cara membuat bakso urat yang enak

Cara buat Bakso Urat Sapi Yang Enak Dan Simple Tanpa Pengawet

Masih ada sisa daging kurban yang belum diolah, karena tekstur uratnya yang sulit? Jangan dibuang, cukup diolah menjadi bakso urat yang kenyal dan menarik. Cara buat bakso urat sapi yang enak sebenarnya cukup mudah dan bisa dipraktekkan dirumah. Bakso jenis ini sangat cocok dihidangkan dengan kuah yang kental.

Bakso merupakan salah satu bahan masakan nusantara yang menjadi makanan favorit setiap saat dan dimana saja. Tarifnya juga sangat murah untuk berbagai kalangan. Bakso yang paling terkenal, biasanya berasal dari kota Malang dan Solo, padahal makanan ini merupakan contoh masakan China.

Bakso adalah bahasa Hokkien yang memiliki arti daging giling.
Tidak hanya menggunakan daging sapi giling, banyak juga bakso yang menggunakan irisan urat atau urat dan daging giling kasar. Menurut penggemar bakso ini, irisan urat kasar akan menambah cita rasa gurih, kenyal, dan ‘menantang’ agar semakin ekstra nikmat saat disantap.

Bakso

cara buat bakso urat sapi yang enak

 

Bakso atau baso merupakan salah satu jenis olahan daging yang biasa ditemukan dalam masakan Indonesia. Bakso umumnya dibuat dari campuran daging sapi giling dan tepung tapioka, namun ada juga bakso yang terbuat dari daging ayam, ikan, atau udang bahkan ada juga daging kerbau. Dalam penyajiannya, bakso umumnya disajikan panas dengan kuah kaldu sapi bening, dicampur dengan mie, bihun, tauge, tahu, terkadang telur kemudian ditaburi bawang goreng dan seledri. Bakso sangat populer dan dapat ditemukan di seluruh Indonesia, dari gerobak pedagang kaki lima hingga restoran besar.

Berbagai jenis bakso kini banyak ditawarkan dalam bentuk makanan beku yang dijual di supermarket atau mall. Irisan bakso juga bisa dijadikan pelengkap jenis makanan lain seperti mie goreng, nasi goreng, atau capcai. Bakso mendapat perhatian internasional ketika Presiden AS Barack Obama mengingatnya sebagai salah satu makanan favoritnya sejak kecil di Indonesia, dan disebutkan dalam pidatonya.

Bakso urat merupakan salah satu kreasi bakso sapi yang memiliki tekstur lebih kasar dan lebih gurih. Sedangkan bakso sapi biasa adalah bakso yang memiliki tekstur halus. Dibandingkan dengan bakso sapi yang halus dan lembut, banyak orang memilih bakso urat karena rasanya lebih enak dan teksturnya yang bikin nagih.

Sejarah Bakso

Bakso berakar pada seni kuliner Tionghoa-Indonesia. Hal ini terlihat dari istilah ‘bakso’ yang berasal dari kata Bak-So, dalam bahasa Hokkien yang secara harfiah bisa diartikan ‘daging giling’. Karena mayoritas orang Indonesia beragama Islam, bakso lebih sering dibuat dari daging halal seperti daging sapi, ikan, atau ayam.

Saat ini penjual bakso kebanyakan adalah orang Jawa yang berasal dari Wonogiri dan Malang. Tempat yang terkenal sebagai sentra bakso adalah Solo dan Malang yang disebut Bakso Malang. Bakso Malang dan Bakso Solo merupakan masakan bakso dan disajikan dengan makanan khas Jawa.

Bakso berasal dari China namun berbeda jika dibandingkan dengan bakso Malang dan Solo. Bakso cina biasanya terbuat dari daging babi atau seafood dan berwarna agak kecoklatan serta bentuknya tidak selalu berbentuk bulat. Sedangkan bakso Malang dan Solo terbuat dari daging sapi, warnanya abu-abu dan bentuknya sangat bulat.

Bakso Cina biasanya tidak disajikan dengan kuah yang melimpah, berbeda dengan bakso Malang dan Solo yang disajikan dengan kuah yang melimpah. Bakso Solo bisa dibilang usaha yang turun temurun dari Bakso Wonogiri, karena banyak anak cucu yang merantau dan banyak juga yang sudah menetap dan membuka usaha bakso di Solo dan sekitarnya terutama di perkotaan yang letaknya strategis di pinggir jalan raya.
Dalam proses pembuatannya terdapat bakso yang dicampur dengan boraks atau bleng agar tepung lebih kenyal seperti daging dan lebih awet. Hal ini membuat bakso pernah dianggap sebagai makanan yang tidak aman oleh BPOM.

BPOM memperingatkan bahwa mengonsumsi makanan dengan kadar boraks tinggi dalam jangka waktu 5-10 tahun dapat meningkatkan risiko kanker hati. Oleh karena itu, bakso yang dijual di berbagai pasar tradisional dan supermarket diharuskan bebas boraks.
Karena bakso terbuat dari daging, maka sebaiknya disimpan dalam keadaan beku sebelumnya direbus dahulu untuk dikonsumsi.

Untuk itu bakso yang dijual di supermarket dalam keadaan beku untuk menjaga suhu agar kualitas bakso tetap terjaga dan tidak terkontaminasi bakteri. Bakso yang dijual namun dipajang di etalase pada suhu ruangan rentan terkontaminasi bakteri, seperti bakteri penyebab diare atau salmonella penyebab penyakit tifus. Pilih bakso yang berada di mesin pendingin dan sebelum dikonsumsi sebaiknya direbus.

Varian Bakso Nusantara

Boleh dibilang bakso adalah wujud keberagaman kultural Indonesia. Karena, melalui menu ini terjadi percampuran budaya yang beraneka ragam. Alih-alih bisa diterima begitu saja oleh masyarakat Indonesia, bakso mengalami penyempurnaan dan improvisasi dari segi komposisi dan bumbu.

Kini, hampir di setiap tempat di Indonesia pasti terdapat penjual bakso dengan menu dan ciri khas masing-masing. Namun, dari ratusan varian bakso yang ada di Indonesia ada beberapa menu yang sangat populer, seperti Bakso Urat, Bakso Telur, Bakso Ikan, Bakso Udang, Bakso Balungan, Bakso Aci, Bakso Tahu, hingga Bakso Kerikil. Sedangkan yang dari kota, dibeberapa kota muncul sebutan menjadi ikon ‘Kota Bakso’, seperti Wonogiri, Solo, Malang, hingga Karimunjawa.

Bakso adalah menu yang bisa dinikmati siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Termasuk sekarang, ketika banyak tersedia produk daging olahan yang praktis dan bermutu tinggi. Sehingga setiap orang bisa membuat menu bakso yang sesuai dengan cita rasanya sendiri di dapur rumah masing-masing.

Bagian Sapi Yang Baik Untuk Bahan Bakso

Nama bakso urat merupakan nama yang diambil dari salah satu bagian sapi yang digunakan sebagai bahan untuk membuat bakso ini. Iya kalau bakso biasanya pakai daging sapi, bakso uratnya perlu ditambah urat biar teksturnya lebih kasar. Cara buat bakso urat sapi yang enak pun bisa dibilang mudah. Sebelum berkreasi membuat bakso sapi sendiri di rumah, kenali dulu bagian daging sapi yang paling cocok untuk membuat bakso.

1. TopSide

Topside adalah bagian pangkal kaki belakang. Bagian ini memiliki bentuk yang ramping, cukup empuk dan mudah dimasak sehingga dapat diolah dalam waktu singkat dengan suhu yang rendah. Oleh karena itu bagian atasnya sangat cocok digunakan sebagai bahan baku bakso dan resep daging lainnya yang melalui proses pematangan dengan cara panggang atau digoreng.

2. Tetelan

Bagian tetelan daging sapi biasanya terdiri dari daging yang menempel pada tulang. Daging yang menempel langsung ke tulang memiliki komposisi serat otot yang memiliki tekstur yang cukup kenyal. Bagi Anda yang suka makan bakso urat atau resep daging bertekstur kenyal lainnya, bagian ini paling cocok sebagai bahan baku pembuatan bakso urat. Sebaiknya gunakan daging tetelan sebagai bagian isian bakso agar tekstur luar bakso tetap lembut dan urat yang kenyal menjadi kejutan saat mengunyah isian bakso.

3. Kaki Atas (Shank)

Kaki bagian atas sapi biasanya terdiri dari daging yang menempel di sekitar tulang kering. Ini adalah tulang kering di kaki sapi yang mengandung sumsum yang sangat lezat. Karena mengandung sumsum yang lezat dan bergizi, bagian atas kaki sapi sangat cocok digunakan sebagai kuah kaldu dalam kuah bakso.

Di jamin kuah bakso anda akan terasa lebih gurih dengan menambahkan kuah rebusan tulang kering dari kaki sapi. Selain itu, membuat bakso sapi dari daging yang menempel pada tulang kering akan membuat bakso sapi anda lebih empuk dan lembab karena daging yang menempel pada tulang kering dapat menghasilkan lemak yang membuat tekstur bakso menjadi lebih lembut. Ketiga bagian daging sapi tersebut merupakan bagian yang paling cocok untuk diolah menjadi bakso sapi.

Cara Buat Bakso Urat Sapi Yang Enak Dan Simple

cara membuat bakso urat yang enak

Bahan-Bahan :

  • 250 gram daging sapi berurat
  • 3 sdm tepung sagu
  • 1 putih telur ayam
  • 5 siung bawang putih, goreng lunak dan haluskan
  • 1 batang daun bawang, iris halus dan tumis 30 detik
  • 1 mangkuk kecil es batu
  • 1/2 sdt merica
  • 2 sdt garam
  • 1/4 sdt baking powder
  • air secukupnya untuk merebus bakso

Cara Membuat Bakso Urat :

  1. Cincang daging sapi dengan pisau agar lebih mudah diblender.
  2. Blender daging cincang bersama es batu sedikit demi sedikit sampai halus.
  3. Campur daging hasil blenderan dengan bawang putih yang sudah dihaluskan, daun bawang, tepung sagu, merica, garam, putih telur, dan baking powder.
  4. Panaskan air di panci sampai mendidih, lalu bentuk adonan bakso menjadi bola-bola dengan bantuan dua buah sendok dan masukkan ke dalam rebusan air.
  5. Masak bakso sampai mengapung, tunggu selama 5 menit lagi, kemudian angkat dan tiriskan.
  6. Dalam penajiannya tambahkan pelengkap seperti pangsit,mie bihun dan daun bawang sesuai selera.

Gimana? mudah bukan cara membuatnya? Kalian bisa langsung mempraktekkannya dirumah lho, dan pastinya dijamin enak. Selain lebiih irit kalau kita membuatnya sendiri, tingkat higienis makanan pun terjaga. Baca juga rincian modal usaha frozen food

 

Tips & Trik Dalam Membuat Bakso 

1. Pemilihan Daging

Pembuatan bakso yang padat dan kenyal, terdapat pada pemilihan daging. Pilihlah daging yang segar dengan kualitas yang baik agar rasa dan teksturnya sempurna. Berikut ini adalah pemilihan jenis daging dan jeroan untuk membuat aneka bakso:

  • Dalam pembuatan bakso daging sapi yang halus. Memerlukan daging sapi murni tanpa serat atau lemak. Anda bisa menggunakan daging paha, di dalam atau di luar.
  • Kemudian untuk membuat bakso ayam yang halus, anda membutuhkan fillet dada/paha ayam tanpa kulit.
  • Kemudian, buat bakso urat daging sapi. Membutuhkan tetelan, hati sapi, tendon pergelangan kaki dan betis sapi. Betis sapi sangat baik untuk membuat bakso otot. Karena bagian itu mengandung lebih sedikit lemak dan lebih banyak urat.
  • Selanjutnya buat bakso ayam halus, dibutuhkan fillet dada atau paha ayam tanpa kulit.
  • Terakhir, buat pentol bakso seafood. Membutuhkan semua jenis daging ikan putih, cumi, udang dan kepiting. Selain itu, ikan kakap merah sangat baik untuk membuat bakso ikan.

2. Pemilihan Tepung

Gunakan tepung tapioka, tepung sagu dan tepung maizena. Semua jenis tepung dapat mengikat air dalam adonan. Hal ini membuat tekstur pentol padat dan kenyal.

Perlu diingat, jangan terlalu banyak menggunakan tepung maizena dalam adonannya. Tepung maizena hanya untuk sedikit adonan agar kenyal. Jika Anda menambahkan terlalu banyak tepung maizena, adonan pentol akan menjadi sedikit lembek. Jika menggunakan 1 kg daging bisa menggunakan 50 gram tepung maizena.

3. Penggunaan Bahan Pengenyal

Menggunakan pengenyal sangat wajib untuk membuat bakso pentol. Pengenyal memegang peranan penting agar tekstur bakso menjadi padat, kenyal dan mengembang. Gunakan bahan pengenyal seperti:

  • Baking powder
  • STTP
  • Karagenan
  • mix phos

Selain jenis bahan pengenyal di atas, telur juga wajib digunakan untuk membuat pentol bakso. Fungsi telur juga untuk mengikat adonan pada bakso sehingga menyatu dan kuat. Telur juga berfungsi untuk membuat tampilan bakso terlihat lebih baik.

4. Pemilihan Tepung Pengenyal Bakso Atau Perenyah Bakso

Menggunakan pengenyal dan perenyah juga sangat berperan penting membuat bakso. pengenyal dan perenyah ini salah satu alasan pentol bakso menjadi padat kenyal. Gunakan tepung pengenyal dan perenyah seperti:

  • Sobaso pengenyal bakso
  • Probakso perenyah bakso
  • Cap bakso super pengenyal bakso
  • Si kenyal pengenyal bakso
  • Sae mas tepung adonan bakso
  • Mama suka pengenyal bakso

Tepung pengenyal dan perenyah fungsinya sama saja. Jika ingin membuat adonan pentol bakso, pilih tepung diatas salah satunya. Anda bisa membaca contoh resep bakso ayam rasa sapi yang menggunakan tepung pengenyal.

5. Penggunaan Garam

Membuat adonan pentol wajib menggunakan garam. Karena garam berfungsi untuk menambah cita rasa dan sebagai pengawet alami. Menggunakan garam juga berfungsi menyerap kandungan air pada adonan pentol bakso.

Garam bersifat higroskopis dan osmotik. Jadi disebut higroskopis karena garam menyerap air pada adonan pentol bakso. Garam disebut osmotik karena garam juga menyerap air di dinding sel bakteri. Sehingga proses ini menjadikan plasmolisis yang memecahkan dinding sel bakteri.

6. Bumbu Bakso Yang Lengkap

Adapun bumbu yang digunakan untuk membuat pentol yakni:

  • Bawang putih dan bawang merah goreng
  • Bawang putih goreng
  • Lada putih
  • Penyedap rasa
  • Garam
  • Perasa daging

Bumbu di atas wajib untuk digunakan saat membuat adonan bakso supaya menghasilkan rasa bakso yang maknyuss.

7. Penggunaan Es Batu

Menggunakan es batu ketika menggiling daging wajib dilakukan. Karena waktu daging digiling, suhu pada mesin gilingan akan naik dan menjadi panas. Menggunakan es batu saat menggiling adonan, agar suhunya tetap rendah.

Kondisi mesin penggilingan yang panas, dapat menyebabkan protein pada daging rusak. Jika tidak menggunakan es batu waktu menggiling daging. Hasilnya pentol bakso menjadi gagal dan rasanya tidak enak.

8. Perbandingan Dalam Mencampurkan Bahan

  • 1 kg daging gunakan sekitar 250 gr tepung tapioka/sagu. Jika ingin pentol yang kress gunakan 50-100 gr tepung tapioka/sagu.
  • 1 kg daging gunakan sekitar 500 gr es batu. Perlu diingat es batu digunakan sesuai dengan situasi dan kondisi (menurut perasaan). Jika merasa kurang, bisa ditambahkan es batunya. Jika merasa kebanyakan bisa dikurangi es batunya.
  • 1 kg daging gunakan sekitar 1/2-1 sdt baking powder
  • 1 kg daging gunakan sekitar 1-2 butir telur. Menggunakan telur ayam bisa diambil putihnya saja. Juga bisa menggunakan bersama kuningnya.

9. Gunakan Air Panas Bukan Mendidih

Rebus air hingga mendidih. Setelah mendidih matikan api, lalu masukan bulatan pentol. Hal ini menjaga tekstur pentol tetap padat dan kenyal. Ketika memasukan bulatan pentol pada air panas, suhu akan menurun, dan jika air tidak panas lagi dan tekstur pentol belum padat. Bisa nyalakan kompor dan masak air dengan api kecil untuk membuat air panas lagi. Perlu di ingat, jangan sampai air mendidih agar bulatan pentol tidak rusak.

10. Siram Dengan Air Es

Jika pentol bakso sudah mengapung dan teksturnya sudah kokoh dan padat. Segera angkat pentol bakso dan siram/rendam dengan air es. Hal ini untuk menghentikan proses memasak pada pentol. Sehingga kepadatan dan kekenyalan pentol bakso tetap terjaga. Pentol bakso yang sudah dingin bisa dimasak lagi. Boleh dimasak dengan kuah bakso atau dikukus sesuai selera.

Pentol bakso bisa disimpan di dalam freezer dan bertahan sampai 6 bulan. Dengan cara masukan pentol ke dalam tupperware atau tempat kedap udara. Tutup rapat lalu masukan kedalam freezer. Demikian artikel tentang cara buat bakso urat sapi yang enak, semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

penyebab kulkas 2 pintu tidak dingin Previous post Apa Penyebab Kulkas 2 Pintu Tidak Dingin ? Begini Cara Mengatasinya !!
ciri ciri lingkungan sehat Next post Bagaimana Ciri Ciri Lingkungan Sehat ? Yuk Simak Penjelasannya Berikut ini