 1.300.000,
- Kemasan: Rp. 500.000,
Total biaya operasional per bulan: Rp. 9.650.000,
*Catatan: untuk kebutuhan makanan beku, bisa saja lebih tergantung jenis produk yang dijual, begitu pula dengan gaji karyawan.
Pendapatan dan Keuntungan :
- Harga jual per produk: Rp. 20.000,- x target penjualan (target per hari (50 produk) x 30 hari) Rp. 20.000,- x 1.500 produk per bulan Rp. 30.000.000,- (Keuntungan Kotor per bulan)
- Keuntungan bersih per bulan: Keuntungan Kotor – Biaya Operasional Rp. 30.000.000,- – Rp. 6.650.000,- Rp. 23.350.000,- (Keuntungan Bersih per bulan)
Jika Anda memproduksi daging beku Anda sendiri dari daging mentah, Anda bisa mendapatkan kembali dana Anda dari bulan pertama hingga bulan kedua. Perkiraan harga ini adalah contoh terbaik, di lapangan, jenis biaya ini bergantung pada keinginan Anda dan harga bahan makanan mentah yang akan Anda olah untuk memanage rincian modal usaha frozen food.
Nah, itu dia rincian modal usaha frozen food. Lumayan menguntungkan dan tergolong stabil bahkan di masa pandemi sekalipun. Tapi tetap siapkan yang terbaik agar bisnis Anda tetap stabil bahkan setelah pandemi berakhir.