Cara Membasmi Tikus Dengan Bensin Yang Benar

cara membasmi tikus dengan bensin

Cara membasmi tikus dengan bensin – siapa yang tidak ingin terbebas dari hama tikus? Setiap orang pasti menginginkannya.

Namun tidak semua orang tahu bagaimana cara menangani hama tikus dengan baik.

Perkembang biakan tikus serta buruknya faktor kebersihan lingkungan membuat orang sangat kesulitan menyingkirkan tikus dari wilayahnya.

Sehingga perlu cara khusus untuk menanganitikus dengan mudah dan cepat.

Racun tikus adalah salah satu cara tersebut. Pemberian racun tikus pada lingkungan yang lewati tikus akan membuat tikus-tikus tersebut mati.

Tapi perlu Anda tahu juga. Tidak semua racun tikus mampu bekerja dengan baik.

Sebab, dari semua racun tikus yang banyak dijual, ada satu atau dua merk yang palsu, alias tidak bisa digunakan. Untuk itu, pintar-pintarlah memilih racun tikus.

Cara Mudah Membasmi Tikus dengan Bensin

Bensin adalah jenis bahan bakar yang mudah menguap apabila terkena panas.

Uap bensin sendiri mengandung banyak sekali kandungan yang berbahaya untuk manusia.

Namun tidak hanya untuk manusia saja, kandungan berbahaya dalam uap bensin juga ternyata buruk untuk makhluk hidup lainnya, tidak terkecuali tikus.

Tikus yang sejatinya mamalia pengerat adalah hewat yang memiliki hidung dan indra penciuman yang baik.

Tapi jika indra penciuman tersebut menghirup uap bensin, lama kelamaan tubuh tikus akan terkulai lemas akibat keracunan bensin.

Nah, di sinilah, bensin bertindak sebagai racun alami untuk tikus. Sehingga bisa digunakan untuk membasmi hama tikus dengan cara-cara seperti di bawah ini:

1. Cara membasmi hama tikus dengan bensin yang pertama adalah dengan menyiapkan 1 liter bensin dengan sehelai kain
Bensin di sini harus berjenis premium yang memiliki oktan paling rendah di antara yang lain.

Sedang untuk kain, Anda bisa menggunakan kain apa pun. Yang penting kain tersebut harus bisa menyerap bensin dengan baik.

Dan dapat memberikan ruang pada bensin untuk menguap saat suhu panas.

2.    Saat bensin dan kain sudah siap, lanjutkan dengan mencari letak bersembunyian tikus di rumah atau di ladang Anda

Kitarilah lingkungan rumah Anda. Cari lubang dimana tikus-tikus itu bersembunyi dan berkembang biak.

Kalau memang sudah menemukan satu lubang, cari terus, dan pastikan tidak ada lubang lagi yang terbuka.

Kalau pun ada, tutup dengan kain lain, atau apa pun yang bisa digunakan untuk menutup lubang tersebut.

Tahapan cara membasmi tikus dengan bensin ini memungkinkan tikus untuk tetap berada dalam sarang saat proses peracunan dilakukan.

Sebab itu, pastikan hanya ada 1 jalan keluar untuk mereka melarikan diri.

Baca Juga Peraturan Penggunaan Dana Desa

3.   Setelah lubang dipastikan Cuma ada satu, kucurkan ½ liter bensin ke dalam lubang tersebut

Lakukan cara ini dengan perlahan. Pastikan bensin benar-benar masuk ke lubang yang ditinggali tikus.

Ingat, jangan sampai mengucurkan bensin di luar. Optimalkan bagian dalam sarang. Kalau perlu pastikan bensin masuk semua ke dalam sarang.

4.    Celupkan kain pada sisa bensin tadi, dan pastikan kain tersebut benar-benar basah oleh bensin.  

Lalu kucurkan sisa bensin tadi ke dalam lubang yang sama sampai habis

Tahapan cara membasmi tikus dengan bensin di rumah dan ladang ini adalah yang terakhir sebelum nantinya menunggu hasil.

Bensin sisa yang tadi dikucurkan harus semuanya masuk ke dalam lubang.

Baru, setelah lubang tersebut sudah dipenuhi oleh bensin, tutup lubang tersebut dengan kain yang sudah dilumuri bensin. Pastikan tidak udara yang keluar. Dan biarkan bensin itu menguap.

5.    Tunggulah 3 – 4 hari, biarkan bensin tersebut bekerja dengan baik. Lalu cek lubang pada keesokan harinya.

Kalau ada bau bangkai, segera periksa dan buang bangkai tikus tersebut

Proses penguapan bensin sebenarnya Cuma 1 hari. Cuma, untuk memastikan tikus tersebut teracuni oleh uap bensin tadi, maka kita harus menunggunya sampai kurang lebih 3 – 4 hari.

Baru setelah itu dilakukan pemeriksaan pada lubang tersebut. Dan pastikan, apakah ada bangkai tikus di sana atau tidak.

Cara membasmi tikus dengan bensin di atas baiknya diterapkan pada lingkungan yang tidak di tinggali manusia.

Kalau pun lingkungan tersebut adalah rumah, maka si pemilik rumah harus bersedia untuk mencari dan menemukan bangkai tikus yang teracuni tadi.

Macam-Macam Tikus

1. Mencit

Mencit ini sangat mudah anda jumpai di rumah-rumah anda dan dikenal sebagai hewan yang suka menganggu. Sebab kebiasaannya mengrogoti barang-barang mebel, barang kecil lainnya, dan kerap bersembunyi di sudut dan belakang lemari.

Mencit sangat mudah menyesuaikan dengan perubahan yang dibuat manusia. Mencit ini merupakan binatang asli Asia, India, dan Eropa barat.

Tikus mencit ini mendapat makanan dari makanan manusia dan barang-barang kecil lainnya yang ada di dalam rumah anda.

Mencit ini sekarang ada yang menjadi kewan peliharaan, dan kerap dipergunakan untuk percobaan ilmiah.

2. Tikus Rumah

Tikus rumah merupakan binatang pengerat yang kerap kita temui di dalam rumah-rumah dengan ekor yang panjang dan pintar memanjat, juga pintar melompat.

Pada saat ini tikus rumah sering terlihat tersebar di daerah yang lebih hangat karena di daerah dingin tikus rumah kalah bersaing dengan tikus got.

Tikus rumah adalah tikus yang tidak bisa berenang berbeda dengan tikus got. akan tetapi sangat gesit, pandai dalam memanjat dan melompat bahkan berani terbang .

Warna tikus rumah ini biasanya hitam atau coklat terang. Hewan ini termasuk kedalam hewan nokturnal (beraktivitas pada malam hari), pemakan segala (menyukai bulir-bulir).

Ukuran tikus rumah ini berkisar antara 15-20cm dengan ekor ± 20cm. Umurnya mencapai 2-3 tahun dan hidupnya berkelompok. Betinanya mampu beranak kapan saja, dengan jumlah anak 3-10 ekor /kelahiran.

3. Tikus Sawah

Tikus ini berukuran sedang, bisa dibilang lebih kecil daripada tikus got. Dengan panjang 30-40 cm (termasuk ekor). Bewarna coklat kekuning-kuningan. Perutnya berambut kelabu dengan bagian sampingnya berambut putih. Ekornya berwarna coklat.

Hewan ini memiliki habitat di persawahan, ladang dan padang rumput. Makanan kesukaannya bulir padi, jagung atau rumput.

Tikus ini membuat sarang di tanah dengan membuat lubang, di bawah batu, atau di dalam sisa-sisa kayu.

Hewan ini adalah jenis hama pengganggu pertanian tanaman utama dan sulit dikendalikan karena ia mampu ‘belajar’ dari tindakan-tindakan yang telah dilakukan sebelumnya.

Penyakit-Penyakit Yang Timbul Akibat Tikus

1 Hantavirus

Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) pertama kali ditemukan pada tahun 1993. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Penyakit ini disebarkan oleh jenis tikus rusa, tikus berkaki putih, tikus padi, dan tikus kapas.

Penyakit dari hewan pengeratyang satu ini ini menular ketika Anda menghirup partikel dari urin, kotoran, atau air liur tikus yang ada di udara.

Anda juga bisa terinfeksi jika menyentuh atau memakan sesuatu yang bersentuhan dengan sesuatu yang pernah terkena tikus.

Bila Anda digigit tikus itu juga bisa menjadi salah satu cara penularan virusnya, meskipun kasus digigit tikus jarang terjadi.

Gejala awal HPS sangat mirip dengan gejala flu. Ini bisa termasuk demam, sakit kepala, muntah, diare atau sakit perut. Sekitar 4 hingga 10 hari kemudian, orang yang terkena mungkin juga mengalami batuk, sesak napas, dan penumpukan cairan di paru-paru.

2. Hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS)

Sama seperti hantavirus, HFRS adalah demam yang muncul bersamaan dengan perdarahan (hemoragik) dan disertai sindrom ginjal (HFRS).

HFRS termasuk penyakit seperti demam berdarah, demam berdarah epidemik, dan epidemi nephropathia. Penyebaran penyakit lewat tikus ini serupa dengan penyakit hantavirus.

Penyakit ini biasanya berkembang di dalam tubuh mulai dari 2 sampai 8 minggu setelah terkena.

Gejala awal bisa ditandai dengan sakit kepala sering, nyeri punggung dan perut, demam, menggigil, mual, dan penglihatan kabur.

Terkadang, penyakit ini juga bisa ditandai dengan wajah, mata dan kulit yang berwarna agak kemerahan.

Gejala parah juga bisa muncul ketika seseorang mengalami penyakit ini, yaitu tekanan darah rendah, syok akut, sampai gagal ginjal akut.

3. Penyakit Pes

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Yersina pestisia yang ditularkan oleh tikus dan hewan pengerat lainnya.

Bakteri penyebab penyakit pes ini dibawa oleh kutu yang tertular dari hewan pengerat, sehingga kutu kemudian akan menyebarkan bakteri tersebut saat menggigit tubuh Anda.

Umumnya penyakit pes tersebar di daerah yang lingkungan padat penduduk dengan sanitasi yang buruk.

Gejala penyakit pes yang paling sering terjadi yakni dengan munculnya pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan, ketiak, atau leher.

Dalam beberapa kasus, penyakit pes bisa sampai menyerang paru-paru. Kondisi ini tentu sangat membahayakan karena bisa dengan mudah menular dari orang ke orang, melalui droplet atau tetesan air liur saat batuk.

Komplikasi penyakit dari tikus ini bisa berujung pada meningitis dan bahkan kematian.Perlu diketahui, bahwa penyakit ini bukan saja hanya disebarkan lewat hewan pengerat.

Hewan seperti kelinci, anjing, kucing yang kutunya sudah terinfeksi pes bisa menjadi sumber penularan penyakit. Penularan terjadi jika Anda berkontak langsung atau tergigit oleh hewan tersebut.